Skor DIC yang Dipakai
Skor ISTH overt DIC (≥5 poin) adalah standar global untuk mendiagnosis DIC tahap dekompensasi, sementara skor SIC (Sepsis-Induced Coagulopathy, ≥4 poin) direkomendasikan untuk deteksi dini DIC pada pasien sepsis. 1
Sistem Skor ISTH Overt DIC
Sistem ini memerlukan total ≥5 poin untuk diagnosis DIC, dengan komponen berikut: 1, 2
Jumlah Trombosit:
Penanda Fibrin (D-dimer/FDP):
Prothrombin Time (PT):
Fibrinogen:
Sistem Skor SIC (Sepsis-Induced Coagulopathy)
Skor SIC dirancang khusus untuk mendeteksi fase kompensasi DIC pada sepsis, memerlukan ≥4 poin: 1
Jumlah Trombosit:
Rasio PT:
Skor SOFA (Sequential Organ Failure Assessment):
Keunggulan dan Aplikasi Klinis
Skor ISTH overt DIC telah menjadi kriteria standar global sejak 2001 untuk DIC tahap dekompensasi. 1 Sistem ini memiliki korelasi dengan outcome klinis dan mortalitas yang signifikan. 2
Skor SIC diperkenalkan pada 2019 untuk mengatasi keterbatasan deteksi dini. 1 Keunggulannya meliputi:
- Insidensi SIC sekitar 60% pada pasien sepsis, dua kali lipat dari overt DIC 1
- Hampir semua pasien dengan overt DIC terdiagnosis SIC lebih awal 1
- Mortalitas SIC ≥30%, berguna untuk seleksi pasien terapi antikoagulan 1
- Lebih sederhana karena tidak memerlukan pengukuran fibrinogen 1
Sistem Skor Alternatif
Skor JAAM DIC (Japanese Association for Acute Medicine) juga tersedia, memerlukan ≥4 poin dengan komponen berbeda termasuk skor SIRS. 1 Namun, ISTH tetap menjadi standar internasional yang paling banyak digunakan. 1
Peringatan Penting
- Tidak ada gold standard untuk diagnosis DIC, sehingga penilaian klinis tetap esensial ketika temuan laboratorium dan klinis berbeda 2
- Pemeriksaan serial diperlukan untuk memantau perubahan dinamis dan respons terapi 3
- D-dimer normal efektif menyingkirkan DIC dengan sensitivitas 91-100% 4
- Penurunan trombosit ≥30% dari baseline diagnostik untuk DIC subklinis meskipun nilai absolut masih normal 4