10 Topik Prioritas untuk Systematic Literature Review tentang Hospital Safety Index
1. Validasi dan Adaptasi Kontekstual Hospital Safety Index di Berbagai Setting Rumah Sakit
Research Gap: Hospital Safety Index memerlukan adaptasi spesifik konteks untuk efektif, namun literatur ilmiah tentang aplikasinya dalam praktik nyata masih sangat terbatas 1. Alat ini komprehensif tetapi tidak mudah digunakan, dan pelatihan sangat dianjurkan untuk menavigasi berbagai komponennya 1.
Novelty: Mengembangkan framework validasi yang sistematis untuk mengadaptasi Hospital Safety Index ke berbagai tipe rumah sakit (primer, sekunder, tersier) dan setting geografis yang berbeda, dengan mempertimbangkan variasi implementasi dan outcome yang signifikan 2.
2. Integrasi Hospital Safety Index dengan Safety Management Systems (SMS)
Research Gap: Tidak ada negara selain Belanda yang memiliki program keselamatan pasien berbasis Safety Management Systems secara eksplisit 2. Komponen utama SMS (komitmen kepemimpinan, manajemen risiko keselamatan, jaminan keselamatan, dan budaya keselamatan) belum terintegrasi secara sistematis dengan Hospital Safety Index 2.
Novelty: Mengembangkan model integrasi antara Hospital Safety Index dengan empat komponen kunci SMS untuk menciptakan pendekatan keselamatan rumah sakit yang lebih komprehensif dan terstruktur 2.
3. Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Berbasis Elektronik di Unit Spesialisasi
Research Gap: Meskipun sistem pelaporan berbasis komputer terbukti efektif meningkatkan pelaporan insiden keselamatan pasien dan mengurangi waktu pelaporan 3, implementasinya di unit perawatan khusus masih terbatas dan bervariasi 3. Sistem berbasis kertas masih digunakan di beberapa unit perawatan khusus meskipun terbukti tidak efisien 3.
Novelty: Mengembangkan protokol implementasi sistem pelaporan elektronik yang terintegrasi dengan Hospital Safety Index untuk unit-unit spesialisasi (ICU, unit koroner, unit ginjal, unit luka bakar) dengan dashboard interaktif dan proses feedback yang terstruktur 3.
4. Budaya Keselamatan dan Outcome Klinis dalam Konteks Hospital Safety Index
Research Gap: Tidak ada studi yang mengeksplorasi asosiasi antara budaya keselamatan dan kualitas perawatan/keselamatan pasien dalam konteks spesifik situasi kritis 3. Studi yang ada sebagian besar observasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Safety Attitudes Questionnaire (SAQ) dan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) 3.
Novelty: Meneliti hubungan antara skor Hospital Safety Index dengan budaya keselamatan yang diukur menggunakan instrumen tervalidasi, dan dampaknya terhadap outcome klinis (mortalitas, lama rawat, infeksi terkait layanan kesehatan) 3.
5. Pengembangan Indikator Keselamatan Spesifik untuk Fasilitas Non-Rumah Sakit
Research Gap: Hospital Safety Index memiliki potensi besar tetapi perlu adaptasi untuk menjangkau audiens yang lebih luas seperti anggota komunitas dan menilai kesiapsiagaan fasilitas lain yang dapat berperan dalam respons bencana (hotel, stadion, sekolah) 1.
Novelty: Mengembangkan versi modifikasi Hospital Safety Index untuk fasilitas kesehatan alternatif dan fasilitas non-kesehatan yang dapat dikonversi menjadi fasilitas perawatan darurat, dengan validasi empiris 1.
6. Faktor Kontributor Insiden Keselamatan Pasien: Framework Berbasis Bukti
Research Gap: Mayoritas studi mengidentifikasi kegagalan aktif (kesalahan dan pelanggaran) sebagai faktor yang berkontribusi terhadap insiden keselamatan pasien, namun framework komprehensif yang mengintegrasikan 20 domain faktor kontributor (faktor tim, supervisi, kepemimpinan, komunikasi, peralatan) masih belum terintegrasi dengan Hospital Safety Index 4.
