Penatalaksanaan Batuk pada Bayi 2 Bulan 28 Hari
Untuk bayi usia 2 bulan 28 hari dengan batuk tanpa demam, pendekatan terbaik adalah observasi ketat tanpa pemberian obat batuk, sambil mengevaluasi karakteristik batuk dan tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Evaluasi Awal yang Diperlukan
Langkah pertama adalah menentukan karakteristik batuk untuk memandu penatalaksanaan:
- Batuk basah/produktif ("grok") menunjukkan kemungkinan protracted bacterial bronchitis atau infeksi bakteri saluran napas, yang memerlukan pertimbangan antibiotik 1, 2
- Batuk paroksismal dengan muntah setelah batuk harus menimbulkan kecurigaan tinggi terhadap pertusis (batuk rejan), terutama pada bayi usia <3 bulan yang sangat rentan 3, 4, 5
- Periksa adanya tanda bahaya seperti sesak napas, sianosis, kesulitan makan, atau penurunan berat badan yang memerlukan evaluasi segera 1, 2
Penatalaksanaan Berdasarkan Karakteristik Batuk
Jika Batuk Basah/Produktif Tanpa Tanda Bahaya:
- Berikan antibiotik selama 2 minggu yang menargetkan bakteri respirasi umum (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis) sesuai pola resistensi lokal 3, 1
- Evaluasi ulang setelah 2 minggu: jika batuk menetap, perpanjang antibiotik 2 minggu lagi 3, 2
- Jika batuk tetap ada setelah 4 minggu total antibiotik, rujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut termasuk foto toraks dan bronkoskopi 3, 1
Jika Batuk Paroksismal dengan Muntah Pasca Batuk:
- Curigai pertusis dan segera lakukan pemeriksaan Bordetella pertussis 4, 5
- Mulai antibiotik makrolid segera jika pertusis dicurigai secara klinis, tanpa menunggu hasil laboratorium 4
- Pertusis sangat berbahaya pada bayi <12 bulan dengan risiko komplikasi mengancam jiwa dan kematian 4, 5
- Isolasi bayi karena pertusis sangat menular dengan tingkat penularan 80% 4
Jika Batuk Kering Tanpa Tanda Bahaya:
- Adopsi pendekatan "tunggu, amati, dan evaluasi ulang" dalam 2-4 minggu 1, 2
- Batuk kering pada usia ini paling sering adalah batuk pasca-viral yang akan sembuh spontan 2
- Jangan berikan terapi empiris untuk asma kecuali ada riwayat keluarga asma atau mengi yang jelas 3, 2
Yang TIDAK Boleh Dilakukan
- Jangan berikan obat batuk bebas (OTC) pada bayi usia ini karena tidak efektif dan berisiko efek samping serius termasuk kematian 3, 1, 2
- Jangan berikan terapi empiris untuk refluks gastroesofageal tanpa gejala gastrointestinal yang jelas seperti muntah berulang atau nyeri 3
- Jangan berikan kortikosteroid inhalasi kecuali ada bukti kuat asma dengan faktor risiko yang jelas 3
Tindakan Suportif yang Dianjurkan
- Eliminasi paparan asap rokok yang merupakan kontributor utama batuk kronik pada anak 3, 1, 2, 4
- Pastikan hidrasi adekuat untuk membantu mengencerkan sekret 2
- Evaluasi ulang dalam 2-4 minggu untuk menilai resolusi atau munculnya tanda spesifik 3, 2
Kapan Harus Segera Merujuk
Rujuk segera jika ditemukan:
- Demam tinggi persisten atau berulang 1
- Sesak napas atau distress respirasi 1
- Gagal tumbuh atau penurunan berat badan 1, 2
- Batuk darah (hemoptisis) 1, 2
- Jari tabuh (clubbing digital) 3, 1, 2
- Batuk saat makan yang menunjukkan aspirasi 3, 1, 2
Peringatan Khusus untuk Usia Ini
Pada bayi usia 2 bulan 28 hari (hampir 3 bulan), pertusis adalah ancaman serius yang harus selalu dipertimbangkan karena bayi pada usia ini mungkin belum mendapat vaksinasi lengkap dan berisiko tinggi komplikasi fatal 4, 5. Jika ada riwayat kontak dengan orang dewasa yang batuk lama atau batuk paroksismal dengan karakteristik "whoop" atau muntah pasca batuk, segera evaluasi untuk pertusis 3, 4.