Diagnosis Banding Apnea pada Bayi Cukup Bulan
Apnea pada bayi cukup bulan adalah diagnosis eksklusi yang memerlukan evaluasi sistematis untuk menyingkirkan penyebab patologis serius seperti gangguan sistem saraf pusat, kejang, sepsis, kelainan metabolik, penyakit paru primer, anemia, dan kelainan kardiovaskular sebelum dianggap sebagai apnea fisiologis. 1
Klasifikasi Jenis Apnea
Langkah pertama adalah mengklasifikasikan tipe apnea berdasarkan ada tidaknya usaha napas:
- Apnea sentral: Tidak ada usaha napas sama sekali selama episode apnea, tanpa gerakan thorakoabdominal yang terlihat pada monitoring 2
- Apnea obstruktif: Usaha napas tetap berlanjut meskipun tidak ada aliran udara, ditandai dengan gerakan paradoksal dada dan abdomen, sering disertai snoring atau keterbatasan aliran udara 2
- Apnea campuran (mixed): Dimulai dengan komponen sentral (tidak ada usaha napas) diikuti oleh usaha napas obstruktif melawan jalan napas yang tertutup 2
Penyebab Patologis yang Harus Disingkirkan
Pada bayi cukup bulan, apnea hampir selalu menunjukkan kondisi patologis yang mendasari dan memerlukan evaluasi menyeluruh 3:
Gangguan Sistem Saraf Pusat
- Kejang: Apnea dapat merupakan manifestasi kejang, terutama pada hari-hari pertama kehidupan 3
- Perdarahan intrakranial
- Ensefalopati hipoksik-iskemik
- Infeksi SSP (meningitis, ensefalitis)
Gangguan Respirasi
- Penyakit paru primer (pneumonia, respiratory distress syndrome pada bayi lewat bulan)
- Obstruksi jalan napas atas (choanal atresia, laringomalasia)
- Kelainan struktural jalan napas 3
Gangguan Kardiovaskular
- Penyakit jantung kongenital
- Aritmia
- Hipotensi sistemik
Gangguan Metabolik dan Hematologik
- Hipoglikemia atau hiperglikemia 1
- Gangguan elektrolit (hiponatremia, hipokalsemia)
- Anemia 1
- Hipotermia atau hipertermia
Infeksi
Penyebab Gastrointestinal
- Refluks gastroesofageal (meskipun hubungan dengan apnea belum terbukti definitif) 4
- Enterokolitis nekrotikans 5
Evaluasi Diagnostik
Anamnesis Spesifik
- Riwayat kehamilan dan persalinan (komplikasi perinatal, paparan obat maternal termasuk kafein) 1
- Karakteristik episode: durasi, frekuensi, hubungan dengan makan atau posisi 3
- Gejala penyerta: sianosis, pucat, perubahan tonus, perubahan responsivitas 2
- Riwayat demam, gejala infeksi saluran napas atas 6
Pemeriksaan Fisik Terfokus
- Tanda vital lengkap termasuk suhu
- Status neurologis: tingkat kesadaran, tonus, refleks, tanda peningkatan tekanan intrakranial
- Pemeriksaan jalan napas: stridor, retraksi, pola napas
- Pemeriksaan kardiovaskular: murmur, perfusi perifer, hepatomegali
- Tanda-tanda sepsis atau distres
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium awal:
- Kadar glukosa serum 1
- Darah lengkap dengan diferensiasi (evaluasi anemia dan infeksi)
- Elektrolit, kalsium
- Kultur darah jika dicurigai sepsis
- Analisis gas darah jika ada tanda distres respirasi
Pemeriksaan lanjutan berdasarkan kecurigaan klinis:
- EEG jika dicurigai kejang 3
- Pencitraan kepala (USG, CT, atau MRI) jika dicurigai kelainan SSP
- Foto thoraks jika dicurigai penyakit paru
- Ekokardiografi jika dicurigai penyakit jantung
Polisomnografi (PSG):
- Merupakan gold standard untuk diagnosis definitif apnea tidur pada anak, memungkinkan pengukuran central apnea index, saturasi oksigen, monitoring CO2, deteksi arousal, dan monitoring video 2, 7
- Home sleep apnea test (HSAT) TIDAK direkomendasikan pada anak karena tidak dapat memonitor kadar CO2 atau mendeteksi arousal 8, 7
Konteks Usia dan Definisi BRUE
Untuk bayi <1 tahun dengan episode yang sekarang sudah teratasi, pertimbangkan diagnosis Brief Resolved Unexplained Event (BRUE), yang didefinisikan sebagai episode mendadak, singkat, dan sekarang sudah teratasi berupa sianosis/pucat, napas yang tidak ada/berkurang/ireguler, perubahan tonus yang mencolok, atau perubahan responsivitas, tanpa penjelasan setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik menyeluruh 2
Faktor risiko untuk kejadian yang lebih berat:
- Apnea sentral >30 detik
- SpO2 <80% selama 10 detik
- Heart rate <50-60 bpm selama 10 detik
- Gejala infeksi saluran napas atas 2
Pendekatan Manajemen
Untuk Bayi Risiko Rendah
- Monitoring singkat dengan pulse oximetry kontinyu dan observasi serial dapat sesuai 2
- Follow-up rawat jalan yang ketat dalam 24 jam untuk mengidentifikasi kekhawatiran yang berkelanjutan 2
Untuk Bayi dengan Penyebab Patologis Teridentifikasi
- Tatalaksana ditujukan pada kondisi yang mendasari 1, 3
- Monitoring kardiorespirasi kontinyu selama rawat inap
- Pertimbangkan konsultasi spesialis sesuai etiologi (neurologi, kardiologi, pulmonologi)
Peringatan Penting
- Apnea sentral dapat terlewat diagnosis jika hanya menggunakan HSAT karena tidak dapat memonitor kadar CO2 atau mendeteksi arousal 2
- Apnea singkat 10-15 detik tanpa desaturasi atau bradikardia signifikan pada neonatus dapat bersifat jinak dan merepresentasikan imaturitas kontrol respirasi yang normal secara developmental, NAMUN ini berlaku untuk bayi prematur, bukan bayi cukup bulan 2
- Pada bayi cukup bulan, bahkan apnea singkat harus dianggap patologis sampai terbukti sebaliknya 3
- Hubungan antara apnea dan refluks gastroesofageal belum pernah terbukti secara definitif, meskipun sering diasumsikan dalam praktik klinis 4
- Jangan menunda evaluasi sepsis atau kejang pada bayi cukup bulan dengan apnea, karena ini adalah penyebab yang mengancam jiwa 1, 3