What are the considerations for anesthesia in a patient with Systemic Lupus Erythematosus (SLE)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 12, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Konsiderasi Anestesi pada Pasien dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Pasien SLE memerlukan evaluasi pra-operatif menyeluruh terhadap keterlibatan organ multipel dan manajemen perioperatif yang hati-hati karena risiko komplikasi ginjal dan mortalitas yang meningkat secara signifikan. 1, 2

Evaluasi Pra-Operatif

Penilaian Keterlibatan Organ Spesifik

  • Sistem kardiovaskular: Evaluasi untuk perikarditis, hipertensi, dan penyakit jantung koroner yang dipercepat, karena komplikasi kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas 1, 3
  • Sistem respirasi: Periksa adanya pneumonitis, efusi pleura, dan hipertensi pulmonal yang dapat mempengaruhi manajemen ventilasi 1
  • Sistem ginjal: Fungsi ginjal harus dievaluasi secara menyeluruh karena SLE berhubungan dengan peningkatan risiko komplikasi ginjal pasca-operatif (odds ratio 1.33) 2
  • Sistem hematologi: Periksa anemia, trombositopenia, dan kelainan koagulasi yang sering terjadi; evaluasi antibodi antifosfolipid untuk risiko trombosis 4, 1, 5
  • Sistem saraf: Identifikasi riwayat meningitis aseptik, kejang, atau manifestasi neuropsikiatrik lainnya 4, 5

Pemeriksaan Laboratorium Baseline

  • Hitung darah lengkap untuk mendeteksi anemia, trombositopenia, dan neutropenia 4, 1
  • Fungsi ginjal (kreatinin, urinalisis) karena nefritis lupus meningkatkan risiko perioperatif 4, 2
  • Profil koagulasi lengkap, terutama pada pasien dengan antibodi antifosfolipid 4
  • Komplemen (C3, C4) dan autoantibodi (anti-dsDNA) untuk menilai aktivitas penyakit 4
  • Skrining infeksi (HIV, HBV, HCV, tuberkulosis) sesuai faktor risiko, terutama sebelum pemberian imunosupresan 4

Evaluasi Terapi yang Sedang Berjalan

  • Kortikosteroid: Pasien dengan terapi steroid jangka panjang memerlukan suplementasi steroid perioperatif untuk mencegah insufisiensi adrenal 4, 1
  • Imunosupresan: Dokumentasi penggunaan azathioprine, mycophenolate mofetil, atau cyclophosphamide karena meningkatkan risiko infeksi 4, 3
  • Antikoagulan: Pada pasien dengan sindrom antifosfolipid, rencanakan manajemen antikoagulasi perioperatif 4

Manajemen Intra-Operatif

Pemilihan Teknik Anestesi

  • Baik anestesi umum maupun regional dapat digunakan dengan aman, pilihan bergantung pada jenis pembedahan dan kondisi pasien spesifik 1
  • Anestesi regional harus dihindari pada pasien dengan trombositopenia berat (<80,000/mm³) atau koagulopati aktif 1, 5
  • Pada pasien dengan riwayat meningitis aseptik atau manifestasi neurologis, pertimbangkan risiko-manfaat anestesi neuraksial dengan hati-hati 5

Agen Anestesi dan Obat Perioperatif

  • Induksi: Propofol dapat digunakan dengan aman untuk induksi 1
  • Pelumpuh otot: Rocuronium dan vecuronium lebih aman; hindari atracurium dan mivacurium karena pelepasan histamin 4
  • Analgesik: Fentanyl atau remifentanil dapat digunakan; berhati-hati dengan morfin karena potensi pelepasan histamin 4, 1
  • Anestesi lokal: Lidocaine dan bupivacaine aman digunakan 4

Monitoring Intra-Operatif

  • Monitoring standar: tekanan darah, irama jantung, saturasi oksigen harus ketat untuk menghindari hipoksia 4
  • Pertimbangkan monitoring tekanan vena sentral dan cardiac output untuk pembedahan mayor 4
  • Ukur kehilangan darah secara akurat; ambang transfusi >15% kehilangan darah 4
  • Monitor suhu tubuh secara ketat; hindari hipotermia yang dapat memicu komplikasi 4

