What is the recommended dose of warfarin (Coumadin) for a patient diagnosed with Deep Vein Thrombosis (DVT)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Warfarin untuk DVT

Untuk pasien dengan DVT, warfarin harus dimulai dengan dosis 5 mg sekali sehari, ditumpangtindihkan dengan antikoagulan parenteral (heparin atau LMWH) minimal 5 hari dan sampai INR mencapai >2.0 selama minimal 24 jam, dengan target INR 2.0-3.0. 1, 2

Terapi Antikoagulan Awal (Sebelum Warfarin Efektif)

Sebelum warfarin mencapai efek terapeutik, pasien DVT memerlukan antikoagulan parenteral. Pilihan yang direkomendasikan meliputi:

Pilihan Antikoagulan Parenteral

  • Unfractionated Heparin (UFH) intravena: Bolus 80 U/kg diikuti infus kontinyu 18 U/kg/jam, disesuaikan untuk mencapai aPTT yang sesuai dengan kadar anti-faktor Xa 0.3-0.7 IU/mL 3

  • Low Molecular Weight Heparin (LMWH) - lebih disukai dibanding UFH 3:

    • Enoxaparin: 1 mg/kg dua kali sehari atau 1.5 mg/kg sekali sehari 3, 1
    • Dalteparin: 200 IU/kg sekali sehari atau 100 IU/kg dua kali sehari 3, 1
    • Tinzaparin: 175 anti-Xa IU/kg sekali sehari 3, 1
  • Fondaparinux subkutan berdasarkan berat badan 3, 1:

    • <50 kg: 5 mg sekali sehari
    • 50-100 kg: 7.5 mg sekali sehari
    • 100 kg: 10 mg sekali sehari

Inisiasi dan Titrasi Warfarin

Dosis Awal

  • Dosis standar: 5 mg sekali sehari untuk sebagian besar pasien 1, 2, 4, 5
  • Warfarin dapat dimulai dalam 24 jam pertama setelah memulai antikoagulan parenteral 1, 4
  • Pertimbangkan dosis awal lebih rendah untuk pasien lanjut usia, status nutrisi buruk, penyakit hati, atau yang menggunakan obat yang mempengaruhi metabolisme warfarin 1, 2

Periode Tumpang Tindih (Overlap)

  • Lanjutkan antikoagulan parenteral minimal 5 hari DAN sampai INR mencapai ≥2.0 selama minimal 24 jam pada 2 pengukuran berturut-turut 3, 1, 2, 6
  • Periode overlap ini krusial karena INR dapat mencapai 2.0-3.0 sebelum deplesi lengkap semua faktor pembekuan yang bergantung vitamin K 1

Target INR dan Monitoring

  • Target INR: 2.5 (rentang 2.0-3.0) untuk semua durasi pengobatan 3, 2, 6

Frekuensi monitoring INR:

  • Fase awal (5-7 hari pertama): Periksa INR setiap hari atau setiap 2 hari sampai mencapai rentang terapeutik 1
  • Setelah stabilisasi awal: Periksa INR mingguan selama 2-3 minggu 1
  • Setelah stabil konsisten: Dapat diperpanjang menjadi setiap 2-4 minggu, bahkan 6-12 minggu jika INR sangat stabil 1
  • Setelah penyesuaian dosis: Periksa ulang dalam 4 minggu atau lebih cepat 1

Durasi Terapi Berdasarkan Skenario Klinis

DVT dengan Faktor Risiko Reversibel (Transient)

  • Durasi: 3 bulan untuk episode pertama DVT sekunder akibat faktor risiko reversibel (misalnya pasca-operasi atau trauma) 3, 1, 2, 6

DVT Idiopatik/Unprovoked

  • Durasi: 6-12 bulan untuk episode pertama DVT idiopatik 1, 2, 6
  • Evaluasi ulang untuk terapi indefinit setelah periode ini 3, 1

DVT Rekuren

  • Terapi indefinit dengan penilaian ulang risiko-manfaat secara berkala untuk pasien dengan 2 atau lebih episode DVT terdokumentasi 3, 1, 2, 6

DVT Terkait Kanker

  • LMWH monoterapi lebih disukai dibanding warfarin untuk pasien kanker 3, 1, 6
  • Durasi: Minimal 3-6 bulan atau selama kanker/kemoterapi masih berlangsung 3, 1
  • Pasien kanker memiliki risiko lebih tinggi untuk VTE rekuren dan perdarahan 1

Pertimbangan Khusus dan Peringatan

Populasi Khusus

  • Pasien dengan gangguan ginjal (CrCl <30 mL/min): Hindari atau sesuaikan dosis LMWH dan fondaparinux; pertimbangkan UFH sebagai alternatif 3, 1
  • Pasien kanker dengan kemoterapi: Monitoring lebih sering diperlukan karena interaksi obat yang mempengaruhi metabolisme warfarin 1
  • Pasien hamil: Warfarin bersifat teratogenik dan harus dihindari; gunakan UFH atau LMWH 4

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan hentikan antikoagulan parenteral terlalu cepat - pastikan overlap minimal 5 hari dan INR ≥2.0 selama 24 jam 1, 2
  • Jangan gunakan dosis loading tinggi - dosis 5 mg aman dengan risiko overdosis rendah 5
  • Jangan hentikan terapi prematur - meningkatkan risiko rekurensi 1
  • Pasien usia muda (<60 tahun) cenderung memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai INR terapeutik dan mungkin memerlukan dosis akhir lebih tinggi 7

Keamanan Dosis 5 mg

Studi audit menunjukkan bahwa inisiasi warfarin dengan 5 mg sehari aman dengan risiko overdosis rendah - hanya 1 dari 248 pasien (0.4%) memiliki INR >4.0 pada hari ke-4, dan tidak ada kasus perdarahan yang dilaporkan 5

References

Guideline

Warfarin Dosing for Deep Vein Thrombosis (DVT)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Deep Vein Thrombosis.

Current treatment options in cardiovascular medicine, 1999

Research

The initial phase of oral anticoagulation with warfarin in outpatients with deep venous thrombosis.

Blood coagulation & fibrinolysis : an international journal in haemostasis and thrombosis, 2003

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.