Novelty: Mengintegrasikan framework 20 domain faktor kontributor dengan komponen Hospital Safety Index untuk menciptakan sistem identifikasi dan pencegahan risiko yang lebih komprehensif 4.
7. Intervensi Manajemen Keselamatan dan Risiko: Evaluasi Efektivitas Berbasis Outcome Klinis
Research Gap: Bukti mengenai efektivitas dan efisiensi analisis keselamatan masih langka 5. Sebagian besar studi melaporkan efek positif dari intervensi multifaset untuk mengurangi kesalahan medikasi, insiden jatuh, kesalahan diagnostik, namun sulit untuk memisahkan dampak masing-masing komponen 5.
Novelty: Melakukan evaluasi rigorous terhadap teknik pembelajaran berkelanjutan dan analisis keselamatan yang terintegrasi dengan Hospital Safety Index, dengan fokus pada outcome klinis yang terukur (morbiditas, mortalitas, kualitas hidup) 5.
8. Dukungan Pemerintah dan Implementasi Hospital Safety Index: Analisis Kebijakan Komparatif
Research Gap: Dukungan pemerintah merupakan fasilitator krusial bagi investigator untuk dapat memasuki rumah sakit dan melakukan evaluasi 1, namun analisis sistematis tentang kebijakan pemerintah yang mendukung implementasi Hospital Safety Index masih terbatas 2.
Novelty: Melakukan perbandingan internasional kebijakan pemerintah yang mendukung implementasi Hospital Safety Index di negara-negara dengan sistem kesehatan yang didanai publik dengan cakupan universal, mengidentifikasi best practices dan barriers 2.
9. Teknologi Keselamatan Pasien: Integrasi Sistem Informasi Klinis Terkomputerisasi
Research Gap: Implementasi sistem informasi klinis terkomputerisasi yang menggantikan chart berbasis kertas terbukti mengurangi kejadian insiden keselamatan pasien 3, namun integrasinya dengan Hospital Safety Index dan evaluasi dampaknya terhadap berbagai domain keselamatan belum diteliti secara sistematis 3.
Novelty: Mengembangkan model integrasi antara sistem informasi klinis terkomputerisasi (observasi pasien, rekam medis, pelaporan hasil, peresepan obat) dengan komponen Hospital Safety Index untuk monitoring real-time dan early warning system 3.
10. Peran Kepemimpinan dan Peer-Leadership dalam Implementasi Hospital Safety Index
Research Gap: Penciptaan peran peer-leadership keselamatan pasien, proses feedback, dashboard interaktif untuk data keselamatan pasien, dan sumber edukasi yang dapat diakses meningkatkan pelaporan insiden keselamatan pasien sebesar 48% 3, namun integrasi strategi ini dengan Hospital Safety Index belum dieksplorasi 3.
Novelty: Mengembangkan model kepemimpinan keselamatan berlapis (leadership commitment dan peer-leadership) yang terintegrasi dengan implementasi Hospital Safety Index, dengan evaluasi dampak terhadap budaya keselamatan dan outcome pasien 3.
Catatan Penting untuk Pelaksanaan SLR
Metodologi yang Direkomendasikan:
- Gunakan strategi pencarian terstruktur dengan multiple databases (MEDLINE, EMBASE, CINAHL, Web of Science, Scopus) 3
- Libatkan pustakawan penelitian dalam merancang dan menyempurnakan pencarian 3
- Lakukan pencarian literatur abu-abu termasuk output akademik (tesis, disertasi) dan penelitian yang sedang berlangsung 3
- Gunakan metode realist untuk mengidentifikasi mekanisme yang mendasari keberhasilan pendekatan keselamatan pasien yang berbeda 2
Kriteria Kualitas:
- Prioritaskan studi yang mengevaluasi outcome klinis (morbiditas, mortalitas) atau outcome surrogate dengan hubungan jelas terhadap morbiditas/mortalitas pasien 6
- Lakukan penilaian kritis terhadap risiko bias untuk studi yang mengevaluasi dampak 2
- Pertimbangkan studi kuantitatif, kualitatif, mixed methods, dan systematic reviews 3