What are the preferred anticoagulant options for a patient with Deep Vein Thrombosis (DVT)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pilihan Antikoagulan pada DVT

Direct oral anticoagulants (DOACs) – yaitu apixaban, dabigatran, edoxaban, atau rivaroxaban – adalah pilihan lini pertama untuk pengobatan DVT akut, lebih diutamakan daripada warfarin karena profil efikasi dan keamanan yang lebih baik. 1, 2

Pilihan Antikoagulan Lini Pertama

DOACs sebagai Terapi Standar

Empat DOAC yang direkomendasikan memiliki efikasi yang sebanding, sehingga pemilihan bergantung pada faktor spesifik pasien: 2

  • Apixaban: 10 mg dua kali sehari selama 7 hari, kemudian 5 mg dua kali sehari; harus diminum bersama makanan untuk absorpsi yang optimal 2, 3
  • Rivaroxaban: dosis awal lebih tinggi diikuti dosis pemeliharaan 2
  • Edoxaban: memerlukan antikoagulan parenteral awal sebelum dimulai 2, 3
  • Dabigatran: 150 mg dua kali sehari setelah 5-10 hari antikoagulan parenteral 3

Keunggulan DOACs dibandingkan warfarin meliputi: 1, 4

  • Pengurangan risiko perdarahan mayor (RR 0.61; 95% CI 0.45-0.83) 4
  • Risiko rekurensi yang serupa (RR 0.90; 95% CI 0.77-1.06) 4
  • Tidak memerlukan monitoring laboratorium rutin 2, 5
  • Onset dan offset aksi yang cepat 6

Alternatif untuk Populasi Khusus

Pasien dengan Kanker Aktif

Low molecular weight heparin (LMWH) adalah pilihan utama untuk DVT terkait kanker, lebih diutamakan daripada DOACs atau warfarin: 1, 2

  • Dalteparin: 200 IU/kg sekali sehari selama 4-6 minggu, kemudian 75% dari dosis awal hingga 6 bulan 2
  • Enoxaparin: 1 mg/kg subkutan dua kali sehari atau 1.5 mg/kg sekali sehari 1
  • Terapi harus dilanjutkan minimal 3-6 bulan, atau selama kanker masih aktif atau dalam pengobatan 1, 2

Pasien dengan Gangguan Ginjal Berat

Untuk pasien dengan creatinine clearance <30 mL/min, DOACs mungkin tidak sesuai; pertimbangkan penyesuaian dosis atau agen alternatif seperti warfarin atau LMWH: 2

Pasien dengan Antiphospholipid Syndrome

Warfarin dengan target INR 2.5 (rentang 2.0-3.0) lebih diutamakan daripada DOACs pada pasien dengan APS yang terkonfirmasi: 1

Pasien Hamil

LMWH atau unfractionated heparin (UFH) adalah pilihan aman karena tidak melewati plasenta, sedangkan warfarin bersifat teratogenik dan harus dihindari: 2, 7

Durasi Terapi Antikoagulan

DVT Terprovokasi

  • DVT terkait pembedahan: 3 bulan antikoagulan 1, 2
  • DVT terkait faktor risiko transien non-bedah: 3 bulan antikoagulan 2

DVT Tidak Terprovokasi (Unprovoked)

Untuk DVT proksimal tidak terprovokasi dengan risiko perdarahan rendah atau sedang, terapi antikoagulan diperpanjang (tanpa tanggal berhenti terjadwal) lebih diutamakan daripada hanya 3 bulan terapi: 1, 2

  • Untuk terapi diperpanjang, dapat digunakan dosis penuh atau dosis dikurangi (rivaroxaban 10 mg sekali sehari atau apixaban 2.5 mg dua kali sehari) 2
  • Penggunaan terapi harus dinilai ulang secara berkala (misalnya, setiap tahun) 1, 2

DVT Rekuren

Antikoagulan seumur hidup sangat direkomendasikan untuk pasien dengan VTE rekuren: 2

DVT Distal Terisolasi

Untuk DVT distal akut terisolasi tanpa gejala berat atau faktor risiko ekstensi, pencitraan serial vena dalam selama 2 minggu lebih diutamakan daripada antikoagulan langsung: 1, 2

Faktor risiko untuk ekstensi meliputi: 2

  • Beban trombus yang ekstensif
  • Kedekatan dengan vena proksimal
  • Kanker aktif
  • Riwayat VTE sebelumnya
  • Status rawat inap

Jika DVT distal dikelola dengan antikoagulan, gunakan regimen yang sama seperti DVT proksimal akut: 1

Peringatan Penting dan Jebakan Umum

Interaksi Obat

DOACs memiliki interaksi dengan obat yang dimetabolisme melalui enzim CYP3A4 atau P-glikoprotein yang dapat mempengaruhi efikasinya: 2

Monitoring Fungsi Ginjal

Penilaian fungsi ginjal secara teratur penting saat menggunakan DOACs karena mungkin memerlukan penyesuaian dosis: 2

Terapi yang TIDAK Direkomendasikan

  • Filter vena cava inferior tidak direkomendasikan sebagai tambahan terapi antikoagulan untuk DVT 1, 2
  • Stoking kompresi tidak direkomendasikan secara rutin untuk mencegah sindrom post-trombotik 2
  • Trombolisis harus dihindari untuk sebagian besar pasien dengan DVT proksimal; antikoagulan saja lebih diutamakan 1, 2

DVT Breakthrough pada Antikoagulan

Jika DVT rekuren terjadi saat menggunakan DOAC, beralih ke LMWH daripada meningkatkan dosis DOAC: 8

  • Jika rekurensi terjadi bahkan pada LMWH, tingkatkan dosis LMWH sekitar 25-33% 8

Target INR untuk Warfarin

Jika warfarin digunakan, target INR harus 2.5 (rentang 2.0-3.0) untuk semua durasi pengobatan: 1, 2, 9

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Anticoagulant Therapy for Deep Vein Thrombosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Deep vein thrombosis: pathogenesis, diagnosis, and medical management.

Cardiovascular diagnosis and therapy, 2017

Research

Deep Vein Thrombosis.

Current treatment options in cardiovascular medicine, 1999

Guideline

Management of Breakthrough DVT on Apixaban and Plavix

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Deep Venous Thrombosis and Pulmonary Embolism.

Current treatment options in cardiovascular medicine, 2002

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.