Arti Elongasi dan Fragmentasi Apofisis Tuberositas Tibia
Elongasi dan fragmentasi apofisis tuberositas tibia adalah temuan radiologis khas dari penyakit Osgood-Schlatter, suatu apofisitis traksi yang terjadi pada remaja aktif akibat tarikan berulang tendon patella pada pusat osifikasi sekunder tuberositas tibia.
Definisi dan Patofisiologi
Elongasi dan fragmentasi apofisis tuberositas tibia merupakan perubahan struktural yang terjadi pada:
- Elongasi: Pemanjangan atau perpanjangan apofisis tuberositas tibia akibat stres traksi berulang dari tendon patella 1
- Fragmentasi: Pemisahan dan pembentukan fragmen tulang pada apofisis tuberositas tibia, yang terlihat sebagai irregularitas dan separasi dari tuberositas tibia pada tahap awal, berkembang menjadi fragmentasi pada tahap lanjut 1
Kondisi ini terjadi karena tendon patella menarik pusat osifikasi sekunder tuberositas tibia yang belum matang secara berulang, menyebabkan mikrotrauma dan gangguan proses osifikasi normal 2.
Karakteristik Klinis dan Radiologis
Populasi yang Terkena
- Anak laki-laki: Usia 12-15 tahun 1, 3
- Anak perempuan: Usia 8-12 tahun 1
- Prevalensi hingga 10% pada remaja, terutama yang aktif dalam olahraga melompat seperti basket, voli, dan lari 1, 4
Temuan Radiologis Berdasarkan Stadium
Stadium Akut (0-3 bulan):
- Margin tendon patella menjadi kabur akibat pembengkakan jaringan lunak 2
- Irregularitas awal apofisis dengan separasi dari tuberositas tibia 1
Stadium Sub-akut (3-4 bulan):
- Fragmentasi tulang yang jelas pada tuberositas tibia 2
- Pembengkakan jaringan lunak mulai mereda, tetapi osikel tulang tetap ada 2
Stadium Kronis:
- Fragmen tulang dapat menyatu dengan tuberositas tibia atau tetap sebagai osikel terpisah 2
- Penampilan dapat kembali normal jika terjadi fusi sempurna 2
Evaluasi Diagnostik
Modalitas Pencitraan
- Radiografi polos: Modalitas lini pertama untuk menunjukkan irregularitas apofisis, separasi, dan fragmentasi 1, 2
- Ultrasonografi: Memberikan informasi lengkap tentang keterlibatan struktur 5
- MRI: Berguna ketika diagnosis tidak pasti, sesuai rekomendasi American College of Radiology 6
Implikasi Klinis dan Prognosis
Perjalanan Penyakit
- Kondisi self-limiting: Sekitar 90% pasien merespons baik terhadap terapi konservatif 1, 3
- Resolusi spontan: Pemulihan lengkap diharapkan dengan penutupan lempeng pertumbuhan tibia 1
- Gejala residual: Beberapa kasus mengalami ketidaknyamanan saat berlutut dan pembatasan aktivitas 1
Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan
- Berat badan berlebih 3
- Kekakuan otot, terutama pemendekan rektus femoris yang mengubah biomekanik lutut 3
- Kelemahan otot saat ekstensi lutut 3
- Fleksibilitas hamstring yang buruk 3
Peringatan Penting
Jangan salah interpretasi fragmentasi sebagai:
- Fraktur traumatik akut - fragmentasi pada Osgood-Schlatter bersifat progresif dan terkait dengan aktivitas berulang 1, 2
- Tumor tulang - konteks klinis (usia, aktivitas olahraga, nyeri terkait aktivitas) membedakan kondisi ini 1
- Osteomielitis - tidak ada tanda infeksi sistemik, dan fragmentasi terjadi secara bertahap 2
Pertimbangan khusus: