Dosis Induksi Propofol
Untuk pasien dewasa sehat (ASA I-II, usia <55 tahun), dosis induksi propofol yang direkomendasikan adalah 2-2,5 mg/kg yang dititrasi perlahan (sekitar 40 mg setiap 10 detik) hingga hilangnya kesadaran. 1
Dosis Induksi Berdasarkan Kategori Pasien
Pasien Dewasa Sehat (ASA I-II, <55 tahun)
- Dosis standar: 2-2,5 mg/kg diberikan secara titrasi bertahap 1, 2
- Teknik pemberian: 40 mg setiap 10 detik hingga tanda klinis onset anestesi tercapai 1
- Bolus cepat harus dihindari karena meningkatkan risiko depresi kardiorespirasi 1
Pasien Lansia, Lemah, atau ASA III-IV
- Dosis yang lebih rendah: 1-1,5 mg/kg (sekitar 20 mg setiap 10 detik) 1
- Penurunan dosis ini diperlukan karena penurunan klirens dan konsentrasi darah yang lebih tinggi pada populasi ini 1
- Bolus cepat sangat dikontraindikasikan karena risiko tinggi hipotensi, apnea, obstruksi jalan napas, dan desaturasi oksigen 1
Pasien Bedah Saraf
- Dosis lebih rendah: 1-2 mg/kg dengan induksi yang lebih lambat 1
- Gunakan bolus 20 mg setiap 10 detik atau infus titrasi untuk mengurangi kebutuhan dosis induksi 1
Pasien Pediatrik (3-16 tahun, ASA I-II)
- Dosis lebih tinggi: 2,5-3,5 mg/kg 1
- Anak yang lebih muda mungkin memerlukan dosis induksi yang lebih tinggi dibandingkan anak yang lebih tua 1
- Untuk pasien pediatrik ASA III-IV, gunakan dosis yang lebih rendah 1
Modifikasi Dosis Berdasarkan Premedikasi
Premedikasi dengan opioid atau benzodiazepin secara signifikan mengurangi kebutuhan dosis propofol:
- Premedikasi morfin (0,15 mg/kg) dengan N₂O 67% menurunkan kebutuhan dosis propofol dibandingkan premedikasi non-narkotik 1
- Premedikasi oral benzodiazepin atau opioid intramuskular mengurangi respons terhadap dosis induksi 1
Teknik Pemberian yang Aman
Prinsip Titrasi
- Interval 3-5 menit harus diberikan antara penyesuaian dosis untuk menilai efek klinis 1
- Konsentrasi darah propofol pada steady-state umumnya proporsional dengan laju infusi 1
- Efek yang tidak diinginkan seperti depresi kardiorespirasi lebih mungkin terjadi dengan bolus atau peningkatan cepat laju infusi 1
Monitoring Esensial
- Monitor kontinyu: laju jantung, tekanan darah, dan oksimetri nadi 3, 4
- Untuk sedasi dengan target-controlled infusion (TCI), konsentrasi effect-site 0,5-1 mcg/ml untuk sedasi 3
- Konsentrasi >1,5 mcg/ml secara signifikan meningkatkan risiko over-sedasi dan hipoventilasi, terutama dengan opioid bersamaan 3
Pertimbangan Khusus dan Peringatan
Efek Kardiovaskular
- Propofol menyebabkan penurunan dose-dependent pada cardiac output, resistensi vaskular sistemik, dan tekanan arteri 3, 4
- Siapkan vasopresor segera (seperti efedrin atau metaraminol) untuk mengatasi hipotensi 4
- Hipotensi lebih mungkin terjadi pada pasien dengan insufisiensi respirasi baseline atau instabilitas kardiovaskular 3
Kontraindikasi Alergi
- Hindari pada pasien dengan alergi telur, kedelai, atau sulfit karena propofol mengandung 10% minyak kedelai dan 1,2% fosfatida telur murni 4, 1
- Propofol tidak dikontraindikasikan pada pasien dengan alergi sulfonamida 4
Efek Samping Umum
- Nyeri saat injeksi terjadi pada hingga 30% pasien yang menerima bolus intravena 4
- Depresi respirasi dose-dependent 3, 1
- Dapat terjadi mioklonus 3
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Memberikan bolus cepat pada pasien lansia atau tidak stabil hemodinamik - ini meningkatkan risiko hipotensi berat dan apnea 1
- Tidak menunggu interval yang cukup (3-5 menit) antara penyesuaian dosis - dapat menyebabkan overdosis kumulatif 1
- Mengabaikan efek potensiasi dari premedikasi opioid atau benzodiazepin - dapat menyebabkan depresi kardiorespirasi yang berlebihan 1
- Tidak menyiapkan vasopresor sebelum induksi - hipotensi dapat terjadi dengan cepat dan memerlukan intervensi segera 4