What is the first-line treatment for paracetamol poisoning?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 16, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pengobatan Intoksikasi Paracetamol

N-acetylcysteine (NAC) adalah obat pilihan pertama dan satu-satunya antidot yang terbukti efektif untuk intoksikasi paracetamol, harus diberikan segera untuk mencegah kerusakan hati dan mengurangi mortalitas. 1, 2

Protokol Pemberian NAC Segera

Berikan NAC segera tanpa menunggu hasil laboratorium pada pasien dengan kecurigaan overdosis paracetamol, karena penundaan pengobatan berkorelasi langsung dengan mortalitas 1, 2. Waktu pemberian sangat kritis:

  • Dalam 8 jam: hanya 2,9% pasien mengalami hepatotoksisitas berat 1
  • Dalam 10 jam: 6,1% mengalami hepatotoksisitas berat 3, 1
  • Setelah 10 jam: 26,4% mengalami hepatotoksisitas berat 1
  • 16-24 jam: 41% pasien risiko tinggi mengalami hepatotoksisitas 1

Regimen Dosis NAC Intravena (Standar 21 Jam)

Dosis total NAC adalah 300 mg/kg yang diberikan secara intravena dalam 3 dosis terpisah selama 21 jam 2:

  • Dosis loading: 150 mg/kg dalam dekstrosa 5% selama 15 menit 1, 2
  • Dosis kedua: 50 mg/kg selama 4 jam 1, 2
  • Dosis ketiga: 100 mg/kg selama 16 jam 1, 2

Catatan penting: NAC bersifat hiperosmolar (2600 mOsmol/L) dan harus diencerkan dalam air steril untuk injeksi, NaCl 0,45%, atau dekstrosa 5% sebelum pemberian intravena 2.

Regimen Alternatif: NAC 12 Jam (SNAP)

Penelitian terbaru menunjukkan regimen 12 jam memiliki efikasi serupa dengan lebih sedikit reaksi obat merugikan 4:

  • 100 mg/kg selama 2 jam, kemudian
  • 200 mg/kg selama 10 jam 4

Regimen ini menghasilkan hepatotoksisitas (ALT >1000 U/L) pada 3,6% pasien dibandingkan 4,3% dengan regimen 21 jam, dengan penurunan signifikan kebutuhan antihistamin (2,0% vs 11,0%) 4.

Arang Aktif sebagai Terapi Adjuvan

Berikan arang aktif 1 g/kg per oral segera jika pasien datang dalam 4 jam setelah ingesti, diberikan tepat sebelum memulai NAC 1, 5. Arang aktif paling efektif dalam 1-2 jam tetapi masih bermanfaat hingga 4 jam pasca-ingesti 1.

Stratifikasi Risiko Menggunakan Nomogram Rumack-Matthew

Untuk ingesti akut tunggal dengan waktu ingesti yang diketahui, gunakan nomogram Rumack-Matthew jika kadar paracetamol diambil 4-24 jam pasca-ingesti 1, 2:

  • Berikan NAC jika kadar berada pada atau di atas garis "possible toxicity" (150 mcg/mL pada 4 jam atau 37,5 mcg/mL pada 12 jam) 1, 5
  • Nomogram TIDAK berlaku untuk: presentasi >24 jam, ingesti berulang supratherapeutic, paracetamol lepas lambat, atau waktu ingesti tidak diketahui 1, 2

Skenario Khusus yang Memerlukan NAC Segera

Berikan NAC segera tanpa nomogram pada kondisi berikut 1, 2:

  • Gagal hati fulminan akibat paracetamol (mortalitas turun dari 80% menjadi 52% dengan NAC) 3, 1
  • Kadar paracetamol terdeteksi dengan waktu ingesti tidak diketahui 1
  • Hepatotoksisitas sudah terjadi (AST/ALT meningkat) 1
  • Presentasi >8 jam setelah ingesti 2
  • Bukti klinis toksisitas paracetamol 2
  • Kadar paracetamol tidak dapat diperoleh dalam 8 jam 2