Manajemen Cairan dan Hemodinamik

  • Hindari hipotensi yang dapat memperburuk perfusi ginjal pada pasien dengan nefritis lupus 2
  • Manajemen cairan yang cermat dengan pengukuran dan penggantian kehilangan cairan yang akurat 4
  • Pertimbangkan monitoring output urin untuk pembedahan mayor 4

Manajemen Pasca-Operatif

Monitoring Pasca-Operatif

  • Pasien dengan komorbiditas signifikan atau pembedahan berisiko tinggi memerlukan monitoring di unit perawatan intensif atau high-dependency unit 4
  • Monitor saturasi oksigen secara kontinyu; berikan oksigen untuk mempertahankan SpO2 di atas baseline atau 96% (mana yang lebih tinggi) selama 24 jam 4
  • Monitor suhu secara teratur karena demam dapat menjadi tanda awal infeksi atau aktivitas penyakit 4

Manajemen Nyeri

  • Gunakan skala penilaian nyeri yang tervalidasi dan evaluasi ulang secara teratur 4
  • Analgesik multimodal dengan kombinasi opioid dan non-opioid sesuai kebutuhan 4
  • Jangan menahan analgesik karena nyeri dapat menjadi pemicu aktivasi penyakit 4

Pencegahan Komplikasi

  • Tromboprofilaksis: Wajib untuk semua pasien pasca-pubertas karena peningkatan risiko trombosis vena dalam, terutama pada pasien dengan antibodi antifosfolipid 4
  • Pencegahan infeksi: Ambil kultur darah jika suhu ≥38.0°C dan mulai antibiotik jika ada tanda sepsis 4
  • Hidrasi: Lanjutkan cairan intravena sampai pasien dapat mentoleransi asupan oral yang adekuat; monitor keseimbangan cairan 4
  • Mobilisasi dini: Dorong mobilisasi, fisioterapi, dan spirometri insentif setiap 2 jam setelah pembedahan sedang atau mayor 4

Peringatan Khusus dan Pitfall yang Harus Dihindari

  • Risiko ginjal: SLE meningkatkan risiko komplikasi ginjal pasca-operatif secara signifikan; tindakan agresif untuk mencegah cedera ginjal perioperatif sangat penting 2
  • Mortalitas: SLE berhubungan dengan peningkatan mortalitas in-hospital (odds ratio 1.27); pertahankan indeks kecurigaan tinggi untuk komplikasi 2
  • Krisis adrenal: Jangan lupa suplementasi steroid pada pasien dengan terapi kortikosteroid kronis 1
  • Aktivasi penyakit: Stres pembedahan dapat memicu flare lupus; pertimbangkan konsultasi dengan rheumatologist untuk optimalisasi terapi perioperatif 4, 3
  • Interaksi obat: Waspadai interaksi antara obat anestesi dan imunosupresan yang sedang digunakan pasien 3

Related Questions

What is the best course of treatment for a patient with systemic lupus erythematosus (SLE) experiencing vision loss in one eye, with a normal slit lamp exam and no symptoms of pain or crusting?
What are examples of diseases that primarily affect one system but also impact other organs?
What are the anesthesia considerations for patients with systemic lupus erythematosus (SLE) undergoing surgery?
What should be the first nursing intervention for a patient with systemic lupus erythematosus (SLE) presenting with joint pain, dull aching pain in the lumbar region, and butterfly rashes on the face?
What is the management approach for emergencies in Systemic Lupus Erythematosus (SLE)?
Can Cabergoline (dopamine receptor agonist) cause fatigue in patients?
What is the recommended approach for a 28-year-old male with a history of diverticulitis, colostomy, abdominal hernia, and prediabetes, weighing 526lbs, who wants to start a GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) receptor agonist, such as liraglutide (Victoza) or semaglutide (Ozempic), for weight loss?
Does cabergoline (dopamine agonist) affect testosterone and Sex Hormone-Binding Globulin (SHBG) levels in male patients, particularly those of reproductive age or with a history of hormonal imbalances?
What is the recommended dose of Celexa (citalopram) for adults and adolescents with depression?
Can a patient taking gabapentin, trazodone (an antidepressant), and clonazepam (a benzodiazepine) add another sleep aid to their regimen due to difficulty sleeping?
What are the contraindications for melatonin use, especially in patients with bleeding disorders, epilepsy, autoimmune disorders, kidney or liver disease, pregnant or breastfeeding women, and geriatric individuals?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.