What are the considerations for anesthesia management in a patient with Cushing's syndrome (adrenal gland disorder) undergoing surgery?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 13, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Anestesi Pasien Sindrom Cushing

Pasien dengan sindrom Cushing yang menjalani pembedahan memerlukan suplementasi glukokortikoid perioperatif dengan hydrocortisone 100 mg IV saat induksi diikuti infus kontinyu 200 mg/24 jam, karena hiperkortisol kronis menekan aksis hipotalamus-pituitari-adrenal dan meningkatkan risiko insufisiensi adrenal akut pascaoperasi. 1, 2

Persiapan Preoperatif

Evaluasi dan Optimalisasi Medis

  • Kontrol komorbiditas kardiovaskular dan metabolik sebelum operasi, termasuk hipertensi, diabetes, dan gangguan elektrolit (hipokalemia, hipernatremia) yang umum pada sindrom Cushing 3, 4, 5

  • Pertimbangkan terapi medis preoperatif (PMT) dengan inhibitor steroidogenesis pada pasien dengan hiperkortisol berat atau jika operasi tertunda, meskipun manfaat rutin untuk semua pasien masih kontroversial 5

  • Berikan profilaksis tromboembolisme karena pasien sindrom Cushing memiliki risiko tinggi emboli paru dan kejadian trombotik perioperatif 4, 5

  • Jadwalkan pasien sebagai kasus pertama untuk meminimalkan periode puasa dan memfasilitasi monitoring ketat pascaoperasi 6

Kolaborasi dengan Endokrinologi

  • Konsultasi dengan endokrinolog pasien untuk merencanakan strategi perioperatif, terutama pada pasien dengan faktor risiko multipel (usia lanjut, komorbiditas) 6

  • Verifikasi riwayat penggunaan steroid pasien dan kemampuan mereka dalam self-management, termasuk pengalaman krisis adrenal sebelumnya dan penyesuaian dosis saat sakit 6

Manajemen Intraoperatif

Protokol Suplementasi Steroid

  • Berikan hydrocortisone 100 mg IV pada saat induksi anestesi, diikuti segera dengan infus kontinyu hydrocortisone 200 mg/24 jam untuk semua pasien sindrom Cushing yang menjalani operasi mayor 6, 1, 2

  • Alternatif: dexamethasone 6-8 mg IV dapat menggantikan regimen hydrocortisone dan memberikan coverage adekuat selama 24 jam, tetapi JANGAN gunakan pada insufisiensi adrenal primer karena tidak memiliki aktivitas mineralokortikoid 1

  • Regimen alternatif jika infus tidak tersedia: hydrocortisone 50 mg IV atau IM setiap 6 jam 6, 7

Monitoring Intraoperatif

  • Monitor hemodinamik ketat karena pasien berisiko hipotensi resisten volume akibat gangguan respons reseptor alfa-adrenergik terhadap noradrenalin 6

  • Periksa glukosa darah setiap jam jika puasa preoperatif melebihi 4 jam, karena pasien rentan terhadap hipoglikemia dan hiperglikemia 6

  • Pertahankan keseimbangan cairan dengan hati-hati, karena suplementasi glukokortikoid dapat menyebabkan retensi natrium dan air 6

Manajemen Pascaoperatif

Fase Awal (24-48 Jam)

  • Lanjutkan infus hydrocortisone 200 mg/24 jam selama pasien NPO atau tidak dapat toleransi oral, atau alternatif hydrocortisone 50 mg IV/IM setiap 6 jam 6, 1, 2, 7

  • Monitor tanda-tanda krisis adrenal impending yang dapat muncul lebih awal daripada hipotensi: malaise non-spesifik, somnolen, penurunan kesadaran, disfungsi kognitif, dan hipotensi ortostatik 6

  • Periksa elektrolit secara serial: natrium sering rendah (tetapi tidak selalu), kalium dapat meningkat, dan C-reactive protein dapat meningkat 6

  • JANGAN mengurangi atau menghentikan suplementasi steroid jika pasien demam, karena demam persisten dapat disebabkan oleh insufisiensi adrenal meskipun sering diatribusikan ke sepsis 6

Transisi ke Terapi Oral

  • Setelah pasien dapat toleransi oral dan pemulihan tidak terkomplikasi: gandakan dosis hydrocortisone oral biasa selama 48 jam 6, 1, 7

