Dosis Antikoagulan untuk Trombosis Vena Dalam (DVT)
Rekomendasi Dosis Berdasarkan Jenis Antikoagulan
Untuk pengobatan DVT akut, gunakan rivaroxaban 15 mg dua kali sehari dengan makanan selama 21 hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan 20 mg sekali sehari dengan makanan untuk sisa pengobatan. 1
Pilihan Direct Oral Anticoagulants (DOACs)
Rivaroxaban (Pilihan Utama):
- Fase awal (hari 1-21): 15 mg dua kali sehari dengan makanan 1
- Fase lanjutan: 20 mg sekali sehari dengan makanan 1
- Keuntungan: Tidak memerlukan antikoagulan parenteral awal, dapat dimulai langsung 2
Apixaban:
- Fase awal (hari 1-7): 10 mg dua kali sehari 3
- Fase lanjutan: 5 mg dua kali sehari 3
- Dapat dimulai tanpa heparin awal 2
Edoxaban atau Dabigatran:
- Memerlukan antikoagulan parenteral (heparin/LMWH) selama 5-10 hari terlebih dahulu 3
- Edoxaban: 60 mg sekali sehari setelah fase parenteral 3
- Dabigatran: 150 mg dua kali sehari setelah fase parenteral 3
Low Molecular Weight Heparin (LMWH) - Enoxaparin
Dosis Terapeutik:
- 1 mg/kg subkutan setiap 12 jam (regimen pilihan) 4
- Alternatif: 1,5 mg/kg subkutan sekali sehari 4
- Untuk BMI ≥40 kg/m²: gunakan 0,8 mg/kg setiap 12 jam 4
Penyesuaian untuk Gangguan Ginjal:
- CrCl <30 mL/menit: kurangi dosis atau hindari DOAC standar 3
- Untuk enoxaparin dengan CrCl <30 mL/menit: diperlukan penyesuaian dosis 4
Durasi Pengobatan
DVT Terprovokasi (dengan faktor risiko reversibel seperti operasi):
DVT Tidak Terprovokasi (idiopatik):
- Minimal 3 bulan, kemudian evaluasi untuk terapi perpanjangan 5, 3
- Pertimbangkan terapi antikoagulan seumur hidup jika risiko perdarahan rendah 5
DVT Terkait Kanker:
- Minimal 6 bulan, lanjutkan selama kanker masih aktif 3
- LMWH atau DOAC lebih disukai daripada warfarin 3
Terapi Fase Perpanjangan (Extended-Phase)
Setelah menyelesaikan minimal 6 bulan terapi standar, jika memilih melanjutkan antikoagulan:
- Rivaroxaban dosis rendah: 10 mg sekali sehari (tanpa atau dengan makanan) 5
- Apixaban dosis rendah: 2,5 mg dua kali sehari 5
- Dosis rendah mengurangi perdarahan mayor/klinis relevan sebanyak 10 per 1.000 kasus dibanding dosis penuh, dengan hanya 2 kejadian VTE berulang tambahan per 1.000 kasus 5
Pertimbangan Khusus dan Peringatan Penting
Obesitas:
- Pertimbangkan dosis intermediate atau berbasis berat badan untuk enoxaparin 4
- Untuk BMI ≥40 kg/m²: enoxaparin 0,8 mg/kg setiap 12 jam 4
Gangguan Ginjal Berat (CrCl <30 mL/menit):
- Hindari DOAC dosis standar 3
- Pertimbangkan warfarin dengan penyesuaian dosis atau antikoagulan alternatif 3
- Enoxaparin: kurangi ke 30 mg subkutan sekali sehari untuk profilaksis 4
Sindrom Antifosfolipid:
Kehamilan:
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari:
- Jangan menghentikan antikoagulan secara prematur tanpa pertimbangan antikoagulan alternatif 1
- Jangan menggunakan DOAC pada pasien dengan sindrom antifosfolipid 3
- Jangan lupa menyesuaikan dosis pada gangguan ginjal berat 3
- Jangan menggunakan dosis profilaksis untuk DVT terapeutik 5
Monitoring: