What is the preferred material for obturation after pulpal mummification: calcium hydroxide or corticosteroid + zinc phosphate cement?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 19, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Bahan Obturasi Pasca Mumifikasi Pulpa

Calcium hydroxide (CaOH) lebih direkomendasikan dibandingkan kombinasi dexamethasone + zinc phosphate cement untuk obturasi pasca mumifikasi pulpa, karena CaOH memiliki sifat antibakteri superior, kemampuan induksi pembentukan jaringan keras, dan profil keamanan yang lebih baik untuk jaringan pulpa.

Keunggulan Calcium Hydroxide

Sifat Antibakteri dan Anti-inflamasi

  • CaOH memiliki potensi antibakteri dan anti-inflamasi yang kuat, yang merupakan keuntungan utama dalam aplikasi endodontik 1
  • Material ini efektif melawan berbagai mikroorganisme termasuk Streptococcus mutans, Lactobacillus acidophilus, Candida albicans, dan flora polimikrobial dari plak gigi 1
  • Kontrol infeksi dan pembersihan saluran akar yang adekuat sangat penting untuk penyembuhan apikal, dimana CaOH berperan sentral 2

Kemampuan Induksi Jaringan Keras

  • CaOH adalah material pilihan untuk induksi pembentukan barier apikal dan penyembuhan pada gigi permanen imatur non-vital 2
  • Tingkat keberhasilan pembentukan barier apikal menggunakan CaOH mencapai 74-100% terlepas dari merek proprietary yang digunakan 2
  • Material ini mampu menginduksi pembentukan jaringan termineralisasi dan perbaikan jaringan periapikal 2

Aplikasi Klinis yang Terbukti

  • CaOH telah digunakan secara historis sebagai material pilihan untuk prosedur pulpotomi dengan tujuan mempertahankan vitalitas pulpa 3
  • Dalam perawatan endodontik resorpsi akar eksternal, CaOH dapat membentuk deposit terkalsifikasi yang mengisi defek 4

Keterbatasan Kombinasi Kortikosteroid + Zinc Phosphate

Tidak Ada Bukti Klinis yang Mendukung

  • Tidak ditemukan guideline atau penelitian berkualitas tinggi yang mendukung penggunaan kombinasi dexamethasone + zinc phosphate cement untuk obturasi pasca mumifikasi pulpa
  • Kortikosteroid seperti dexamethasone memiliki efek anti-inflamasi tetapi tidak memiliki sifat antibakteri atau kemampuan induksi jaringan keras yang sebanding dengan CaOH

Risiko Potensial

  • Zinc phosphate cement tidak memiliki sifat antibakteri yang signifikan dibandingkan CaOH 1
  • Kombinasi dengan kortikosteroid dapat berpotensi menghambat respons penyembuhan jaringan pulpa dalam jangka panjang

Alternatif Modern: Hydraulic Calcium Silicate Cements (HCSC)

Keunggulan HCSC

  • HCSC (seperti Mineral Trioxide Aggregate/MTA) menunjukkan kemampuan menginduksi pembentukan jaringan keras pada jaringan pulpa 3
  • Dalam prosedur pulpotomi, MTA menunjukkan hasil yang menjanjikan dengan 15 dari 19 kasus menunjukkan penyembuhan sempurna pada follow-up rata-rata 19,7 bulan 3
  • Meta-analisis terbaru menunjukkan HCSC memiliki probabilitas keberhasilan klinis dan radiografis yang signifikan lebih tinggi dibandingkan CaOH (Odds Ratio: 2.68,95% CI [1.7,4.22]) dengan kepastian bukti moderat 5

Pertimbangan Praktis

  • HCSC memiliki sifat mekanis yang lebih baik dibandingkan CaOH, mengatasi kelemahan seperti kelarutan ringan, pengerasan lambat, dan retraksi saat pengeringan 1
  • Namun, CaOH tetap menjadi standar yang dapat diterima dengan tingkat keberhasilan tinggi dan biaya yang lebih rendah 2

Rekomendasi Algoritma Klinis

  1. Pilihan Pertama: Gunakan CaOH untuk obturasi pasca mumifikasi pulpa karena efektivitas terbukti, sifat antibakteri, dan biaya yang terjangkau 1, 2

  2. Pilihan Alternatif: Pertimbangkan HCSC (MTA atau material sejenis) jika tersedia dan budget memungkinkan, terutama untuk kasus dengan prognosis yang lebih menantang 3, 5

  3. Hindari: Kombinasi dexamethasone + zinc phosphate cement karena tidak ada bukti klinis yang mendukung keunggulannya dan potensi risiko yang tidak jelas

Peringatan Penting

  • Waktu rata-rata untuk pembentukan barier apikal dengan CaOH adalah 5-20 bulan, sehingga diperlukan follow-up jangka panjang 2
  • Kontrol infeksi yang adekuat dan pembersihan saluran akar yang menyeluruh adalah kunci keberhasilan, terlepas dari material yang dipilih 2
  • Meskipun tingkat keberhasilan CaOH tinggi, komplikasi seperti kegagalan kontrol infeksi, rekurensi infeksi, dan fraktur akar servikal dapat terjadi 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.