What is the recommended treatment for a patient with Osgood-Schlatter disease?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 12, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Osgood-Schlatter Disease

Pendekatan Terapi Lini Pertama

Pembatasan aktivitas fisik dan modifikasi aktivitas merupakan terapi utama untuk Osgood-Schlatter disease, dengan tujuan mengurangi nyeri dan pembengkakan pada tuberositas tibia. 1, 2

Manajemen Konservatif

  • Pembatasan aktivitas: Pasien harus membatasi aktivitas fisik seperti berlari, melompat, dan naik tangga sampai gejala mereda, yang dapat memerlukan beberapa bulan dalam beberapa kasus 1, 3

  • Prinsip "small amounts often": Kembali ke aktivitas harus dilakukan secara bertahap dengan menerapkan prinsip "sedikit tapi sering", dengan latihan yang dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari untuk memastikan kepatuhan 4

  • Stretching exercises: Latihan peregangan menunjukkan efikasi yang jelas meskipun belum ada RCT yang membandingkan latihan spesifik dengan perawatan biasa 2

  • Terapi simptomatik: Fokus pada pengurangan nyeri dan pembengkakan lokal di area tuberositas tibia 1, 5

Prognosis dengan Terapi Konservatif

Mayoritas kasus (sekitar 82% atau 116 dari 142 pasien dalam satu studi) menjadi bebas gejala dan mendapatkan kembali fungsi normal dengan terapi konservatif 3. Penyakit ini umumnya self-limiting dan berhenti dengan maturitas skeletal 5.

Indikasi Terapi Bedah

Pembedahan diindikasikan untuk pasien dengan nyeri persisten saat berlutut akibat osikula yang tidak merespons terapi konservatif selama beberapa bulan. 1, 3

Kriteria untuk Pembedahan

  • Kegagalan terapi konservatif dengan gangguan fungsional yang signifikan 3
  • Nyeri persisten pada dewasa dengan kebiasaan sering berlutut 6
  • Sekitar 18% pasien (26 dari 142) memerlukan pembedahan setelah terapi konservatif gagal 3

Teknik Bedah yang Direkomendasikan

Teknik arthroscopic lebih direkomendasikan dibandingkan prosedur terbuka karena pemulihan pascaoperasi lebih cepat, tidak ada bekas luka insisi di depan tuberositas yang menyebabkan ketidaknyamanan saat berlutut, hasil kosmetik lebih baik, dan kemampuan menangani patologi intra-artikular bersamaan. 5

Komponen Prosedur Bedah:

  • Eksisi osikula: Pengangkatan osikula dari permukaan posterior tendon patella 1, 6
  • Pengangkatan bursa: Bursa di sekitar osikula juga diangkat 1
  • Osteotomi reduksi tuberositas tibia: Dilakukan pada 85% kasus (29 dari 34 kasus) untuk mengurangi prominensi tulang 6
  • Insisi anterolateral: Insisi di atas aspek anterolateral tendon patella lebih disukai daripada insisi anterior langsung untuk mengurangi nyeri pascaoperasi saat berlutut 6

Hasil Pembedahan

  • 91% pasien (31 dari 34 lutut) mengalami resolusi lengkap nyeri preoperatif 6
  • Osifikasi lengkap tuberositas tibia dan fusi dengan metafisis tibia tercapai, diikuti dengan kembalinya fungsi normal kaki 3
  • Prognosis keseluruhan baik, kecuali beberapa ketidaknyamanan saat berlutut dan pembatasan aktivitas pada beberapa kasus 5

Peringatan Penting

Hindari insisi anterior langsung karena dapat menyebabkan nyeri pascaoperasi yang persisten saat berlutut, terutama pada pasien yang sering berlutut 6. Sembilan dari 116 pasien yang diobati secara konservatif kembali beberapa tahun kemudian dengan keluhan benjolan menonjol, pembengkakan persisten, dan nyeri saat berlutut atau penggunaan sendi lutut yang kuat 3.

References

Research

A systematic review on conservative treatment options for OSGOOD-Schlatter disease.

Physical therapy in sport : official journal of the Association of Chartered Physiotherapists in Sports Medicine, 2021

Guideline

Management of Osgood-Schlatter Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.