What is the target insertion site, catheter tip position, initial dosage, and total number of segments to be blocked for epidural anesthesia in a total hysterectomy procedure?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Anestesi Epidural untuk Histerektomi Total

Untuk histerektomi total, insisi epidural harus dilakukan pada level torakal tengah (T6-T8), dengan ujung kateter ditempatkan pada T6-T8, menggunakan dosis awal 15-20 ml bupivakain 0,5% atau ropivakain 0,5%, untuk mencakup 4-6 segmen dermatom (T4-T10) guna menutupi dermatom dan viseratom operasi. 1, 2

Target Insisi dan Posisi Ujung Kateter

Lokasi insisi epidural yang optimal:

  • Insisi epidural harus dilakukan pada level T6-T8 untuk operasi abdomen mayor seperti histerektomi total 1
  • Untuk insisi transversal atas (seperti pada histerektomi), kateter epidural harus dimasukkan antara akar T5 dan T8 3
  • Ujung kateter epidural harus berada pada level T6-T8 untuk memberikan analgesia yang adekuat 1

Kedalaman insersi kateter:

  • Kateter epidural standar harus dimasukkan 3-5 cm ke dalam ruang epidural untuk meminimalkan risiko dislokasi sambil menghindari komplikasi 4
  • Insersi yang lebih pendek meningkatkan risiko lepasnya kateter, sedangkan insersi yang lebih panjang meningkatkan risiko parestesia 3, 4

Dosis Pemberian Awal

Dosis inisial yang direkomendasikan:

  • Bupivakain 0,5%: 15-20 ml (75-100 mg) untuk anestesi bedah 2
  • Ropivakain 0,5%: 15-30 ml (75-150 mg) untuk anestesi bedah lumbar epidural 2
  • Alternatif: Bupivakain 0,75%: 15-20 ml (113-150 mg) untuk onset yang lebih cepat 2

Pertimbangan teknis pemberian:

  • Gunakan dosis uji 3-5 ml larutan anestesi lokal kerja pendek yang mengandung epinefrin sebelum induksi blok lengkap 2
  • Pemberian dosis penuh melalui jarum epidural sebelum insersi kateter dapat meningkatkan kualitas anestesi dan mengurangi komplikasi terkait kateter 5
  • Injeksi cepat volume besar harus dihindari; selalu gunakan dosis fraksional (inkremental) 2

Target Segmen Dermatom dan Viseratom

Cakupan segmen yang diperlukan:

  • Target level sensorik untuk anestesi adalah T4-T6 untuk memastikan analgesia yang adekuat pada operasi abdomen mayor 1
  • Untuk histerektomi total, diperlukan blok dari T4 hingga T10 (total 6-7 segmen dermatom) untuk menutupi:
    • Dermatom: Dinding abdomen anterior (T6-T12)
    • Viseratom: Uterus dan struktur pelvis (T10-L1)
    • Insisi bedah: Biasanya pada level T6-T10 1

Monitoring ketinggian blok:

  • Blok sensorik harus diuji (dingin dan tusukan) sebelum induksi anestesi umum 3
  • Nilai ketinggian blok setiap 5 menit sampai tidak ada ekstensi lebih lanjut yang diamati 1
  • Monitor tanda-tanda blok tinggi: agitasi meningkat, hipotensi signifikan, bradikardia, kelemahan ekstremitas atas, dispnea, atau kesulitan berbicara 1

Pertimbangan Klinis Penting

Peringatan keamanan:

  • Onset anestesi terjadi dalam 15-30 menit dengan bupivakain 0,5%, dan 10-20 menit dengan konsentrasi 0,75% 2
  • Durasi anestesi berkisar 2-4 jam dengan bupivakain 0,5% dan 3-5 jam dengan 0,75% 2
  • Dosis kumulatif hingga 770 mg ropivakain selama 24 jam dapat ditoleransi dengan baik pada dewasa 2

Teknik alternatif:

  • Untuk histerektomi laparoskopi total, dapat digunakan kombinasi kateter epidural torakal tengah dan lumbar bawah dengan tekanan pneumoperitoneum 12 mmHg 6
  • Panduan ultrasound real-time dapat meningkatkan tingkat keberhasilan penempatan kateter epidural torakal, dengan tingkat keberhasasan first-pass 76,3% 7

Catatan penting:

  • Pasien dalam kondisi umum yang buruk karena penuaan atau faktor kompromi lainnya memerlukan perhatian khusus dan penyesuaian dosis 2
  • Epidural torakal tengah direkomendasikan berdasarkan data yang menunjukkan pereda nyeri superior dan komplikasi respirasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan opioid intravena 3

References

Guideline

Epidural Placement Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Epidural Catheter Insertion Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.