What is the recommended treatment protocol for a patient diagnosed with rhabdomyosarcoma of the testis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 20, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Protokol Pengobatan Rhabdomyosarcoma Testis

Rhabdomyosarcoma testis (paratestikular) memerlukan terapi multimodal yang terdiri dari orkiektomi radikal inguinal, kemoterapi berbasis vincristine-actinomycin D-cyclophosphamide (VAC) atau ifosfamide (IVA), dan radioterapi yang disesuaikan dengan stadium dan respons pengobatan. 1, 2

Prinsip Dasar Penatalaksanaan

Pengobatan rhabdomyosarcoma paratestikular didasarkan pada dua prinsip utama:

  • Kontrol lokal melalui orkiektomi radikal inguinal sebagai prosedur bedah primer 2
  • Penilaian penyebaran lokal dan sistemik untuk menentukan stadium dan stratifikasi risiko 2

Mayoritas pasien (60-80%) datang dengan penyakit terlokalisir, namun evaluasi penyakit sistemik tetap vital 2.

Evaluasi dan Staging Awal

Pemeriksaan Diagnostik Wajib

  • CT scan toraks, abdomen, dan pelvis untuk menilai penyebaran metastasis 2
  • Bone scan jika terdapat gejala terkait tulang atau peningkatan alkaline phosphatase 3
  • Histopatologi untuk menentukan subtipe (embrionic, alveolar, atau pleomorphic) yang mempengaruhi prognosis 1, 4

Sistem Staging

Gunakan sistem TNM dari International Society of Pediatric Oncology (SIOP) atau sistem Intergroup Rhabdomyosarcoma Study Group (IRSG) untuk menentukan stadium dan kelompok risiko 1.

Protokol Pengobatan Berdasarkan Stadium

Stadium Terlokalisir (Penyakit Lokal)

Pembedahan:

  • Orkiektomi radikal inguinal adalah prosedur standar 2, 4
  • Retroperitoneal lymph node dissection (RPLND) dipertimbangkan pada pasien dengan risiko tinggi atau adenopati retroperitoneal 4
  • Eksisi luas sulit dicapai karena pola pertumbuhan infiltratif lokal, sehingga reseksi komplit sering tidak mungkin tanpa defisit fungsional mayor 1

Kemoterapi:

  • Regimen VAC (vincristine, actinomycin D, cyclophosphamide) atau IVA (ifosfamide, vincristine, actinomycin D) sebagai backbone terapi 1, 2
  • Semua pasien dengan rhabdomyosarcoma memerlukan kemoterapi, bahkan pada penyakit terlokalisir 1
  • Durasi dan intensitas disesuaikan dengan stratifikasi risiko 1

Radioterapi:

  • Tumor yang tidak dapat direseksi komplit memerlukan radioterapi 1
  • Dosis radioterapi dapat dikurangi berdasarkan respons terhadap kemoterapi dan delayed primary resection 1
  • Pendekatan response-adjusted dapat mengurangi efek jangka panjang seperti gangguan pertumbuhan tulang, atrofi otot, dan keganasan sekunder 1

Stadium Metastatik

  • Prognosis tetap buruk dengan survival rate <30% pada penyakit risiko tinggi 5
  • Kemoterapi intensif dengan regimen VAC atau IVA 1
  • Investigasi agen baru seperti topotecan atau irinotecan dalam kombinasi dengan VAC sedang dilakukan 1

Stratifikasi Risiko dan Prognosis

Kelompok Risiko

  • Risiko rendah: Survival >90% dengan de-eskalasi terapi 5
  • Risiko intermediet: Survival ~70% dengan terapi standar 5
  • Risiko tinggi: Survival <30%, memerlukan intensifikasi terapi 5

Faktor Prognostik

  • Stadium penyakit (terlokalisir vs metastatik) 2
  • Subtipe histologi (embrionic lebih baik dari alveolar atau pleomorphic) 1, 4
  • Usia pasien (dewasa muda memiliki prognosis lebih baik) 4
  • Kelengkapan reseksi bedah 1

Toksisitas dan Efek Samping

Toksisitas Akut

  • Mielosupresi dan neutropenia febril 1
  • Hepatopati 1

Toksisitas Jangka Panjang

  • Infertilitas akibat kemoterapi alkylating agent 1
  • Keganasan sekunder (leukemia, karsinoma gastrointestinal) 1
  • Gangguan pertumbuhan tulang dan atrofi otot akibat radioterapi 1
  • Disfungsi kandung kemih 1

Peringatan Penting

  • Jangan tunda kemoterapi: Semua pasien memerlukan kemoterapi sistemik, bahkan dengan reseksi komplit 1
  • Hindari biopsi transcrotal: Selalu lakukan pendekatan inguinal untuk mencegah penyebaran tumor 2
  • Evaluasi retroperitoneal wajib: RPLND atau imaging serial diperlukan karena risiko metastasis nodal 4
  • Enrollment dalam clinical trial sangat dianjurkan karena tumor ini relatif jarang dan memerlukan perawatan sangat terspesialisasi 1

Outcome dan Survival

  • Survival 5 tahun >70% untuk penyakit terlokalisir dengan terapi multimodal 1
  • Pasien dewasa dengan metastasis dapat mencapai survival jangka panjang dengan reseksi bedah dan kemoterapi 4
  • Lima dari enam pasien dewasa dalam satu kohort tetap hidup dengan follow-up rata-rata 28 bulan 4

Follow-up

  • Monitoring ketat diperlukan untuk mendeteksi rekurensi dini 2
  • Evaluasi efek samping jangka panjang termasuk fungsi gonad, pertumbuhan, dan skrining keganasan sekunder 1
  • Follow-up minimal 5 tahun dengan imaging serial 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Primary adult intratesticular rhabdomyosarcoma: results of the treatment of six cases.

International journal of urology : official journal of the Japanese Urological Association, 2011

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.