Ya, Sindrom Lisis Tumor Bisa Jadi Penyebabnya
Ya, sindrom lisis tumor (tumor lysis syndrome/TLS) bisa menjadi penyebab gejala pada pasien limfoma SSP yang baru menerima kemoterapi, meskipun ini jarang terjadi pada limfoma SSP dibandingkan keganasan hematologi lainnya. 1, 2
Mengapa TLS Bisa Terjadi pada Limfoma SSP
- TLS terjadi ketika sel-sel tumor mengalami lisis cepat setelah kemoterapi, melepaskan isi intraseluler termasuk asam nukleat, protein, fosfor, dan kalium ke dalam aliran darah 1, 2
- Limfoma SSP primer dapat menyebabkan TLS terutama jika ada beban tumor yang besar atau penyakit bulky 1, 3
- Pasien dengan limfoma SSP yang menerima kemoterapi berbasis methotrexate dosis tinggi atau terapi kombinasi berisiko mengalami TLS 4
Kriteria Diagnosis TLS
TLS laboratorium memerlukan dua atau lebih kelainan nilai serum dalam tiga hari sebelum atau tujuh hari setelah inisiasi terapi antikanker: 1
- Asam urat >8 mg/dL pada dewasa
- Kalium >6.0 mEq/L
- Fosfor >4.5 mg/dL
- Kalsium <7 mg/dL
TLS klinis memerlukan TLS laboratorium ditambah satu atau lebih komplikasi klinis: 1
- Insufisiensi ginjal (kreatinin ≥1.5 kali batas atas normal)
- Aritmia jantung
- Kejang
Faktor Risiko pada Pasien Limfoma SSP
Faktor yang meningkatkan risiko TLS pada pasien limfoma SSP meliputi: 1, 3
- Penyakit bulky dengan massa tumor besar
- Kadar LDH yang sangat tinggi (>2 kali batas atas normal)
- Disfungsi ginjal yang sudah ada sebelumnya
- Kadar asam urat yang meningkat sebelum terapi
- Dehidrasi atau hiponatremia
Pencegahan dan Manajemen
Untuk pasien risiko tinggi (termasuk limfoma dengan beban tumor besar): 1
- Berikan rasburicase 0.20 mg/kg/hari IV selama 30 menit
- Hidrasi agresif dengan target output urin ≥100 mL/jam pada dewasa
- Monitoring di setting rawat inap
- Hindari pemberian allopurinol bersamaan dengan rasburicase
Untuk pasien risiko rendah: 1
- Allopurinol oral 100 mg/m² tiga kali sehari (maksimum 800 mg/hari)
- Hidrasi adekuat (≥2 L/m²/hari)
Monitoring yang Diperlukan
Pasien risiko tinggi harus dimonitor setiap 12 jam untuk 3 hari pertama, kemudian setiap 24 jam untuk: 1
- Asam urat serum
- Elektrolit (kalium, fosfor, kalsium)
- Fungsi ginjal (kreatinin, BUN)
- LDH
- Tanda vital
Peringatan Penting
- TLS jarang terjadi pada limfoma SSP dibandingkan limfoma sistemik agresif seperti Burkitt atau limfoblastik, tetapi tetap harus diwaspadai 1, 2
- Kematian akibat TLS pada pasien dengan keganasan hematologi bisa mencapai 83% jika tidak ditangani dengan cepat 1
- Jangan menunda kemoterapi tanpa mengatasi risiko TLS terlebih dahulu, karena dapat meningkatkan mortalitas 1
- Penyebab kematian lain yang perlu dipertimbangkan pada pasien limfoma yang baru menerima kemoterapi termasuk sepsis, perdarahan, atau komplikasi neurologis langsung dari penyakit 4
Diagnosis Banding
Selain TLS, gejala pada pasien limfoma SSP pasca-kemoterapi bisa disebabkan oleh: 4
- Neurotoksisitas terkait kemoterapi (terutama methotrexate dosis tinggi)
- Infeksi oportunistik
- Progresi penyakit
- Edema serebral