Anestesi Epidural untuk Histerektomi Total
Untuk histerektomi total, insisi epidural harus dilakukan pada level torakal tengah (T6-T8), dengan ujung kateter ditempatkan pada T6-T8, menggunakan dosis awal 15-20 ml bupivakain 0,5% atau ropivakain 0,5%, untuk mencakup 4-6 segmen dermatom (T4-T10) guna menutupi dermatom dan viseratom operasi. 1, 2
Target Insisi dan Posisi Ujung Kateter
Lokasi insisi epidural yang optimal:
- Insisi epidural harus dilakukan pada level T6-T8 untuk operasi abdomen mayor seperti histerektomi total 1
- Untuk insisi transversal atas (seperti pada histerektomi), kateter epidural harus dimasukkan antara akar T5 dan T8 3
- Ujung kateter epidural harus berada pada level T6-T8 untuk memberikan analgesia yang adekuat 1
Kedalaman insersi kateter:
- Kateter epidural standar harus dimasukkan 3-5 cm ke dalam ruang epidural untuk meminimalkan risiko dislokasi sambil menghindari komplikasi 4
- Insersi yang lebih pendek meningkatkan risiko lepasnya kateter, sedangkan insersi yang lebih panjang meningkatkan risiko parestesia 3, 4
Dosis Pemberian Awal
Dosis inisial yang direkomendasikan:
- Bupivakain 0,5%: 15-20 ml (75-100 mg) untuk anestesi bedah 2
- Ropivakain 0,5%: 15-30 ml (75-150 mg) untuk anestesi bedah lumbar epidural 2
- Alternatif: Bupivakain 0,75%: 15-20 ml (113-150 mg) untuk onset yang lebih cepat 2
Pertimbangan teknis pemberian:
- Gunakan dosis uji 3-5 ml larutan anestesi lokal kerja pendek yang mengandung epinefrin sebelum induksi blok lengkap 2
- Pemberian dosis penuh melalui jarum epidural sebelum insersi kateter dapat meningkatkan kualitas anestesi dan mengurangi komplikasi terkait kateter 5
- Injeksi cepat volume besar harus dihindari; selalu gunakan dosis fraksional (inkremental) 2
Target Segmen Dermatom dan Viseratom
Cakupan segmen yang diperlukan:
- Target level sensorik untuk anestesi adalah T4-T6 untuk memastikan analgesia yang adekuat pada operasi abdomen mayor 1
- Untuk histerektomi total, diperlukan blok dari T4 hingga T10 (total 6-7 segmen dermatom) untuk menutupi:
- Dermatom: Dinding abdomen anterior (T6-T12)
- Viseratom: Uterus dan struktur pelvis (T10-L1)
- Insisi bedah: Biasanya pada level T6-T10 1
Monitoring ketinggian blok:
- Blok sensorik harus diuji (dingin dan tusukan) sebelum induksi anestesi umum 3
- Nilai ketinggian blok setiap 5 menit sampai tidak ada ekstensi lebih lanjut yang diamati 1
- Monitor tanda-tanda blok tinggi: agitasi meningkat, hipotensi signifikan, bradikardia, kelemahan ekstremitas atas, dispnea, atau kesulitan berbicara 1
Pertimbangan Klinis Penting
Peringatan keamanan:
- Onset anestesi terjadi dalam 15-30 menit dengan bupivakain 0,5%, dan 10-20 menit dengan konsentrasi 0,75% 2
- Durasi anestesi berkisar 2-4 jam dengan bupivakain 0,5% dan 3-5 jam dengan 0,75% 2
- Dosis kumulatif hingga 770 mg ropivakain selama 24 jam dapat ditoleransi dengan baik pada dewasa 2
Teknik alternatif:
- Untuk histerektomi laparoskopi total, dapat digunakan kombinasi kateter epidural torakal tengah dan lumbar bawah dengan tekanan pneumoperitoneum 12 mmHg 6
- Panduan ultrasound real-time dapat meningkatkan tingkat keberhasilan penempatan kateter epidural torakal, dengan tingkat keberhasasan first-pass 76,3% 7
Catatan penting:
- Pasien dalam kondisi umum yang buruk karena penuaan atau faktor kompromi lainnya memerlukan perhatian khusus dan penyesuaian dosis 2
- Epidural torakal tengah direkomendasikan berdasarkan data yang menunjukkan pereda nyeri superior dan komplikasi respirasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan opioid intravena 3