What is the appropriate management for redness in the orbital region of an infant?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 20, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kemerahan pada Regio Orbita Bayi

Rekomendasi Utama

Bayi dengan kemerahan pada regio orbita harus segera dihospitalisasi dan diberikan antibiotik intravena spektrum luas karena usia ekstrem merupakan kriteria hospitalisasi mutlak untuk selulitis preseptal, dengan risiko progresif menjadi selulitis orbital yang mengancam penglihatan dan jiwa. 1

Algoritma Penilaian Awal

Langkah 1: Bedakan Selulitis Preseptal vs Orbital

Tanda-tanda selulitis preseptal (anterior septum orbital):

  • Eritema periorbital, edema, hangat, dan nyeri tekan 2
  • TIDAK ada proptosis, oftalmoplegia, atau perubahan penglihatan 2
  • Dapat dikelola dengan antibiotik oral pada anak yang lebih besar, TETAPI pada bayi tetap memerlukan hospitalisasi 1

Tanda-tanda selulitis orbital (posterior septum orbital) - DARURAT:

  • Proptosis (mata menonjol ke depan) 2
  • Gerakan bola mata terbatas dan nyeri saat bergerak 2
  • Oftalmoplegia 2
  • Perubahan penglihatan atau respons pupil abnormal 2

Langkah 2: Pemeriksaan Klinis Spesifik pada Bayi

Periksa secara serial untuk mendeteksi progresivitas:

  • Ukur dan bandingkan proptosis dengan mata kontralateral 2, 1
  • Gerakan ekstraokular ke semua arah—nyeri saat bergerak mengindikasikan keterlibatan postseptal 2
  • Tajam penglihatan (sesuai usia bayi) 1
  • Respons pupil 1
  • Derajat pembengkakan kelopak mata 1

Faktor risiko untuk penyakit postseptal yang harus diwaspadai:

  • Jumlah neutrofil tinggi 2
  • Edema periorbital yang masif 2
  • Riwayat terapi antibiotik sebelumnya 2

Protokol Manajemen Berdasarkan Temuan

Jika Hanya Tanda Preseptal (Tanpa Tanda Orbital)

Hospitalisasi wajib untuk bayi dengan protokol berikut: 1

  1. Antibiotik intravena spektrum luas segera:

    • Pilihan: IV amoksisilin-klavulanat, sefazolin, atau seftriakson 1
    • Menargetkan patogen Gram-positif tipikal 1
  2. Durasi terapi:

    • Total 7-14 hari 1
    • Transisi ke antibiotik oral setelah perbaikan klinis terdokumentasi 1
  3. Monitoring ketat untuk progresivitas:

    • Pemeriksaan serial untuk mendeteksi progresivitas ke selulitis orbital 1
    • Evaluasi proptosis, gerakan ekstraokular, dan penglihatan secara berkala 1

Jika Ada Tanda Orbital atau Kegagalan Perbaikan

Indikasi CT orbita dengan kontras IV segera: 2, 1

  • Adanya tanda klinis yang mengarah ke keterlibatan orbital (proptosis, gangguan gerakan ekstraokular, penurunan tajam penglihatan) 2, 1
  • Kegagalan perbaikan dengan antibiotik dalam 24-48 jam 1
  • Ketidakmampuan memeriksa mata secara adekuat karena pembengkakan berat 1

CT orbita dengan kontras adalah modalitas paling berguna untuk:

  • Membedakan penyakit preseptal dari postseptal 2
  • Mengidentifikasi abses subperiosteal atau orbital 2
  • Mendeteksi erosi tulang 2
  • Akurasi 97% untuk mendeteksi trombosis sinus kavernosus, meningitis, serebritis dini, abses epidural, dan empiema subdural 2

Jika selulitis orbital atau abses terkonfirmasi:

  • Hospitalisasi segera dengan antibiotik IV spektrum luas mencakup Staphylococcus aureus, Streptococcus species, dan anaerob 2
  • Konsultasi oftalmologi dan otolaringologi mendesak untuk drainase bedah potensial 2
  • Tingkat keberhasilan 90% untuk mencegah kehilangan penglihatan dan komplikasi intrakranial dengan manajemen tepat 2

Profilaksis Oftalmia Neonatorum (Jika Bayi Baru Lahir)

Jika bayi adalah neonatus dengan kemerahan mata:

  • Eritromisin oftalmik salep adalah standar untuk profilaksis oftalmia neonatorum akibat N. gonorrhoeae atau C. trachomatis 3
  • Aplikasi pita salep sekitar 1 cm ke dalam sakus konjungtiva inferior setiap mata 3
  • Salep tidak boleh dibilas dari mata setelah instilasi 3
  • Untuk bayi yang lahir dari ibu dengan gonore yang tampak klinis: injeksi IV atau IM penisilin G kristal akuos dosis tunggal 50.000 unit untuk bayi cukup bulan atau 20.000 unit untuk bayi berat lahir rendah—profilaksis topikal saja tidak adekuat 3

Komplikasi Katastrofik yang Harus Dicegah

Komplikasi mengancam jiwa dari selulitis orbital pada bayi: 2, 1

  • Peningkatan tekanan orbital menyebabkan oklusi arteri retina dan kehilangan penglihatan permanen 2, 1
  • Oklusi vena oftalmika superior 2
  • Cedera nervus optikus 2
  • Trombosis sinus kavernosus (berpotensi fatal) 2, 1
  • Ekstensi intrakranial: meningitis, abses otak 2

Peringatan Penting

Jangan tunda pencitraan CT jika ada proptosis, perubahan penglihatan, atau oftalmoplegia—penundaan dapat menyebabkan diagnosis terlewat dari selulitis orbital dan komplikasinya. 2

Jangan asumsikan semua pembengkakan periorbital adalah infeksius—kondisi inflamasi seperti sindrom inflamasi orbital idiopatik atau penyakit terkait IgG4 memerlukan kortikosteroid bukan antibiotik, tetapi ini adalah diagnosis eksklusi setelah infeksi disingkirkan. 2, 4

Pada bayi, ambang rendah untuk hospitalisasi dan antibiotik IV adalah standar perawatan karena usia ekstrem merupakan faktor risiko independen untuk komplikasi serius. 1

References

Guideline

Management of Preseptal Cellulitis in Infants

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Differential Diagnosis of Orbital Cellulitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Idiopathic Orbital Inflammatory Syndrome Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.