Dosis dan Cara Pemakaian Magnesium Glycinate untuk Insomnia
Rekomendasi Utama
Magnesium glycinate tidak direkomendasikan sebagai terapi lini pertama untuk insomnia berdasarkan pedoman American Academy of Sleep Medicine, karena suplemen herbal dan nutrisi (termasuk magnesium) tidak memiliki bukti efikasi yang cukup untuk pengobatan insomnia. 1
Posisi Magnesium dalam Algoritma Pengobatan Insomnia
Terapi Lini Pertama yang Direkomendasikan
- Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I) adalah terapi lini pertama untuk semua pasien dewasa dengan insomnia kronis sebelum mempertimbangkan farmakoterapi apapun 1
- Jika CBT-I tidak cukup, pilihan farmakoterapi lini pertama meliputi benzodiazepine receptor agonists (eszopiclone 2-3 mg, zolpidem 10 mg, zaleplon 10 mg) atau ramelteon 8 mg 1
- Doxepin dosis rendah 3-6 mg direkomendasikan untuk insomnia pemeliharaan tidur sebagai pilihan lini kedua 1
Mengapa Magnesium Tidak Direkomendasikan dalam Pedoman
- American Academy of Sleep Medicine secara eksplisit menyatakan bahwa suplemen herbal dan substansi nutrisi (termasuk magnesium) tidak direkomendasikan karena bukti efikasi yang tidak memadai 1
- Pedoman ini memprioritaskan agen dengan bukti kualitas tinggi untuk morbiditas, mortalitas, dan kualitas hidup 2, 1
Bukti Penelitian untuk Magnesium Glycinate (Jika Tetap Dipertimbangkan)
Dosis Berdasarkan Studi Terbaru
- Studi randomized controlled trial tahun 2025 menggunakan magnesium bisglycinate 250 mg magnesium elemental per hari yang menunjukkan penurunan skor Insomnia Severity Index sebesar 3.9 poin dibandingkan plasebo (perbedaan 1.6 poin, p=0.049) 3
- Ukuran efek kecil (Cohen's d = 0.2), menunjukkan manfaat yang modest 3
- Perbaikan lebih besar terlihat pada peserta dengan asupan magnesium diet rendah pada awal studi 3
Cara Pemakaian
- Dosis: 250 mg magnesium elemental dalam bentuk magnesium bisglycinate/glycinate, diminum sekali sehari 3
- Waktu: Diminum 1 jam sebelum tidur 4
- Durasi: Efek mulai terlihat setelah 4 minggu penggunaan 3
Kualitas Bukti dan Keterbatasan
- Systematic review tahun 2021 pada lansia menunjukkan bahwa magnesium oral mengurangi sleep onset latency sebesar 17.36 menit (95% CI: -27.27 hingga -7.44, p=0.0006), tetapi peningkatan total sleep time tidak signifikan secara statistik 5
- Semua studi memiliki risiko bias sedang hingga tinggi dengan kualitas bukti sangat rendah hingga rendah 5
- Review tersebut menyimpulkan bahwa kualitas literatur tidak memadai untuk dokter membuat rekomendasi yang terinformasi dengan baik 5
Pertimbangan Klinis Penting
Kapan Magnesium Mungkin Dipertimbangkan
- Hanya setelah CBT-I dan farmakoterapi lini pertama telah dicoba atau tidak sesuai 1
- Pada pasien dengan kemungkinan defisiensi magnesium diet 3
- Sebagai terapi adjuvan, bukan pengganti CBT-I atau farmakoterapi yang terbukti 1
Peringatan Keamanan
- Magnesium oral umumnya aman dalam dosis kurang dari 1 gram yang diberikan hingga tiga kali sehari 5
- Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan dalam studi 3, 5
- Namun, kurangnya data keamanan jangka panjang dan kualitas bukti yang rendah tetap menjadi perhatian 5
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Menggunakan magnesium sebagai terapi lini pertama tanpa mencoba CBT-I terlebih dahulu - ini bertentangan dengan pedoman berbasis bukti 1
- Mengabaikan farmakoterapi yang terbukti efektif - agen seperti eszopiclone, zolpidem, dan doxepin memiliki bukti kualitas lebih tinggi untuk hasil klinis 1
- Tidak mengevaluasi penyebab insomnia yang mendasari - gangguan tidur seperti sleep apnea, restless legs syndrome, atau gangguan ritme sirkadian harus disingkirkan 1
- Menggunakan magnesium tanpa intervensi perilaku - farmakoterapi apapun harus melengkapi, bukan menggantikan CBT-I 1
Algoritma Pengobatan yang Direkomendasikan
- Mulai dengan CBT-I (stimulus control, sleep restriction, cognitive restructuring) 1
- Jika CBT-I tidak cukup, tambahkan farmakoterapi lini pertama:
- Jika lini pertama gagal, pertimbangkan:
- Magnesium glycinate 250 mg dapat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan hanya setelah langkah-langkah di atas, terutama jika ada kemungkinan defisiensi magnesium diet 3, 5