Bahan Obturasi Pasca Mumifikasi Pulpa
Calcium hydroxide (CaOH) lebih direkomendasikan dibandingkan kombinasi dexamethasone + zinc phosphate cement untuk obturasi pasca mumifikasi pulpa, karena CaOH memiliki sifat antibakteri superior, kemampuan induksi pembentukan jaringan keras, dan profil keamanan yang lebih baik untuk jaringan pulpa.
Keunggulan Calcium Hydroxide
Sifat Antibakteri dan Anti-inflamasi
- CaOH memiliki potensi antibakteri dan anti-inflamasi yang kuat, yang merupakan keuntungan utama dalam aplikasi endodontik 1
- Material ini efektif melawan berbagai mikroorganisme termasuk Streptococcus mutans, Lactobacillus acidophilus, Candida albicans, dan flora polimikrobial dari plak gigi 1
- Kontrol infeksi dan pembersihan saluran akar yang adekuat sangat penting untuk penyembuhan apikal, dimana CaOH berperan sentral 2
Kemampuan Induksi Jaringan Keras
- CaOH adalah material pilihan untuk induksi pembentukan barier apikal dan penyembuhan pada gigi permanen imatur non-vital 2
- Tingkat keberhasilan pembentukan barier apikal menggunakan CaOH mencapai 74-100% terlepas dari merek proprietary yang digunakan 2
- Material ini mampu menginduksi pembentukan jaringan termineralisasi dan perbaikan jaringan periapikal 2
Aplikasi Klinis yang Terbukti
- CaOH telah digunakan secara historis sebagai material pilihan untuk prosedur pulpotomi dengan tujuan mempertahankan vitalitas pulpa 3
- Dalam perawatan endodontik resorpsi akar eksternal, CaOH dapat membentuk deposit terkalsifikasi yang mengisi defek 4
Keterbatasan Kombinasi Kortikosteroid + Zinc Phosphate
Tidak Ada Bukti Klinis yang Mendukung
- Tidak ditemukan guideline atau penelitian berkualitas tinggi yang mendukung penggunaan kombinasi dexamethasone + zinc phosphate cement untuk obturasi pasca mumifikasi pulpa
- Kortikosteroid seperti dexamethasone memiliki efek anti-inflamasi tetapi tidak memiliki sifat antibakteri atau kemampuan induksi jaringan keras yang sebanding dengan CaOH
Risiko Potensial
- Zinc phosphate cement tidak memiliki sifat antibakteri yang signifikan dibandingkan CaOH 1
- Kombinasi dengan kortikosteroid dapat berpotensi menghambat respons penyembuhan jaringan pulpa dalam jangka panjang
Alternatif Modern: Hydraulic Calcium Silicate Cements (HCSC)
Keunggulan HCSC
- HCSC (seperti Mineral Trioxide Aggregate/MTA) menunjukkan kemampuan menginduksi pembentukan jaringan keras pada jaringan pulpa 3
- Dalam prosedur pulpotomi, MTA menunjukkan hasil yang menjanjikan dengan 15 dari 19 kasus menunjukkan penyembuhan sempurna pada follow-up rata-rata 19,7 bulan 3
- Meta-analisis terbaru menunjukkan HCSC memiliki probabilitas keberhasilan klinis dan radiografis yang signifikan lebih tinggi dibandingkan CaOH (Odds Ratio: 2.68,95% CI [1.7,4.22]) dengan kepastian bukti moderat 5
Pertimbangan Praktis
- HCSC memiliki sifat mekanis yang lebih baik dibandingkan CaOH, mengatasi kelemahan seperti kelarutan ringan, pengerasan lambat, dan retraksi saat pengeringan 1
- Namun, CaOH tetap menjadi standar yang dapat diterima dengan tingkat keberhasilan tinggi dan biaya yang lebih rendah 2
Rekomendasi Algoritma Klinis
Pilihan Pertama: Gunakan CaOH untuk obturasi pasca mumifikasi pulpa karena efektivitas terbukti, sifat antibakteri, dan biaya yang terjangkau 1, 2
Pilihan Alternatif: Pertimbangkan HCSC (MTA atau material sejenis) jika tersedia dan budget memungkinkan, terutama untuk kasus dengan prognosis yang lebih menantang 3, 5
Hindari: Kombinasi dexamethasone + zinc phosphate cement karena tidak ada bukti klinis yang mendukung keunggulannya dan potensi risiko yang tidak jelas
Peringatan Penting
- Waktu rata-rata untuk pembentukan barier apikal dengan CaOH adalah 5-20 bulan, sehingga diperlukan follow-up jangka panjang 2
- Kontrol infeksi yang adekuat dan pembersihan saluran akar yang menyeluruh adalah kunci keberhasilan, terlepas dari material yang dipilih 2
- Meskipun tingkat keberhasilan CaOH tinggi, komplikasi seperti kegagalan kontrol infeksi, rekurensi infeksi, dan fraktur akar servikal dapat terjadi 2