Are steroids given to patients with thalassemia (a genetic disorder affecting hemoglobin production)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 18, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Steroid Tidak Direkomendasikan sebagai Terapi Standar untuk Pasien Talasemia

Steroid bukan bagian dari manajemen rutin talasemia dan tidak direkomendasikan dalam pedoman internasional untuk pengobatan talasemia mayor atau intermedia. Manajemen standar talasemia berfokus pada transfusi darah reguler, terapi kelasi besi, dan pemantauan komplikasi organ 1.

Terapi Standar untuk Talasemia

Transfusi Darah dan Kelasi Besi

  • Transfusi darah reguler setiap 3-4 minggu merupakan terapi utama, dengan target hemoglobin pra-transfusi 9-10 g/dL dan pasca-transfusi 13-14 g/dL untuk menekan eritropoiesis yang tidak efektif 1, 2.
  • Terapi kelasi besi harus dimulai segera bersamaan dengan program transfusi reguler untuk mencegah komplikasi kelebihan besi, menggunakan deferoxamine, deferiprone, atau deferasirox 1.

Kapan Steroid Mungkin Dipertimbangkan (Konteks Khusus)

Meskipun steroid bukan terapi standar talasemia, ada situasi sangat spesifik di mana kortikosteroid dapat digunakan:

Dalam Konteks Transplantasi Sel Punca Hematopoietik (HSCT)

  • Regimen kondisioning untuk HSCT pada talasemia menggunakan kombinasi kemoterapi intensif seperti busulfan, siklofosfamid, fludarabine, dan ATG - bukan steroid sebagai agen utama 3.
  • Steroid mungkin digunakan sebagai bagian dari imunosupresi pasca-transplantasi untuk mencegah atau mengobati graft-versus-host disease (GVHD), tetapi ini adalah konteks transplantasi, bukan pengobatan talasemia itu sendiri 3.

Komplikasi Spesifik yang Jarang

  • Steroid tidak disebutkan dalam pedoman untuk manajemen komplikasi kardiak, hepatik, atau endokrin yang umum pada talasemia 1, 4.
  • Untuk hepatitis virus kronis pada pasien talasemia, terapi yang direkomendasikan adalah Peg-interferon plus ribavirin, bukan steroid 3.

Peringatan Penting

Risiko Penggunaan Steroid yang Tidak Tepat

  • Pasien talasemia sudah berisiko tinggi untuk osteoporosis akibat kelebihan besi, hipogonadisme, dan defisiensi hormon pertumbuhan 5, 6.
  • Penggunaan steroid jangka panjang dapat memperburuk osteoporosis dan gangguan pertumbuhan yang sudah menjadi komplikasi umum pada talasemia 5.
  • Steroid tidak mengatasi masalah mendasar yaitu produksi hemoglobin yang abnormal dan kelebihan besi 1.

Fokus Manajemen yang Benar

  • Pemantauan komplikasi organ secara teratur termasuk MRI jantung T2* tahunan, ekokardiografi, dan tes fungsi hati setiap 3 bulan 1.
  • Skrining dan pengobatan komplikasi endokrin seperti diabetes, disfungsi tiroid, dan hipogonadisme memerlukan terapi penggantian hormon spesifik, bukan steroid 1, 4.
  • Untuk anemia berat akut, peningkatan frekuensi transfusi adalah solusinya, bukan pemberian steroid 1.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menggunakan steroid dengan harapan meningkatkan produksi hemoglobin - ini tidak efektif untuk talasemia dan berbeda dari anemia hemolitik autoimun 1.
  • Jangan menunda terapi kelasi besi dengan mencoba terapi alternatif seperti steroid - setiap unit darah mengandung 200-250 mg besi tanpa mekanisme ekskresi fisiologis 2.
  • Jika pasien memerlukan steroid untuk kondisi komorbid lain, perhatikan peningkatan risiko osteoporosis dan pantau kepadatan tulang lebih ketat 5.

References

Guideline

Management of Thalassemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

E Beta Thalassemia Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Endocrinopathies in patients with thalassemias.

Saudi medical journal, 2004

Research

Growth and puberty in thalassemia major.

Journal of pediatric endocrinology & metabolism : JPEM, 2003

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.