Kriteria SNOOP untuk Evaluasi Nyeri Kepala Sekunder
Kriteria SNOOP (dan versi yang diperluas SNNOOP10) adalah sistem skrining sistematis untuk mengidentifikasi "red flags" yang menunjukkan kemungkinan penyebab sekunder berbahaya pada pasien dengan nyeri kepala, dengan tujuan mengurangi morbiditas dan mortalitas melalui deteksi dini kondisi yang mengancam jiwa.
Komponen Utama Kriteria SNNOOP10
Kriteria SNNOOP10 mencakup 15 "red flags" yang harus dievaluasi secara sistematis pada setiap pasien dengan nyeri kepala 1, 2:
S - Systemic Symptoms (Gejala Sistemik)
- Demam - menunjukkan kemungkinan infeksi seperti meningitis atau ensefalitis 1, 2
- Gejala sistemik lain yang mengindikasikan penyakit sistemik 1
N - Neoplasm History (Riwayat Keganasan)
- Riwayat kanker - meningkatkan risiko metastasis otak atau komplikasi terkait keganasan 1, 3
- Penelitian menunjukkan riwayat neoplasma adalah prediktor independen untuk nyeri kepala sekunder serius 3
N - Neurologic Deficit (Defisit Neurologis)
- Defisit neurologis fokal termasuk penurunan kesadaran 1, 2
- Pemeriksaan neurologis lengkap harus mencakup: tanda vital dengan tekanan darah, pemeriksaan saraf kranial komprehensif, funduskopi untuk papilledema, tes motorik dan sensorik, fungsi serebelar, evaluasi gait, dan penilaian status mental 4
- Defisit neurologis baru adalah prediktor independen terkuat untuk diagnosis nyeri kepala sekunder serius 3
O - Onset Sudden/Abrupt (Onset Mendadak)
- "Thunderclap headache" - nyeri kepala terburuk yang tiba-tiba, menunjukkan kemungkinan perdarahan subaraknoid 1, 2
- Memerlukan evaluasi segera dengan CT scan kepala tanpa kontras 4, 5
O - Older Age (Usia Lanjut)
- Onset baru setelah usia 50-65 tahun meningkatkan risiko penyebab sekunder 1, 2
- Usia lebih tua (>50 tahun) adalah prediktor independen untuk nyeri kepala sekunder serius 3
P - Pattern Change (Perubahan Pola)
Red Flags Tambahan dalam SNNOOP10
P - Positional Headache (Nyeri Kepala Posisional)
- Nyeri kepala yang berubah dengan posisi tubuh 1
P - Precipitated by Valsalva/Cough/Exercise
- Nyeri kepala yang dipicu oleh bersin, batuk, atau aktivitas fisik 6, 1, 2
- Nyeri kepala yang dipicu oleh manuver Valsalva menunjukkan kemungkinan malformasi Chiari 4
P - Papilledema
- Papilledema pada funduskopi - indikasi peningkatan tekanan intrakranial 4, 1
- 60% anak dengan tumor otak memiliki papilledema 4
- Jangan pernah melewatkan pemeriksaan funduskopi karena esensial untuk mendeteksi peningkatan tekanan intrakranial 4
P - Progressive Headache
- Nyeri kepala yang memburuk secara progresif dan presentasi atipikal 1
P - Pregnancy/Puerperium
- Kehamilan atau masa nifas meningkatkan risiko kondisi seperti trombosis sinus vena 1
P - Painful Eye with Autonomic Features
P - Post-traumatic
- Onset nyeri kepala pasca trauma kepala atau leher 6, 1
- Trauma kepala baru-baru ini (2-7 hari sebelumnya) adalah prediktor independen untuk nyeri kepala sekunder serius 3
P - Pathology of Immune System
- Imunosupresi seperti HIV meningkatkan risiko infeksi oportunistik 1
P - Painkiller Overuse
- Penggunaan berlebihan analgesik atau obat baru saat onset nyeri kepala 1
Algoritma Klinis Berdasarkan Temuan
Jika TIDAK ada red flags dan pemeriksaan neurologis normal:
- Neuroimaging TIDAK diindikasikan karena yield diagnostik <1% untuk temuan signifikan secara klinis 4, 5, 2
- Fokus pada diagnosis gangguan nyeri kepala primer menggunakan kriteria ICHD-3 7
Jika ADA red flags atau pemeriksaan neurologis abnormal:
- Neuroimaging emergensi wajib dilakukan 4
- CT kepala tanpa kontras untuk evaluasi akut jika curiga perdarahan atau trauma 4, 5, 2
- MRI otak dengan dan tanpa kontras lebih disukai untuk presentasi subakut, dengan resolusi lebih tinggi dan sensitivitas superior untuk tumor, stroke, dan abnormalitas parenkim 4, 5
- Pungsi lumbal diperlukan untuk menyingkirkan perdarahan subaraknoid jika CT normal pada thunderclap headache 6, 2
Performa Prediktif Kriteria Red Flag
- Sensitivitas gabungan kriteria red flag adalah 96.5% tetapi spesifisitas rendah hanya 5.1% 3
- Nilai prediktif positif 9.3% dengan nilai prediktif negatif 93.5% 3
- Defisit neurologis baru, riwayat neoplasma, usia lanjut (>50 tahun), dan trauma kepala baru-baru ini adalah prediktor independen terkuat 3
Peringatan Penting
- Jangan mendiagnosis "sinus headache" tanpa mempertimbangkan migrain terlebih dahulu, karena 62% pasien migrain pediatrik memiliki gejala otonom kranial (rhinorrhea, kongesti nasal) yang dapat meniru sinusitis 4
- Jangan memesan neuroimaging rutin tanpa red flags, karena yield <1% pada pasien dengan pemeriksaan normal 4, 5
- Jangan melewatkan pemeriksaan funduskopi - ini esensial untuk mendeteksi peningkatan tekanan intrakranial 4
- Onset mendadak, onset saat aktivitas fisik, kehamilan, dan imunosupresi tidak terbukti sebagai prediktor independen setelah penyesuaian untuk prediktor lain 3