Terapi Osgood-Schlatter Disease
Pendekatan Terapi Lini Pertama
Pembatasan aktivitas fisik dan modifikasi aktivitas merupakan terapi utama untuk Osgood-Schlatter disease, dengan tujuan mengurangi nyeri dan pembengkakan pada tuberositas tibia. 1, 2
Manajemen Konservatif
Pembatasan aktivitas: Pasien harus membatasi aktivitas fisik seperti berlari, melompat, dan naik tangga sampai gejala mereda, yang dapat memerlukan beberapa bulan dalam beberapa kasus 1, 3
Prinsip "small amounts often": Kembali ke aktivitas harus dilakukan secara bertahap dengan menerapkan prinsip "sedikit tapi sering", dengan latihan yang dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari untuk memastikan kepatuhan 4
Stretching exercises: Latihan peregangan menunjukkan efikasi yang jelas meskipun belum ada RCT yang membandingkan latihan spesifik dengan perawatan biasa 2
Terapi simptomatik: Fokus pada pengurangan nyeri dan pembengkakan lokal di area tuberositas tibia 1, 5
Prognosis dengan Terapi Konservatif
Mayoritas kasus (sekitar 82% atau 116 dari 142 pasien dalam satu studi) menjadi bebas gejala dan mendapatkan kembali fungsi normal dengan terapi konservatif 3. Penyakit ini umumnya self-limiting dan berhenti dengan maturitas skeletal 5.
Indikasi Terapi Bedah
Pembedahan diindikasikan untuk pasien dengan nyeri persisten saat berlutut akibat osikula yang tidak merespons terapi konservatif selama beberapa bulan. 1, 3
Kriteria untuk Pembedahan
- Kegagalan terapi konservatif dengan gangguan fungsional yang signifikan 3
- Nyeri persisten pada dewasa dengan kebiasaan sering berlutut 6
- Sekitar 18% pasien (26 dari 142) memerlukan pembedahan setelah terapi konservatif gagal 3
Teknik Bedah yang Direkomendasikan
Teknik arthroscopic lebih direkomendasikan dibandingkan prosedur terbuka karena pemulihan pascaoperasi lebih cepat, tidak ada bekas luka insisi di depan tuberositas yang menyebabkan ketidaknyamanan saat berlutut, hasil kosmetik lebih baik, dan kemampuan menangani patologi intra-artikular bersamaan. 5
Komponen Prosedur Bedah:
- Eksisi osikula: Pengangkatan osikula dari permukaan posterior tendon patella 1, 6
- Pengangkatan bursa: Bursa di sekitar osikula juga diangkat 1
- Osteotomi reduksi tuberositas tibia: Dilakukan pada 85% kasus (29 dari 34 kasus) untuk mengurangi prominensi tulang 6
- Insisi anterolateral: Insisi di atas aspek anterolateral tendon patella lebih disukai daripada insisi anterior langsung untuk mengurangi nyeri pascaoperasi saat berlutut 6
Hasil Pembedahan
- 91% pasien (31 dari 34 lutut) mengalami resolusi lengkap nyeri preoperatif 6
- Osifikasi lengkap tuberositas tibia dan fusi dengan metafisis tibia tercapai, diikuti dengan kembalinya fungsi normal kaki 3
- Prognosis keseluruhan baik, kecuali beberapa ketidaknyamanan saat berlutut dan pembatasan aktivitas pada beberapa kasus 5
Peringatan Penting
Hindari insisi anterior langsung karena dapat menyebabkan nyeri pascaoperasi yang persisten saat berlutut, terutama pada pasien yang sering berlutut 6. Sembilan dari 116 pasien yang diobati secara konservatif kembali beberapa tahun kemudian dengan keluhan benjolan menonjol, pembengkakan persisten, dan nyeri saat berlutut atau penggunaan sendi lutut yang kuat 3.