Strategi Ventilasi Mekanik untuk Pediatrik ARDS, Bayi, dan Neonatus
Untuk pasien pediatrik dengan ARDS, gunakan ventilasi protektif paru dengan volume tidal ≤10 mL/kg berat badan ideal, PEEP 5-8 cmH₂O sebagai baseline dengan titrasi lebih tinggi sesuai keparahan penyakit, dan target SpO₂ 92-97% saat PEEP <10 cmH₂O atau 88-92% saat PEEP ≥10 cmH₂O. 1, 2
Poin Kritis untuk Neonatus
Pengaturan Tekanan dan Volume
- Batasi tekanan inspirasi puncak (Pmax) ≤28 cmH₂O untuk neonatus dengan paru sehat 2
- Pada neonatus dengan peningkatan elastansi dinding dada, Pmax dapat ditingkatkan hingga ≤29-32 cmH₂O 2
- Volume tidal harus dijaga ≤10 mL/kg berat badan ideal, bahkan mungkin lebih rendah pada sindrom hipoplasia paru 1, 2
- Pertimbangkan ventilasi target volume untuk neonatus, yang semakin banyak digunakan untuk meminimalkan cedera paru 3, 4
Target Gas Darah Neonatus
- Terima hiperkapnia permisif dengan target pH >7.20 daripada normalisasi PCO₂ 1, 2, 4
- PCO₂ 35-45 mmHg hanya untuk paru sehat; pada kondisi akut pulmonal, PCO₂ lebih tinggi dapat diterima 1
- Target SpO₂ ≤97% untuk menghindari hiperoksia pada neonatus 2, 5
Monitoring Khusus Neonatus
- Ukur parameter ventilator dekat Y-piece pada anak <10 kg karena dead space sirkuit dapat mempengaruhi pembacaan 1, 2
- Monitor tekanan inspirasi puncak, tekanan plateau, tekanan jalan napas rata-rata, dan PEEP secara kontinyu 1, 2
- Pertimbangkan monitoring CO₂ transkutan pada neonatus 1
- Gunakan sampel darah kapiler atau arteri untuk mengukur PCO₂ 1
Poin Kritis untuk Bayi dan Anak dengan PARDS
Strategi PEEP untuk PARDS
- Mulai dengan PEEP 5-8 cmH₂O, kemudian titrasi lebih tinggi berdasarkan keparahan penyakit 1, 2
- Gunakan titrasi PEEP dan pertimbangkan manuver rekrutmen paru 1
- Jangan batasi PEEP pada ~10 cmH₂O saat oksigenasi memburuk - ini adalah kesalahan umum dalam praktik yang dapat memperburuk outcome 6
- PEEP yang lebih tinggi diperlukan sesuai keparahan penyakit dasar untuk mempertahankan volume paru akhir ekspirasi 2
Target Oksigenasi Spesifik PARDS
- SpO₂ 92-97% saat PEEP <10 cmH₂O 1, 2
- SpO₂ 88-92% saat PEEP ≥10 cmH₂O 1, 2
- Hindari target SpO₂ >97% untuk mencegah hiperoksia 2, 5
Pengaturan Laju Napas
- Gunakan laju napas lebih tinggi pada penyakit restriktif seperti PARDS untuk mengkompensasi volume tidal rendah dan mempertahankan ventilasi menit yang adekuat 1, 2, 7
- Atur waktu inspirasi berdasarkan mekanika sistem respirasi dan konstanta waktu, observasi skalar flow-time 1
Algoritma Pengaturan Ventilator Berdasarkan Keparahan PARDS
PARDS Ringan
- Volume tidal: 8-10 mL/kg berat badan ideal 2, 8
- PEEP: 5-8 cmH₂O 1, 2
- Target SpO₂: 92-97% 1
- FiO₂: Titrasi untuk mencapai target SpO₂ 6
PARDS Sedang-Berat
- Volume tidal: 5-7 mL/kg berat badan ideal (lebih rendah lebih baik) 9, 8
- PEEP: Titrasi agresif >10 cmH₂O sesuai kebutuhan oksigenasi 1, 6
- Target SpO₂: 88-92% saat PEEP ≥10 cmH₂O 1
- Tekanan plateau: ≤30 cmH₂O 8
- Pertimbangkan high-frequency oscillatory ventilation (HFOV) jika ventilasi konvensional gagal 1
Monitoring Esensial untuk Semua Kelompok Usia
Parameter Wajib
- Ukur SpO₂ pada semua anak yang diventilasi 1
- Ukur end-tidal CO₂ pada semua anak yang diventilasi 1
- Ukur PO₂ arteri pada penyakit sedang-berat 1
- Ukur pH, laktat, dan saturasi vena sentral pada penyakit sedang-berat 1
- Monitor skalar pressure-time dan flow-time untuk mendeteksi asinkroni pasien-ventilator 1, 2, 7
Pertimbangan Transpulmonary Pressure
- Pertimbangkan mengukur tekanan transpulmonal, compliance (dinamik), dan intrinsic PEEP pada tangan yang terlatih 1
Tindakan Suportif Penting
Posisi dan Airway
- Pertahankan kepala tempat tidur elevasi 30-45° untuk semua pasien 1, 7
- Gunakan endotracheal tube bercuff, pertahankan tekanan cuff ≤20 cmH₂O 1, 7
- Gunakan humidifikasi untuk semua anak yang diventilasi 1, 7
Sirkuit Ventilator
- Minimalkan dead space dari komponen tambahan 1
- Gunakan sirkuit double-limb untuk ventilasi invasif 1
- Jangan gunakan ventilator rumah selama fase akut di ICU 1
Suction dan Fisioterapi
- Jangan lakukan suction endotrakeal secara rutin, hanya atas indikasi 1
- Jangan instilasi saline isotonik rutin sebelum suction 1
- Jangan gunakan fisioterapi dada secara rutin 1
Weaning dan Ekstubasi
- Mulai weaning sesegera mungkin 1
- Lakukan tes kesiapan ekstubasi harian 1
- Gunakan kortikosteroid pada pasien dengan risiko tinggi stridor post-ekstubasi 1
- Pertimbangkan ventilasi non-invasif pada pasien neuromuskular 1
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
Kesalahan Umum pada Neonatus
- Gagal menggunakan berat badan ideal (bukan berat aktual) untuk menghitung volume tidal - ini menyebabkan volume tidal berlebihan 6
- Menggunakan tekanan berlebihan pada paru immatur yang rentan terhadap barotrauma 3, 4
- Tidak mempertimbangkan konstanta waktu yang berbeda pada neonatus saat mengatur waktu inspirasi dan ekspirasi 4
Kesalahan Umum pada PARDS Pediatrik
- Membatasi PEEP pada ~10 cmH₂O saat oksigenasi memburuk - data menunjukkan ini adalah praktik umum yang salah 6
- Tidak menggunakan laju napas lebih tinggi pada penyakit restriktif, menyebabkan ventilasi menit inadekuat 2, 7
- Gagal memonitor asinkroni pasien-ventilator yang meningkatkan work of breathing 7
- Menggunakan berat badan aktual daripada berat badan ideal untuk volume tidal - median volume tidal 10.3 mL/kg dengan berat prediksi vs 9.2 mL/kg dengan berat aktual 6
Variabilitas Praktik
- Terdapat variabilitas substansial dalam manajemen ventilator pada anak dengan ARDS, dengan klinisi hanya membuat perubahan sesuai rekomendasi protokol 29% dari waktu 6
- Mortalitas PARDS berat dapat mencapai 50%, menekankan pentingnya adherence terhadap strategi ventilasi protektif 9, 8