Waktu Pemberian ACE Inhibitor/ARB dan Calcium Channel Blocker
ACE inhibitor/ARB dan calcium channel blocker dapat diminum bersamaan pada waktu yang sama, dan tidak perlu dipisahkan antara pagi dan sore. Kombinasi ini sangat direkomendasikan sebagai terapi lini pertama untuk hipertensi dan dapat diberikan dalam satu waktu untuk meningkatkan kepatuhan pasien 1.
Rekomendasi Waktu Pemberian
Minumlah kedua obat pada waktu yang paling nyaman untuk pasien guna membangun pola kebiasaan minum obat yang konsisten dan meningkatkan kepatuhan. 1
Pertimbangan Waktu Pemberian:
Tidak ada bukti kuat yang mengharuskan pemisahan waktu pemberian antara ACE inhibitor/ARB dan calcium channel blocker 1
Pemberian malam hari menunjukkan manfaat kecil dalam kontrol tekanan darah dibandingkan pemberian pagi hari dalam meta-analisis, namun tidak ada data tentang efek klinis yang signifikan 1
Prioritas utama adalah membangun kebiasaan rutin minum obat untuk meningkatkan adherence, bukan waktu spesifik pemberian 1
Keunggulan Kombinasi ACE Inhibitor/ARB + Calcium Channel Blocker
Kombinasi ini merupakan salah satu kombinasi yang paling direkomendasikan untuk hipertensi karena memiliki mekanisme kerja yang saling melengkapi 1, 2:
Efek sinergis dalam menurunkan tekanan darah melalui dua sistem yang berbeda: ACE inhibitor/ARB menghambat sistem renin-angiotensin, sedangkan calcium channel blocker melebarkan pembuluh darah 2, 3
Terbukti mengurangi kejadian kardiovaskular lebih efektif dibandingkan beberapa kombinasi lain 1, 2
Tolerabilitas yang baik dengan profil efek samping yang lebih rendah 2, 4
Rekomendasi Penggunaan Kombinasi:
Terapi kombinasi direkomendasikan sebagai terapi awal untuk sebagian besar pasien dengan hipertensi terkonfirmasi (≥140/90 mmHg) 1
Kombinasi pilihan adalah RAS blocker (ACE inhibitor atau ARB) dengan dihydropyridine calcium channel blocker 1
Fixed-dose combination (kombinasi dosis tetap dalam satu pil) sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kepatuhan 1, 2
Peringatan Penting
Yang HARUS DIHINDARI:
JANGAN menggabungkan ACE inhibitor dengan ARB karena meningkatkan risiko hiperkalemia, sinkop, dan cedera ginjal akut tanpa manfaat tambahan 1, 5, 2
JANGAN menggabungkan dua RAS blocker (ACE inhibitor + ARB atau kombinasi dengan direct renin inhibitor) 1, 5
Monitoring yang Diperlukan:
Periksa kreatinin serum dalam 1-2 minggu setelah inisiasi dan setelah perubahan dosis 5
Monitor kalium serum dalam 1 bulan setelah memulai terapi dan secara berkala, terutama pada pasien dengan penyakit ginjal kronik 1, 5
Periksa eGFR setidaknya setiap tahun 1
Populasi Khusus
Pasien Diabetes atau Penyakit Ginjal Kronik:
Kombinasi ACE inhibitor/ARB + calcium channel blocker sangat direkomendasikan untuk pasien dengan diabetes, penyakit ginjal kronik dengan albuminuria, atau risiko kardiovaskular tinggi 2, 6
ACE inhibitor atau ARB harus menjadi komponen utama pada pasien dengan albuminuria 1
Kontraindikasi Absolut:
Kehamilan: Hentikan segera ACE inhibitor/ARB jika kehamilan terdeteksi karena risiko oligohidramnion, disfungsi ginjal janin, dan kematian neonatal 5
Stenosis arteri renalis bilateral: Hindari ACE inhibitor/ARB karena risiko cedera ginjal akut 5
Riwayat angioedema dengan ACE inhibitor: Jangan gunakan ACE inhibitor; jika beralih ke ARB, tunggu 6 minggu setelah penghentian ACE inhibitor 5
Kesimpulan Praktis
Berikan ACE inhibitor/ARB dan calcium channel blocker pada waktu yang sama, idealnya dalam bentuk fixed-dose combination untuk meningkatkan kepatuhan. Waktu pemberian (pagi atau malam) kurang penting dibandingkan konsistensi dalam membangun kebiasaan minum obat 1. Yang terpenting adalah memastikan monitoring rutin fungsi ginjal dan kalium, serta menghindari kombinasi dual RAS blockade 1, 5.