Kadar Kalium 6,1 pada Bayi 2 Bulan ASI Eksklusif
Kadar kalium 6,1 mmol/L pada bayi usia 2 bulan yang mendapat ASI eksklusif termasuk hiperkalemia dan TIDAK normal, karena hiperkalemia didefinisikan sebagai kadar kalium serum >6,0 mmol/L dan memerlukan evaluasi serta penanganan segera. 1
Definisi dan Ambang Batas
- Hiperkalemia pada neonatus dan bayi didefinisikan sebagai kadar kalium serum >6,0 mmol/L 1
- Hiperkalemia berat (K >7,0 mmol/L) memerlukan intervensi segera 1
- Kadar kalium 6,1 mmol/L termasuk hiperkalemia ringan-sedang yang tetap memerlukan perhatian 1
Konteks Klinis pada Bayi 2 Bulan
Pada usia 2 bulan, bayi seharusnya sudah melewati fase transisi neonatal dan berada dalam fase pertumbuhan stabil (Phase III), di mana:
- Kebutuhan kalium normal adalah 2-3 mmol/kg/hari 1, 2
- ASI mengandung kalium sekitar 16-20 mmol/L setelah hari ke-3 kehidupan 1
- Bayi yang mendapat ASI eksklusif seharusnya memiliki kadar kalium dalam batas normal 1
Penyebab Potensial yang Harus Dievaluasi
Hiperkalemia pada bayi 2 bulan ASI eksklusif dapat disebabkan oleh:
- Gangguan ekskresi ginjal: gagal ginjal akut atau kronik yang mengganggu eliminasi kalium 1, 3
- Hemolisis sampel: pseudohiperkalemia akibat teknik pengambilan darah yang tidak tepat (penyebab paling sering pada bayi sehat) 3
- Kerusakan jaringan masif: rhabdomyolysis atau trauma yang menyebabkan pelepasan kalium intraseluler 3
- Obat-obatan: jika bayi mendapat obat yang mengganggu ekskresi kalium seperti NSAID, ACE inhibitor, atau diuretik hemat kalium 4
- Hipoaldosteronisme: gangguan hormonal yang jarang pada usia ini 3
Langkah Evaluasi yang Diperlukan
Evaluasi segera yang harus dilakukan:
- Konfirmasi hasil laboratorium: ulangi pemeriksaan kalium dengan teknik pengambilan yang benar untuk menyingkirkan pseudohiperkalemia 3
- Pemeriksaan EKG: cari tanda-tanda kardiotoksisitas (gelombang T tinggi runcing, pelebaran QRS, perpanjangan interval PR) 1, 5
- Fungsi ginjal: periksa ureum, kreatinin, dan urine output untuk menilai fungsi ginjal 2
- Kalium urin: jika kalium urin <20 mmol/L menunjukkan hiperkalemia oligurik (gagal ginjal), jika >20 mmol/L menunjukkan hiperkalemia non-oligurik 1
- Riwayat obat: tinjau semua obat yang diterima bayi 4
Penanganan Berdasarkan Temuan Klinis
Jika terdapat perubahan EKG atau gejala klinis (kelemahan otot, aritmia):
- Berikan kalsium glukonat 10% (0,5-1 mL/kg IV pelan selama 5-10 menit) untuk stabilisasi membran jantung 5, 3
- Insulin dengan glukosa untuk memindahkan kalium ke intraseluler 5, 3
- Beta-2 agonis (salbutamol nebulisasi) untuk menurunkan kalium serum 5, 3
- Pertimbangkan hemodialisis jika refrakter terhadap terapi medis 5, 3
Jika tidak ada perubahan EKG dan bayi stabil:
- Hentikan semua sumber kalium eksternal 1
- Pastikan hidrasi adekuat dan fungsi ginjal baik 2
- Monitor ketat kadar kalium serum setiap 4-6 jam 1
- Evaluasi ulang untuk menyingkirkan pseudohiperkalemia 3
Peringatan Penting
- Jangan abaikan hiperkalemia pada bayi: meskipun bayi tampak sehat dan mendapat ASI eksklusif, kadar kalium 6,1 mmol/L tetap abnormal dan memerlukan investigasi 1
- Pseudohiperkalemia sering terjadi: hemolisis sampel akibat teknik pengambilan darah yang tidak tepat adalah penyebab paling umum pada bayi yang tampak sehat 3
- Perubahan EKG adalah indikator kegawatan: hiperkalemia dengan perubahan EKG adalah kedaruratan medis yang memerlukan penanganan segera 5, 3
- Koreksi terlalu cepat berbahaya: penurunan kalium harus bertahap untuk menghindari komplikasi 1