Obat-obatan yang Harus Dihindari pada Pasien Glaukoma
Kortikosteroid merupakan obat yang paling penting untuk dihindari atau digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien glaukoma karena dapat meningkatkan tekanan intraokular secara signifikan dan memperburuk kerusakan saraf optik. 1, 2, 3
Kortikosteroid - Risiko Utama
- Kortikosteroid dalam bentuk apapun (topikal mata, periokular, sistemik, atau inhalasi) dapat meningkatkan tekanan intraokular dan menyebabkan glaukoma 1, 3
- Sekitar 18-36% populasi umum adalah "corticosteroid responders", tetapi angka ini meningkat menjadi 46-92% pada pasien dengan glaukoma sudut terbuka primer 1
- Triamcinolone acetonide dan betamethasone sodium phosphate yang digunakan di sekitar mata memiliki risiko tertinggi untuk meningkatkan tekanan intraokular dibandingkan kortikosteroid lainnya 2
- Pasien berusia >40 tahun, penderita diabetes mellitus, miopia tinggi, dan keluarga pasien glaukoma lebih rentan terhadap glaukoma akibat kortikosteroid 1
Obat-obatan Lain yang Harus Dihindari atau Digunakan dengan Hati-hati
Antikolinergik
- Obat antikolinergik dapat memicu glaukoma sudut tertutup dengan menyebabkan dilatasi pupil 3
Antidepresan Tertentu
- Beberapa antidepresan dapat meningkatkan risiko glaukoma 3
- Semua pasien glaukoma yang diresepkan antidepresan harus tetap di bawah pengawasan ketat dokter mata dengan pemantauan tekanan intraokular secara teratur 4
- Target tekanan intraokular harus dipertahankan sekitar 20% lebih rendah dari pengukuran baseline untuk mencegah kerusakan glaukomatosa 4
Topiramate
- Topiramate dapat menyebabkan glaukoma sudut tertutup akut 3
Brimonidine pada Ibu Menyusui
- Brimonidine tidak boleh digunakan pada ibu yang sedang menyusui karena dapat menembus sawar darah-otak dan menyebabkan apnea dan somnolen pada bayi, balita, dan anak-anak 5
Pertimbangan Khusus untuk Glaukoma Sudut Tertutup Akut
Obat yang Harus Dihindari dalam Krisis Akut
- Analog prostaglandin tidak boleh digunakan pada glaukoma sudut tertutup akut karena dapat memperburuk inflamasi dan tidak memiliki peran dalam krisis sudut tertutup akut 6
- Pilocarpine harus dihindari ketika tekanan intraokular sangat tinggi (>40-50 mmHg) karena sfingter iris yang iskemik tidak akan merespons, dan memaksa miosis dapat secara paradoks memperburuk penutupan sudut 6
- Timolol tidak boleh digunakan sendiri dalam pengobatan glaukoma sudut tertutup karena memiliki sedikit atau tidak ada efek pada pupil 7
Kontraindikasi Absolut Beta-blocker (seperti Timolol)
Pasien dengan kondisi berikut tidak boleh menggunakan timolol atau beta-blocker topikal lainnya: 7
- Asma bronkial atau riwayat asma bronkial
- Penyakit paru obstruktif kronik berat
- Sinus bradikardia
- Blok atrioventrikular derajat dua atau tiga
- Gagal jantung
Algoritma Pemantauan untuk Obat Berisiko
Sebelum memulai terapi obat berisiko (kortikosteroid, antidepresan): Lakukan pemeriksaan oftalmologi baseline untuk mendokumentasikan status saraf optik dan lapang pandang 4
Untuk pasien dengan glaukoma berat atau tidak stabil: Konsultasi antara psikiatri dan oftalmologi disarankan sebelum memulai terapi antidepresan 4
Pemantauan rutin: Semua pasien glaukoma yang menggunakan obat-obatan berisiko harus dipantau tekanan intraokularnya secara teratur 4, 8
Peringatan Penting
- Jika kortikosteroid diperlukan, gunakan dosis serendah mungkin untuk waktu sesingkat mungkin, dan pantau tekanan intraokular secara ketat 1
- Edukasi pasien dan praktisi medis tentang risiko kortikosteroid sangat penting untuk meminimalkan risiko glaukoma akibat kortikosteroid 1
- Pasien yang menerima beta-blocker oral dan timolol topikal harus dipantau untuk efek aditif potensial dari beta-blockade, baik sistemik maupun pada tekanan intraokular 7