Penyebab Eksim yang Hanya Muncul di Kedua Tangan
Eksim yang hanya muncul di tangan kanan dan kiri kemungkinan besar disebabkan oleh dermatitis kontak iritan (ICD) akibat paparan berulang terhadap bahan kimia, sabun, deterjen, atau pekerjaan basah, yang merupakan 80% dari semua kasus dermatitis okupasional. 1
Penyebab Utama Eksim di Kedua Tangan
Dermatitis Kontak Iritan (Paling Umum)
Dermatitis kontak iritan adalah penyebab paling sering dari eksim yang terlokalisir di tangan, terjadi pada 80% kasus penyakit kulit okupasional. 1 Kondisi ini terjadi karena:
- Paparan berulang terhadap iritan seperti sabun, deterjen, hand sanitizer berbasis alkohol, desinfektan, dan air panas yang merusak lapisan pelindung kulit 1
- Pekerjaan basah atau "wet work" yang melibatkan cuci tangan berulang kali, terutama pada petugas kesehatan yang memiliki prevalensi 30% untuk penyakit kulit okupasional 1
- Penggunaan sarung tangan berkepanjangan tanpa aplikasi pelembab di bawahnya, yang meningkatkan oklusi dan iritasi 1
Mekanisme kerusakan terjadi karena deterjen mengurangi kelembaban stratum korneum dan melucuti lipid pelindung, membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi. 1 Kombinasi iritan kimia dan fisik (seperti deterjen dan air panas) menyebabkan keratinosit melepaskan sitokin proinflamasi yang memicu gangguan barrier kulit. 1
Dermatitis Kontak Alergi (ACD)
Dermatitis kontak alergi harus dipertimbangkan jika eksim tidak membaik dengan menghindari iritan atau jika ada riwayat sensitisasi terhadap alergen tertentu. 1, 2 Alergen umum yang menyebabkan ACD di tangan meliputi:
- Nikel (perhiasan, alat logam, koin) 1, 2
- Pewangi dan pengawet dalam sabun, hand sanitizer, dan produk perawatan kulit 1
- Rubber accelerators dalam sarung tangan nitril (meskipun sarung tangan nitril menggantikan lateks untuk menghindari alergi lateks) 1
- Antibiotik topikal seperti neomycin dan bacitracin 1
- Propylene glycol dalam hand sanitizer 1
ACD memerlukan sensitisasi terhadap alergen spesifik, diikuti dengan respons inflamasi pada paparan berikutnya. 1 Diagnosis ACD memerlukan patch testing dengan sensitivitas 70-80%, terutama jika dermatitis persisten atau tidak responsif terhadap terapi standar. 1, 2
Dermatitis Atopik yang Memburuk di Tangan
Dermatitis atopik pre-eksisting dapat memburuk di area tangan karena paparan iritan atau alergen. 1 Pasien dengan riwayat atopi memiliki barrier kulit yang sudah terganggu, membuat mereka lebih rentan terhadap ICD dan ACD. 1, 3
Faktor Risiko yang Perlu Diidentifikasi
Tanyakan secara spesifik tentang:
- Frekuensi cuci tangan - lebih dari 10 kali per hari meningkatkan risiko secara signifikan 1
- Jenis sabun atau pembersih - sabun antibakteri (chlorhexidine, triclosan), deterjen, atau disinfektan rumah tangga yang keras 1
- Suhu air - air panas (>40°C) atau air sangat dingin 1, 2
- Penggunaan sarung tangan - durasi pemakaian, jenis sarung tangan, apakah menggunakan pelembab sebelumnya 1
- Pekerjaan - petugas kesehatan, pekerja kebersihan, tukang masak, penata rambut, pekerja konstruksi 1
- Paparan bahan kimia - pemutih, pelarut, semen, cat, bahan kimia industri 1, 2
- Aplikasi produk topikal - krim antibiotik, lem super (cyanoacrylate), plester dengan bacitracin 1
Algoritma Diagnostik
Langkah 1: Tentukan apakah ICD atau ACD
- ICD lebih mungkin jika: onset setelah peningkatan cuci tangan, pekerjaan dengan wet work, membaik saat menghindari iritan, tidak ada riwayat alergi kontak 1, 2
- ACD lebih mungkin jika: dermatitis persisten meskipun menghindari iritan, riwayat alergi kontak, pola distribusi yang mencerminkan paparan produk tertentu (misalnya ujung jari, punggung tangan), onset baru atau perburukan signifikan 1, 2
Langkah 2: Evaluasi klinis
- Pola akut: eritema, edema, vesikel 1
- Pola subakut: pembentukan krusta, scaling 1
- Pola kronis: likenifikasi, fisura 1, 4
Langkah 3: Patch testing
- Lakukan patch testing jika: dermatitis rekalsitran, perubahan dari baseline dermatitis, kecurigaan ACD, atau tidak dapat menyingkirkan ACD 1, 2
- Patch testing memiliki sensitivitas 60-80% dan harus dilakukan pada kulit yang tidak terlibat 1, 2
Peringatan Penting
Jebakan umum yang harus dihindari:
- Jangan menggunakan disinfektan permukaan untuk tangan - produk rumah tangga mengandung N-alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride yang sangat mengiritasi 1
- Jangan mencuci tangan dengan deterjen piring atau iritan lain yang diketahui 1
- Jangan memakai sarung tangan saat tangan masih basah dari cuci tangan atau hand sanitizer, karena meningkatkan risiko iritasi 1
- Jangan menggunakan air panas - suhu >40°C menyebabkan fluidisasi lipid dan meningkatkan permeabilitas kulit 1, 2
- Jangan mengabaikan kemungkinan ACD - 6-60% pasien dengan dermatitis atopik juga memiliki ACD 1