Target Dermatom dan Viseratom untuk Histerektomi
Dermatom Target untuk Anestesi Regional
Untuk histerektomi total abdominal, target dermatom utama adalah T10-L1, dengan perluasan ke S2-4 untuk komponen vaginal dan perineal. 1
Distribusi Nyeri Berdasarkan Tahap Prosedur
Nyeri uterus dan serviks: Impuls nyeri dari serviks dan segmen uterus bawah ditransmisikan melalui serabut C aferen ke medula spinalis pada level T10, T11, T12, dan L1 1
Nyeri pelvis dan perineum: Nyeri dari struktur pelvis, organ pelvis, dan perineum ditransmisikan melalui serabut Adelta dan C aferen ke dermatom S2-4 1
Pola penyebaran: Nyeri dimulai pada dermatom T11-T12, kemudian menyebar ke dermatom tetangga T10 dan L1, dan akhirnya melibatkan dermatom S2-4 selama manipulasi vaginal 1
Viseratom Target
Viseratom untuk histerektomi mencakup struktur intraperitoneal dan retroperitoneal yang dipersarafi oleh pleksus hipogastrik superior dan inferior.
Struktur Anatomi yang Relevan
Ligamentum uterosakral dan kardinal: Mengandung serabut saraf simpatis dan parasimpatis yang mempersarafi uterus dan serviks 2, 3
Arteri uterina dan parametrium: Area kritis yang memerlukan blokade adekuat untuk mengurangi nyeri viseral 2
Peritoneum pelvis: Manipulasi peritoneum dapat menyebabkan nyeri yang dirujuk ke dermatom somatik 1
Implikasi untuk Anestesi Regional
Untuk Histerektomi Abdominal
Anestesi epidural: Harus mencakup level T10 hingga S4 untuk blokade sensorik yang adekuat 4
Onset blokade: Dengan ropivacaine 100-200 mg epidural, median onset untuk mencapai blokade sensorik T10 adalah 10 menit (rentang 5-13 menit) 4
Durasi blokade: Median durasi blokade pada level T10 adalah 4 jam (rentang 3-5 jam) 4
Untuk Histerektomi Laparoskopi
Blokade TAP memiliki bukti yang tidak konsisten untuk histerektomi laparoskopi, berbeda dengan manfaatnya yang terbukti pada operasi abdominal terbuka 5
Pendekatan multimodal farmakologis (acetaminophen, NSAID, dexamethasone) lebih direkomendasikan daripada teknik regional untuk laparoskopi 6
Peringatan Penting
Jangan mengekstrapolasi: Kesimpulan dari histerektomi abdominal tidak dapat langsung diterapkan pada pendekatan laparoskopi karena mekanisme nyeri, intensitas, dan manajemen optimal berbeda secara signifikan 5
Nyeri bahu: Pada laparoskopi, nyeri bahu dari iritasi diafragma (C3-C5) merupakan komponen tambahan yang tidak ada pada pendekatan abdominal 6
Blokade motor: Ropivacaine 2 mg/mL untuk analgesia postoperatif memberikan blokade sensorik yang adekuat dengan blokade motor minimal, dengan setidaknya 80% pasien tidak memiliki blokade motor pada akhir periode infusi 21 jam 4