Indikasi Pulang Pasien Pertusis
Pasien pertusis dapat dipulangkan setelah menyelesaikan 5 hari terapi antibiotik makrolid, dengan kondisi stabil secara klinis dan tidak memerlukan dukungan respirasi atau monitoring intensif.
Kriteria Utama untuk Pemulangan
Durasi Isolasi dan Terapi Antibiotik
- Pasien harus menyelesaikan minimal 5 hari terapi antibiotik (azithromycin, clarithromycin, atau erythromycin) sebelum dapat dipulangkan, karena setelah periode ini risiko transmisi berkurang secara signifikan 1, 2
- Isolasi di rumah sakit diperlukan hingga 5 hari pertama setelah memulai terapi antimikroba, setelah itu pasien dapat melanjutkan isolasi di rumah 2
- Pasien yang tidak menerima antibiotik tetap menular hingga 3-4 minggu setelah onset batuk 1
Stabilitas Klinis yang Diperlukan
Untuk bayi dan anak kecil (<6 bulan):
- Tidak ada episode apnea dalam 24-48 jam terakhir
- Saturasi oksigen stabil tanpa suplementasi oksigen
- Kemampuan makan/minum adekuat tanpa muntah post-tusif yang signifikan
- Tidak ada komplikasi seperti pneumonia, kejang, atau distress respirasi 3
Untuk anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa:
- Paroksisme batuk terkontrol dan tidak mengganggu asupan oral atau istirahat
- Tidak ada komplikasi seperti pneumonia sekunder
- Kondisi umum stabil untuk perawatan rawat jalan 3
Persiapan Pemulangan
Edukasi Pasien dan Keluarga
- Pasien harus tetap diisolasi di rumah dan tidak pergi ke sekolah/tempat kerja selama 5 hari setelah memulai antibiotik 1, 2
- Keluarga harus memahami bahwa batuk paroksismal dapat berlanjut selama berminggu-minggu meskipun sudah tidak menular 3
- Instruksikan tentang tanda-tanda komplikasi yang memerlukan evaluasi ulang (apnea pada bayi, distress respirasi, dehidrasi) 3
Profilaksis Kontak Rumah Tangga
- Semua kontak rumah tangga harus menerima profilaksis antibiotik dengan regimen yang sama seperti pengobatan, terlepas dari status vaksinasi 2, 4
- Prioritas tertinggi untuk profilaksis: bayi <12 bulan, wanita hamil trimester ketiga, dan kontak dengan kondisi immunocompromised 1, 2
- Regimen profilaksis: azithromycin 500 mg hari pertama, kemudian 250 mg/hari selama 4 hari untuk dewasa; atau erythromycin 500 mg 4x/hari selama 14 hari 2, 4
Rencana Follow-up
- Jadwalkan kontrol dengan dokter primer dalam 3-7 hari setelah pulang untuk evaluasi respons terapi dan komplikasi
- Pastikan kontak dengan dokter primer telah dikomunikasikan mengenai diagnosis dan rencana perawatan 2
- Verifikasi dan perbarui status vaksinasi pasien dan seluruh anggota keluarga, karena imunitas vaksin menurun setelah 5-10 tahun 1, 4
Pertimbangan Khusus
Kapan TIDAK Memulangkan Pasien
- Bayi <3 bulan dengan pertusis sebaiknya diobservasi lebih lama karena risiko tinggi apnea dan komplikasi serius 3
- Pasien dengan saturasi oksigen tidak stabil atau memerlukan suplementasi oksigen
- Pasien dengan komplikasi aktif (pneumonia, ensefalopati, kejang)
- Pasien dengan dehidrasi atau ketidakmampuan mempertahankan asupan oral 3
Peringatan Penting
- Pertusis tetap sangat menular dengan tingkat serangan sekunder >80% pada kontak yang rentan, sehingga isolasi ketat dan profilaksis kontak sangat krusial 2, 4
- Antibiotik paling efektif jika dimulai dalam fase kataral (2 minggu pertama), tetapi tetap diindikasikan pada fase paroksismal untuk mencegah transmisi meskipun manfaat klinis terbatas 1, 2
- Jangan menggunakan β-agonis, antihistamin, kortikosteroid, atau imunoglobulin pertusis karena tidak terbukti bermanfaat dalam mengontrol paroksisme batuk 1