Bakteriuria Asimtomatik: Kondisi Normal yang Tidak Memerlukan Pengobatan
Bakteriuria tanpa gejala (bakteriuria asimtomatik) adalah kondisi normal dan umum yang terjadi karena bakteri dengan virulensi rendah berkolonisasi di saluran kemih tanpa menyebabkan respons inflamasi atau kerusakan jaringan, dan kondisi ini TIDAK memerlukan pengobatan pada sebagian besar pasien dewasa.
Mengapa Bakteriuria Bisa Terjadi Tanpa ISK
Perbedaan Karakteristik Bakteri
- Bakteri yang menyebabkan bakteriuria asimtomatik memiliki faktor virulensi yang jauh lebih sedikit dibandingkan bakteri yang menyebabkan ISK simtomatik 1.
- Meskipun Escherichia coli tetap menjadi organisme paling umum pada bakteriuria asimtomatik, strain yang ditemukan berbeda secara signifikan dari strain yang menyebabkan infeksi akut 1.
- Organisme lain seperti Klebsiella pneumoniae, staphylococci koagulase-negatif, spesies Enterococcus, dan Gardnerella vaginalis juga sering ditemukan pada bakteriuria asimtomatik 1.
Tidak Ada Respons Inflamasi
- Perbedaan kunci antara bakteriuria asimtomatik dan ISK sejati adalah tidak adanya piuria (leukosit dalam urin) pada bakteriuria asimtomatik 2, 3.
- Piuria menunjukkan respons inflamasi aktif di saluran kemih, yang merupakan bukti infeksi sejati 4.
- Pada bakteriuria asimtomatik, tidak ada respons inflamasi yang signifikan karena bakteri tidak menginvasi jaringan atau menyebabkan kerusakan 1.
Prevalensi dan Populasi yang Terpengaruh
Kelompok Risiko Tinggi
- Bakteriuria asimtomatik sangat umum pada wanita, dengan prevalensi 10-16% pada wanita usia 50-70 tahun yang tinggal di komunitas 3.
- Pada wanita lanjut usia di fasilitas perawatan jangka panjang, prevalensinya mencapai 25-50% 1, 3.
- Pada pria lanjut usia (≥75 tahun), prevalensinya mencapai 6-15% 1.
- Wanita dengan diabetes memiliki prevalensi 8-14% 1.
- Pasien dengan kateter urin jangka panjang memiliki bakteriuria hampir 100% dari waktu 1.
Wanita Premenopause Sehat
- Dalam studi kohort pada wanita premenopause sehat dengan riwayat ISK berulang, bakteriuria asimtomatik hanya terjadi pada 2,5% hari selama periode 3 bulan 5.
- Ketika bakteriuria asimtomatik terjadi, durasinya biasanya sangat singkat dengan median 1 hari (rentang 1-10 hari) 5.
- Piuria ditemukan pada 78% wanita setidaknya pada satu hari, tetapi nilai prediktif positif piuria untuk bakteriuria E. coli hanya 4% 5.
Mengapa Tidak Boleh Diobati
Tidak Ada Manfaat Klinis
- Pengobatan antibiotik untuk bakteriuria asimtomatik tidak mencegah perkembangan ISK simtomatik, komplikasi, atau kematian 3, 6.
- Meta-analisis menunjukkan tidak ada perbedaan dalam kejadian ISK simtomatik (RR 1.11,95% CI 0.51-2.43), komplikasi (RR 0.78,95% CI 0.35-1.74), atau kematian (RR 0.99,95% CI 0.70-1.41) antara kelompok antibiotik dan tanpa pengobatan 6.
- Studi jangka panjang menunjukkan tidak ada perbedaan dalam perkembangan penyakit ginjal kronik atau hipertensi setelah 15-24 tahun follow-up 1.
Bahaya Pengobatan yang Tidak Perlu
- Antibiotik menyebabkan efek samping yang signifikan lebih tinggi (RR 3.77,95% CI 1.40-10.15) dibandingkan tanpa pengobatan 6.
- Pengobatan mempromosikan kolonisasi dengan bakteri yang semakin resisten, membuat infeksi di masa depan lebih sulit diobati 3, 7.
- Bakteriuria asimtomatik mungkin sebenarnya melindungi terhadap strain bakteri yang lebih berbahaya 3, 7.
Rekomendasi Pedoman Internasional
Jangan Skrining atau Obati
Infectious Diseases Society of America (IDSA) dan European Association of Urology (EAU) memberikan rekomendasi kuat TIDAK melakukan skrining atau mengobati bakteriuria asimtomatik pada 3:
- Wanita postmenopause
- Pasien dengan diabetes yang terkontrol baik
- Pasien lanjut usia
- Pasien dengan kateter urin
Kehadiran piuria (sel darah putih dalam urin) TIDAK mengubah rekomendasi untuk tidak mengobati bakteriuria asimtomatik 3.
Pengecualian: Kapan Harus Diobati
Bakteriuria asimtomatik HANYA harus diobati dalam situasi berikut 3:
- Wanita hamil (risiko pielonefritis meningkat 20-30 kali lipat) 1
- Sebelum prosedur urologi yang menembus mukosa 3
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- JANGAN mengobati bakteriuria hanya berdasarkan hasil kultur positif tanpa gejala 2, 3.
- JANGAN menginterpretasikan urin yang keruh atau berbau sebagai indikasi infeksi simtomatik pada pasien lanjut usia 1.
- JANGAN mengobati piuria tanpa gejala, karena piuria sering terjadi tanpa bakteriuria atau gejala 5.
- JANGAN melakukan skrining rutin untuk bakteriuria asimtomatik pada populasi yang tidak memerlukan pengobatan 3, 7.
Algoritma Diagnostik Praktis
Untuk membedakan bakteriuria asimtomatik dari ISK sejati 2, 3:
- Evaluasi gejala spesifik: disuria, frekuensi, urgensi, nyeri suprapubik, demam, atau hematuria gross onset baru
- Jika TIDAK ada gejala: ini adalah bakteriuria asimtomatik → JANGAN obati (kecuali hamil atau sebelum prosedur urologi)
- Jika ada gejala + piuria: ini adalah ISK sejati → obati sesuai indikasi
- Jika ada gejala tanpa piuria: pertimbangkan etiologi non-urinarius untuk gejala pasien