Rawat Jalan Dapat Dipertimbangkan untuk Pasien Pertusis dengan Kondisi Klinis Stabil dan Leukositosis 22.000
Pasien pertusis dengan kondisi klinis baik dan leukosit 22.000/mm³ dapat dirawat jalan, dengan syarat pasien tidak memiliki faktor risiko tinggi seperti usia <120 hari, tidak ada distress pernapasan, tidak ada episode apnea, dan tersedia akses cepat ke fasilitas kesehatan dalam 1 jam. 1
Kriteria Penting untuk Rawat Jalan
Evaluasi Klinis yang Harus Dipenuhi
- Stabilitas hemodinamik harus dikonfirmasi tanpa kebutuhan oksigen tambahan, tidak ada episode apnea, dan tidak ada tanda distress pernapasan 1, 2
- Usia pasien merupakan faktor kritis - bayi ≤120 hari dengan pertusis memiliki risiko kematian yang signifikan dan sebaiknya dirawat inap 2, 3
- Tidak ada demam adalah karakteristik khas pertusis, dan adanya demam justru mengurangi kemungkinan diagnosis pertusis 4, 3
- Kemampuan pasien/keluarga untuk mematuhi terapi dan melakukan monitoring ketat di rumah harus dipastikan 1
Ambang Batas Leukosit yang Perlu Diperhatikan
- Leukosit 22.000/mm³ berada di atas ambang batas 20.000/mm³ yang merupakan prediktor independen untuk konfirmasi diagnosis pertusis (OR 7.96) 4
- Leukosit >30.000/mm³ adalah prediktor mortalitas yang signifikan (RR 6.7) dan memerlukan pertimbangan serius untuk rawat inap 4, 2
- Pada kasus fatal pertusis, jumlah leukosit secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kasus non-fatal 2, 5
- Serial pemeriksaan leukosit harus dilakukan untuk memantau progresivitas, karena leukositosis yang meningkat berkaitan dengan outcome buruk 2, 5
Syarat Mutlak untuk Rawat Jalan
Akses ke Fasilitas Kesehatan
- Pasien harus dapat mencapai fasilitas medis dalam waktu <1 jam jika kondisi memburuk 1
- Follow-up harian atau setiap 24-72 jam harus tersedia untuk monitoring ketat 1, 6
- Jika demam rekuren atau tanda infeksi baru muncul dalam 48 jam, readmisi rumah sakit wajib dilakukan 1
Edukasi Pasien/Keluarga
- Keluarga harus diedukasi tentang tanda bahaya yang memerlukan kunjungan emergensi segera: episode apnea, sianosis, distress pernapasan berat, atau perburukan batuk paroksismal 1, 6
- Caregiver yang reliable dan well-informed harus tersedia 24 jam 1
- Kontak informasi tim medis harus diberikan untuk akses darurat 1
Indikasi Mutlak Rawat Inap
Faktor Risiko Tinggi yang Memerlukan Hospitalisasi
- Usia <120 hari - kelompok ini memiliki risiko kematian tertinggi dengan median usia onset 23 hari pada kasus fatal 2, 3
- Episode apnea - merupakan tanda severe disease yang memerlukan intubasi dan ventilasi 2, 3
- Distress pernapasan atau kebutuhan oksigen - indikasi untuk monitoring intensif 1, 2
- Sianosis atau bradikardi selama episode batuk paroksismal 4, 3
- Leukosit >30.000/mm³ - ambang batas untuk risiko mortalitas tinggi 4, 2
- Hipertensi pulmonal - komplikasi yang berkaitan dengan kematian 2, 3
Monitoring yang Diperlukan untuk Pasien Rawat Inap
- Pemeriksaan serial leukosit untuk mendeteksi leukositosis progresif 2
- Evaluasi untuk hipertensi pulmonal 2
- Monitoring ketat untuk episode apnea dan kebutuhan intubasi 2, 3
- Pemberian azithromycin untuk semua kasus presumtif 2, 3
Peringatan Penting (Common Pitfalls)
- Jangan menunda rawat inap jika leukosit terus meningkat >30.000/mm³ atau muncul tanda klinis perburukan 4, 2
- Jangan mengabaikan usia muda - bayi <4 bulan memerlukan threshold lebih rendah untuk hospitalisasi 2, 3
- Jangan hanya fokus pada leukosit - stabilitas klinis dan kemampuan monitoring adalah faktor yang sama pentingnya 1, 4
- Jangan memberikan steroid - tidak terbukti bermanfaat dan tidak direkomendasikan untuk pertusis berat 2
- Pastikan exchange blood transfusion dipertimbangkan jika leukositosis ekstrem dengan limfositosis berkembang 2, 5
Algoritma Keputusan Rawat Jalan vs Rawat Inap
- Evaluasi usia: Jika <120 hari → Rawat inap 2, 3
- Evaluasi klinis: Jika ada apnea, distress pernapasan, sianosis, atau kebutuhan oksigen → Rawat inap 2, 3
- Evaluasi leukosit: Jika >30.000/mm³ → Rawat inap 4, 2
- Evaluasi akses: Jika tidak dapat mencapai RS dalam 1 jam atau tidak ada caregiver reliable → Rawat inap 1
- Jika semua kriteria di atas tidak terpenuhi DAN pasien klinis stabil → Rawat jalan dengan monitoring ketat 1