Perpanjangan Terapi NAC Melampaui 21 Jam

Lanjutkan NAC melampaui protokol standar 21 jam jika salah satu dari berikut ini persisten setelah penyelesaian 1, 5:

  • Kadar paracetamol masih terdeteksi
  • AST atau ALT meningkat atau naik
  • INR meningkat
  • Presentasi terlambat (>24 jam)
  • Overdosis masif (>30 g atau 500 mg/kg)
  • Penyakit hati yang sudah ada sebelumnya 5

Populasi Risiko Tinggi Memerlukan Ambang Batas Lebih Rendah

Pasien dengan konsumsi alkohol kronis harus diobati dengan NAC bahkan dengan kadar dalam rentang "non-toksik" pada nomogram, karena hepatotoksisitas berat dapat terjadi dengan dosis serendah 4-5 g/hari 1, 5. Dosis aman maksimal pada penyakit hati adalah 2-3 gram per hari (dibandingkan 4 gram pada orang dewasa sehat) 5.

Ingesti Berulang Supratherapeutic

Untuk ingesti berulang supratherapeutic, nomogram Rumack-Matthew tidak berlaku 2, 6. Berikan NAC jika 1:

  • Kadar paracetamol serum ≥10 mg/mL, ATAU
  • AST atau ALT >50 IU/L pada pasien risiko tinggi

Overdosis Masif Memerlukan Dosis NAC Lebih Tinggi

Untuk overdosis masif (>30 g atau 500 mg/kg), pertimbangkan peningkatan dosis NAC melampaui protokol standar 1, 6. Pedoman Australia dan Selandia Baru merekomendasikan regimen dua kantong: 200 mg/kg selama 4 jam, kemudian 100 mg/kg selama 16 jam untuk overdosis masif 6.

Pemantauan dan Kriteria Rawat Inap

Rawat di ICU jika 1, 5:

  • Hepatotoksisitas berat (AST >1000 IU/L)
  • Koagulopati (INR meningkat)
  • Tanda-tanda gagal hati (ensefalopati, gagal ginjal, gangguan metabolik)

Pantau selama infusi NAC 21 jam 5:

  • Fungsi hati (AST, ALT, bilirubin)
  • Parameter koagulasi (INR, PT)
  • Fungsi ginjal
  • Ulangi laboratorium setelah penyelesaian NAC

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menunggu kadar paracetamol jika presentasi terlambat atau waktu tidak pasti—mulai NAC segera 1, 5
  • Jangan mengandalkan dosis yang dilaporkan pasien—riwayat sering tidak akurat 5
  • Kadar paracetamol rendah atau tidak terdeteksi TIDAK menyingkirkan keracunan paracetamol jika ingesti terjadi jauh sebelumnya atau selama beberapa hari 1
  • Nomogram meremehkan risiko untuk pasien yang datang dalam 8 jam setelah overdosis ingesti 7

Reaksi Hipersensitivitas terhadap NAC

Reaksi anafilaktoid dapat terjadi, terutama selama pemberian IV awal 2, 8. Jika terjadi reaksi serius 2:

  • Hentikan infusi segera
  • Mulai pengobatan yang sesuai (antihistamin)
  • Infusi NAC dapat dimulai kembali dengan hati-hati setelah pengobatan hipersensitivitas dimulai

Regimen yang lebih baru dengan laju infusi awal yang lebih lambat telah mengurangi insiden efek samping ini 8.

Efikasi NAC pada Gagal Hati Non-Paracetamol

NAC juga menunjukkan manfaat pada gagal hati akut non-paracetamol, dengan peningkatan kelangsungan hidup bebas transplantasi (41% vs 30%) 9. Untuk gagal hati yang diinduksi obat dari penyebab apa pun, NAC harus dimulai segera tanpa menunggu konfirmasi laboratorium 9.

References

Guideline

Acetaminophen Overdose Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Treatment of Paracetamol Poisoning in Patients with Pre-existing Liver Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Paracetamol (acetaminophen) poisoning: The early years.

British journal of clinical pharmacology, 2024

Guideline

N-Acetylcysteine Treatment for Drug-Induced Hepatic Failure

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.