What is the pathophysiology of Systemic Lupus Erythematosus (SLE) and its relationship with type 3 hypersensitivity reactions?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 12, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Patofisiologi Lupus Eritematosus Sistemik dan Hubungannya dengan Reaksi Hipersensitivitas Tipe 3

Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit autoimun prototipe dari reaksi hipersensitivitas tipe III, di mana deposisi kompleks imun (autoantibodi yang berikatan dengan antigen nukleus) mengaktivasi sistem komplemen, merekrut sel-sel inflamasi, dan menyebabkan kerusakan jaringan multipel organ. 1, 2, 3

Mekanisme Patofisiologi Dasar

Kegagalan Toleransi Imunologis

  • LES dimulai dengan kegagalan fundamental dalam toleransi imunologis, yang menyebabkan produksi autoantibodi terhadap komponen nukleus 4, 2
  • Autoantibodi, terutama ketika membentuk kompleks imun, bersifat patogenik dan ditemukan pada hampir semua pasien LES 4, 1
  • Faktor genetik (termasuk polimorfisme gen MHC) dan pemicu lingkungan (terutama infeksi virus) berinteraksi untuk memicu onset penyakit 1, 2

Peran Sistem Imun Bawaan (Innate Immunity)

  • Aktivasi abnormal sistem imun bawaan merupakan sentral dalam patofisiologi LES 5
  • Sel dendritik plasmacytoid (pDC) dan sekresi interferon tipe I yang tidak terkendali merupakan fitur kunci penyakit 6, 5
  • Neutrophil extracellular traps (NETs), basofil, dan monosit/makrofag dengan inflammasome berperan dalam memperpetuat dan mengamplifikasi penyakit sistemik 6

Pembentukan dan Deposisi Kompleks Imun

  • Autoantibodi (terutama anti-dsDNA dan anti-Sm) berikatan dengan antigen nukleus membentuk kompleks imun yang bersirkulasi 7, 6
  • Deposisi kompleks antigen-antibodi di jaringan mengaktivasi sistem komplemen, merekrut sel inflamasi, dan menyebabkan kerusakan jaringan—ini adalah mekanisme klasik hipersensitivitas tipe III 1, 3
  • Debris apoptotik (termasuk kromatin) yang tidak dibersihkan dengan baik dapat mengaktivasi sistem imun bawaan dan adaptif 3

Hubungan Spesifik dengan Hipersensitivitas Tipe 3

Karakteristik Reaksi Hipersensitivitas Tipe III pada LES

  • LES adalah contoh prototipe dari reaksi hipersensitivitas tipe III 3
  • Deposisi lokal antibodi anti-nukleus dalam kompleks dengan kromatin yang dilepaskan menginduksi kondisi inflamasi serius melalui aktivasi sistem komplemen 3
  • Kompleks imun yang bersirkulasi dapat terdeposit di berbagai organ, menyebabkan kerusakan jaringan dan manifestasi klinis 6

Manifestasi Organ Spesifik

  • Nefritis lupus merupakan manifestasi klasik dari deposisi kompleks imun, dikaitkan dengan antibodi anti-dsDNA dan anti-C1q 4, 1, 2
  • Glomerulonefritis yang dimediasi kompleks imun terjadi akibat deposisi kompleks antigen-antibodi, sering dalam konteks aktivasi komplemen yang aberan 1
  • Manifestasi lain termasuk: kardiovaskular, dermatologis, gastrointestinal, imuno-hematologis, muskuloskeletal, neuropsikiatrik, dan pulmonal 2

Faktor yang Mempengaruhi Patogenisitas

Faktor Genetik dan Lingkungan

  • Polimorfisme gen MHC dikaitkan dengan peningkatan kerentanan terhadap perkembangan reaksi autoimun 1
  • Infeksi virus dapat memicu atau memperburuk lupus melalui reaktivasi virus keluarga herpes dan aktivasi limfosit 1
  • Predisposisi genetik memainkan peran penting dalam perkembangan autoimunitas 1

Peran Autoantibodi Spesifik

  • Anti-dsDNA dan anti-Sm sangat spesifik untuk LES dan berpartisipasi dalam pembentukan kompleks imun serta kerusakan inflamasi pada organ target seperti ginjal, kulit, dan sistem saraf pusat 7
  • Antibodi anti-C1q dikaitkan dengan nefritis lupus 4
  • Antibodi antifosfolipid ditemukan pada 30-40% pasien SLE 8

Konsekuensi Klinis dari Deposisi Kompleks Imun

Komplikasi Sistemik

  • Infeksi merupakan 25-50% dari mortalitas keseluruhan, dengan lebih dari 20% hospitalisasi disebabkan oleh infeksi 4, 1, 2
  • Risiko infeksi meningkat karena penyakit itu sendiri (respons imun aberan, disregulasi komplemen) dan terapi imunosupresan 4
  • Anemia sering diamati pada pasien LES, terutama pada stadium lanjut, kemungkinan karena defisiensi besi atau anemia hemolitik autoimun (AIHA) yang dihasilkan dari peningkatan eryptosis 4

Manifestasi Hematologis

  • Pasien SLE memiliki kadar hematokrit lebih rendah dibandingkan individu sehat dan menunjukkan persentase eritrosit yang mengekspos fosfatidilserin lebih tinggi, peningkatan kadar Ca²⁺ sitosol, kelimpahan ROS, dan penyusutan eritrosit yang signifikan 4
  • Antibodi seperti anti-Sm dan anti-RNP dikaitkan dengan berbagai gangguan hematologis, termasuk anemia hemolitik 4

Peringatan Klinis Penting

  • Sebelum mendiagnosis glomerulonefritis yang dimediasi kompleks imun sebagai idiopatik, semua kemungkinan diagnostik lain harus disingkirkan, termasuk penyebab infeksius (hepatitis B, hepatitis C, endokarditis, malaria) dan penyebab autoimun lainnya 1
  • C3 glomerulopathy dapat menyerupai glomerulonefritis yang dimediasi kompleks imun, terutama jika dipicu oleh infeksi; oleh karena itu, proses yang dimediasi komplemen harus disingkirkan 1
  • Infeksi bersamaan atau sebelumnya harus disingkirkan sebelum mengatribusikan diagnosis C3 glomerulopathy 1
  • Mungkin diperlukan digestasi proteolitik pada jaringan biopsi yang tertanam parafin untuk mendeteksi imunoglobulin monoklonal yang mungkin terselubung selama investigasi imunofluoresensi rutin 1

References

Guideline

Imunocomplexos e Doenças Relacionadas

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Systemic Lupus Erythematosus: Clinical Overview and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Seronegative Systemic Lupus Erythematosus Diagnosis and Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.