Does a patient with typhoid infection (Salmonella Typhi) and persistent fever after 2 days of ceftriaxone treatment require a change in antibiotic therapy?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 17, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Demam Persisten pada Hari Ke-2 Ceftriaxone untuk Demam Tifoid dan ISK

Tidak perlu mengganti antibiotik pada hari ke-2 jika pasien stabil secara klinis—demam persisten saja bukan indikasi untuk mengubah terapi antibiotik. 1

Waktu Respons yang Diharapkan untuk Demam Tifoid

  • Waktu median untuk demam hilang pada demam tifoid yang diobati dengan ceftriaxone adalah 4-5 hari, dengan beberapa pasien memerlukan hingga 7-8 hari 2, 3, 4
  • Pada hari ke-2, sebagian besar pasien masih akan demam—ini adalah respons normal dan bukan kegagalan terapi 3, 5
  • Kultur darah menjadi negatif lebih cepat dengan ceftriaxone (0% positif pada hari ke-3) dibandingkan dengan chloramphenicol (60% positif pada hari ke-3), menunjukkan aktivitas bakterisidal yang baik meskipun demam masih ada 5

Kapan Harus Mempertimbangkan Penggantian Antibiotik

Pertahankan ceftriaxone jika:

  • Pasien stabil secara hemodinamik 1
  • Tidak ada perburukan klinis atau komplikasi baru 1
  • Tidak ada tanda-tanda sepsis yang memburuk 6

Pertimbangkan penggantian antibiotik hanya jika:

  • Tidak ada perbaikan klinis sama sekali setelah 4-5 hari terapi yang tepat 2, 6
  • Terdapat perburukan klinis atau komplikasi baru (misalnya: perforasi usus, syok septik) 1, 2
  • Hasil kultur menunjukkan resistensi terhadap ceftriaxone 7

Algoritma Manajemen Hari Ke-2

  1. Evaluasi status klinis pasien:

    • Periksa tanda vital, status hidrasi, dan kesadaran 1
    • Cari tanda komplikasi: nyeri abdomen yang memburuk, distensi, atau tanda peritonitis 2
  2. Jika pasien stabil:

    • Lanjutkan ceftriaxone dengan dosis yang sama 1
    • Monitor harian untuk respons klinis 1
    • Tunggu hingga hari ke-4 atau ke-5 untuk menilai respons demam 2, 3
  3. Jika pasien memburuk:

    • Ambil kultur darah ulang dan kultur dari situs infeksi lain 1
    • Pertimbangkan imaging (USG/CT abdomen) untuk mencari komplikasi 2
    • Evaluasi kemungkinan infeksi sekunder atau resistensi antibiotik 1

Pertimbangan Khusus untuk Kombinasi Tifoid dan ISK

  • Ceftriaxone efektif untuk kedua kondisi—spektrum mencakup Salmonella typhi dan patogen ISK umum 3, 8
  • Dosis ceftriaxone 2-4 gram IV sekali sehari mencapai konsentrasi plasma dan urin yang adekuat untuk kedua infeksi 8
  • Jangan menambahkan antibiotik lain secara empiris tanpa indikasi klinis yang jelas 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan mengganti antibiotik berdasarkan pola demam saja pada pasien yang stabil—ini adalah kesalahan yang umum dan tidak didukung oleh bukti 1
  • Jangan menambahkan vankomisin secara empiris untuk demam persisten tanpa bukti infeksi gram-positif—tidak ada manfaat yang terbukti 1
  • Jangan beralih dari satu monoterapi empiris ke yang lain tanpa data klinis atau mikrobiologis yang mendukung 1
  • Jangan menghentikan ceftriaxone terlalu dini—lengkapi kursus 5-7 hari untuk tifoid bahkan jika demam hilang lebih awal 4, 5

Monitoring Selama Terapi

  • Evaluasi harian: suhu, tanda vital, gejala abdomen, dan status hidrasi 1
  • Periksa hasil kultur darah yang diambil sebelum terapi dimulai 2, 6
  • Jika kultur menunjukkan resistensi ceftriaxone (sangat jarang tetapi muncul), ganti ke azithromycin 500 mg sekali sehari untuk 7-14 hari 2, 7

Durasi Terapi yang Direkomendasikan

  • Ceftriaxone untuk demam tifoid: 5-7 hari adalah durasi yang adekuat 4, 5
  • Perpanjang hingga 14 hari jika ada komplikasi atau respons lambat 9
  • Untuk ISK bersamaan, durasi 7 hari biasanya cukup dengan ceftriaxone 8

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Ceftriaxone therapy in bacteremic typhoid fever.

Antimicrobial agents and chemotherapy, 1985

Guideline

Management of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Pharmacokinetics of ceftriaxone in patients with typhoid fever.

Antimicrobial agents and chemotherapy, 1994

Guideline

Treatment of Recurrent Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.