  • Untuk operasi mayor atau pemulihan terkomplikasi: lanjutkan dosis oral ganda hingga satu minggu sebelum tapering ke dosis maintenance 6, 1, 7

  • Gunakan ekuivalensi konversi: 20 mg hydrocortisone = 5 mg prednisone, atau 10 mg hydrocortisone = 2 mg prednisone 1, 2

Kasus Khusus: Adrenalektomi untuk Sindrom Cushing

  • Pasien yang menjalani adrenalektomi unilateral atau bilateral memerlukan replacement jangka panjang: mulai dengan prednisone 20 mg/hari atau hydrocortisone 50 mg/hari (terbagi 30 mg pagi, 20 mg siang awal) 2

  • Tapering bertahap selama minggu hingga bulan berdasarkan pemulihan ACTH, dengan target mencapai dosis fisiologis prednisone 5 mg/hari atau hydrocortisone 15-20 mg/hari 2

  • Untuk adrenalektomi bilateral: replacement glukokortikoid seumur hidup diperlukan, PLUS fludrocortisone 0,05-0,1 mg/hari untuk replacement mineralokortikoid 2

  • Monitor tanda under-replacement (fatigue, mual, hipotensi, hiponatremia, hiperkalemia) dan over-replacement (memar, kulit tipis, edema, kenaikan berat badan, hipertensi, hiperglikemia) 2

Pertimbangan Khusus

Deteksi Remisi Pascaoperasi (untuk Operasi Pituitary)

  • Jika glukokortikoid TIDAK digunakan perioperatif: penilaian remisi segera pascaoperasi dimungkinkan 5

  • Kortisol serum nadir <2-5 µg/dL dalam 24-74 jam pascaoperasi umumnya diterima sebagai remisi; nilai lebih tinggi menunjukkan non-remisi 5

  • Beberapa pasien dapat menunjukkan remisi tertunda, sehingga monitoring berkelanjutan diperlukan 5

Pitfall yang Harus Dihindari

  • JANGAN menunda pemberian stress-dose steroid berdasarkan kadar kortisol preoperatif saja, karena respons stres bedah memerlukan suplementasi bahkan pada pasien dengan fungsi borderline-normal 1

  • JANGAN gunakan dexamethasone sebagai agen primer pada insufisiensi adrenal primer—tidak memiliki aktivitas mineralokortikoid dan memiliki waktu paruh panjang yang membuat penyesuaian dosis sulit 1, 7

  • JANGAN menghentikan stress-dose steroid secara tiba-tiba—selalu tapering bertahap selama 48 jam hingga satu minggu tergantung pemulihan klinis 1, 7

  • JANGAN menunda terapi jika dicurigai krisis adrenal—ambil sampel darah untuk kortisol dan ACTH, kemudian mulai terapi segera dengan hydrocortisone 100 mg IV bolus 7

Manajemen Lingkungan Perawatan Kritis

  • Pasien dengan insufisiensi adrenal yang mengalami komplikasi bedah harus dikelola di lingkungan perawatan kritis dengan monitoring intensif 6

  • Lanjutkan infus hydrocortisone stress-dose hingga stabilitas klinis tercapai jika pasien tetap kritis 1

Prinsip Keamanan Utama

Dalam situasi keraguan tentang kebutuhan steroid, selalu berikan stress-dose glukokortikoid, karena pemberian glukokortikoid jangka pendek tidak memiliki konsekuensi jangka panjang yang merugikan, sementara kegagalan memberikan dapat berakibat fatal. 1 Risiko mortalitas pada pasien dengan insufisiensi adrenal meningkat signifikan (risk ratio 2,19 untuk pria dan 2,86 untuk wanita), dan krisis adrenal terjadi pada tingkat 6-8 per 100 pasien-tahun, yang membenarkan coverage glukokortikoid adekuat 1

References

Guideline

Postoperative Corticosteroid Management in Pituitary Adenoma Surgery

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Postoperative Steroid Replacement After Adrenalectomy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Cushing syndrome.

Nature reviews. Disease primers, 2025

Research

Perioperative Management of a Patient With Cushing Disease.

Journal of the Endocrine Society, 2022

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Hydrocortisone Prescription for Adrenal Crisis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.