Demam Persisten pada Hari Ke-2 Ceftriaxone untuk Demam Tifoid dan ISK
Tidak perlu mengganti antibiotik pada hari ke-2 jika pasien stabil secara klinis—demam persisten saja bukan indikasi untuk mengubah terapi antibiotik. 1
Waktu Respons yang Diharapkan untuk Demam Tifoid
- Waktu median untuk demam hilang pada demam tifoid yang diobati dengan ceftriaxone adalah 4-5 hari, dengan beberapa pasien memerlukan hingga 7-8 hari 2, 3, 4
- Pada hari ke-2, sebagian besar pasien masih akan demam—ini adalah respons normal dan bukan kegagalan terapi 3, 5
- Kultur darah menjadi negatif lebih cepat dengan ceftriaxone (0% positif pada hari ke-3) dibandingkan dengan chloramphenicol (60% positif pada hari ke-3), menunjukkan aktivitas bakterisidal yang baik meskipun demam masih ada 5
Kapan Harus Mempertimbangkan Penggantian Antibiotik
Pertahankan ceftriaxone jika:
- Pasien stabil secara hemodinamik 1
- Tidak ada perburukan klinis atau komplikasi baru 1
- Tidak ada tanda-tanda sepsis yang memburuk 6
Pertimbangkan penggantian antibiotik hanya jika:
- Tidak ada perbaikan klinis sama sekali setelah 4-5 hari terapi yang tepat 2, 6
- Terdapat perburukan klinis atau komplikasi baru (misalnya: perforasi usus, syok septik) 1, 2
- Hasil kultur menunjukkan resistensi terhadap ceftriaxone 7
Algoritma Manajemen Hari Ke-2
Evaluasi status klinis pasien:
Jika pasien stabil:
Jika pasien memburuk:
Pertimbangan Khusus untuk Kombinasi Tifoid dan ISK
- Ceftriaxone efektif untuk kedua kondisi—spektrum mencakup Salmonella typhi dan patogen ISK umum 3, 8
- Dosis ceftriaxone 2-4 gram IV sekali sehari mencapai konsentrasi plasma dan urin yang adekuat untuk kedua infeksi 8
- Jangan menambahkan antibiotik lain secara empiris tanpa indikasi klinis yang jelas 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan mengganti antibiotik berdasarkan pola demam saja pada pasien yang stabil—ini adalah kesalahan yang umum dan tidak didukung oleh bukti 1
- Jangan menambahkan vankomisin secara empiris untuk demam persisten tanpa bukti infeksi gram-positif—tidak ada manfaat yang terbukti 1
- Jangan beralih dari satu monoterapi empiris ke yang lain tanpa data klinis atau mikrobiologis yang mendukung 1
- Jangan menghentikan ceftriaxone terlalu dini—lengkapi kursus 5-7 hari untuk tifoid bahkan jika demam hilang lebih awal 4, 5
Monitoring Selama Terapi
- Evaluasi harian: suhu, tanda vital, gejala abdomen, dan status hidrasi 1
- Periksa hasil kultur darah yang diambil sebelum terapi dimulai 2, 6
- Jika kultur menunjukkan resistensi ceftriaxone (sangat jarang tetapi muncul), ganti ke azithromycin 500 mg sekali sehari untuk 7-14 hari 2, 7