Is a potassium level of 6.1 normal in a 2-month-old exclusively breastfed baby with hyperkalemia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kadar Kalium 6,1 pada Bayi 2 Bulan ASI Eksklusif

Kadar kalium 6,1 mmol/L pada bayi usia 2 bulan yang mendapat ASI eksklusif termasuk hiperkalemia dan TIDAK normal, karena hiperkalemia didefinisikan sebagai kadar kalium serum >6,0 mmol/L dan memerlukan evaluasi serta penanganan segera. 1

Definisi dan Ambang Batas

  • Hiperkalemia pada neonatus dan bayi didefinisikan sebagai kadar kalium serum >6,0 mmol/L 1
  • Hiperkalemia berat (K >7,0 mmol/L) memerlukan intervensi segera 1
  • Kadar kalium 6,1 mmol/L termasuk hiperkalemia ringan-sedang yang tetap memerlukan perhatian 1

Konteks Klinis pada Bayi 2 Bulan

Pada usia 2 bulan, bayi seharusnya sudah melewati fase transisi neonatal dan berada dalam fase pertumbuhan stabil (Phase III), di mana:

  • Kebutuhan kalium normal adalah 2-3 mmol/kg/hari 1, 2
  • ASI mengandung kalium sekitar 16-20 mmol/L setelah hari ke-3 kehidupan 1
  • Bayi yang mendapat ASI eksklusif seharusnya memiliki kadar kalium dalam batas normal 1

Penyebab Potensial yang Harus Dievaluasi

Hiperkalemia pada bayi 2 bulan ASI eksklusif dapat disebabkan oleh:

  • Gangguan ekskresi ginjal: gagal ginjal akut atau kronik yang mengganggu eliminasi kalium 1, 3
  • Hemolisis sampel: pseudohiperkalemia akibat teknik pengambilan darah yang tidak tepat (penyebab paling sering pada bayi sehat) 3
  • Kerusakan jaringan masif: rhabdomyolysis atau trauma yang menyebabkan pelepasan kalium intraseluler 3
  • Obat-obatan: jika bayi mendapat obat yang mengganggu ekskresi kalium seperti NSAID, ACE inhibitor, atau diuretik hemat kalium 4
  • Hipoaldosteronisme: gangguan hormonal yang jarang pada usia ini 3

Langkah Evaluasi yang Diperlukan

Evaluasi segera yang harus dilakukan:

  • Konfirmasi hasil laboratorium: ulangi pemeriksaan kalium dengan teknik pengambilan yang benar untuk menyingkirkan pseudohiperkalemia 3
  • Pemeriksaan EKG: cari tanda-tanda kardiotoksisitas (gelombang T tinggi runcing, pelebaran QRS, perpanjangan interval PR) 1, 5
  • Fungsi ginjal: periksa ureum, kreatinin, dan urine output untuk menilai fungsi ginjal 2
  • Kalium urin: jika kalium urin <20 mmol/L menunjukkan hiperkalemia oligurik (gagal ginjal), jika >20 mmol/L menunjukkan hiperkalemia non-oligurik 1
  • Riwayat obat: tinjau semua obat yang diterima bayi 4

Penanganan Berdasarkan Temuan Klinis

Jika terdapat perubahan EKG atau gejala klinis (kelemahan otot, aritmia):

  • Berikan kalsium glukonat 10% (0,5-1 mL/kg IV pelan selama 5-10 menit) untuk stabilisasi membran jantung 5, 3
  • Insulin dengan glukosa untuk memindahkan kalium ke intraseluler 5, 3
  • Beta-2 agonis (salbutamol nebulisasi) untuk menurunkan kalium serum 5, 3
  • Pertimbangkan hemodialisis jika refrakter terhadap terapi medis 5, 3

Jika tidak ada perubahan EKG dan bayi stabil:

  • Hentikan semua sumber kalium eksternal 1
  • Pastikan hidrasi adekuat dan fungsi ginjal baik 2
  • Monitor ketat kadar kalium serum setiap 4-6 jam 1
  • Evaluasi ulang untuk menyingkirkan pseudohiperkalemia 3

Peringatan Penting

  • Jangan abaikan hiperkalemia pada bayi: meskipun bayi tampak sehat dan mendapat ASI eksklusif, kadar kalium 6,1 mmol/L tetap abnormal dan memerlukan investigasi 1
  • Pseudohiperkalemia sering terjadi: hemolisis sampel akibat teknik pengambilan darah yang tidak tepat adalah penyebab paling umum pada bayi yang tampak sehat 3
  • Perubahan EKG adalah indikator kegawatan: hiperkalemia dengan perubahan EKG adalah kedaruratan medis yang memerlukan penanganan segera 5, 3
  • Koreksi terlalu cepat berbahaya: penurunan kalium harus bertahap untuk menghindari komplikasi 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Hypokalemia in Neonates

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Pathogenesis, diagnosis and management of hyperkalemia.

Pediatric nephrology (Berlin, Germany), 2011

Research

Drug-induced hyperkalemia.

Drug safety, 2014

Research

Treatment and pathogenesis of acute hyperkalemia.

Journal of community hospital internal medicine perspectives, 2011

Related Questions

What is the next step in managing a patient with hyperkalemia (elevated potassium level)?
Is a potassium level of 5.35 mmol/L safe for home treatment in a patient with hyperkalemia?
What are the symptoms, risks, and treatment for hyperkalemia (elevated potassium levels) in a 3-4 year old due to excess coconut water consumption?
What is the management for a 60-year-old with hyperkalemia (potassium level of 5.6)?
Is it appropriate to wait four days to repeat a potassium level in a patient with hyperkalemia (elevated potassium level) of 5.3?
What is the recommended schedule for anti-hepatitis (hep) booster doses in an adult or adolescent with a normal immune status who has previously received a hepatitis A or hepatitis B vaccine?
What is the management and workup for a patient with a suspected intra-abdominal abscess, particularly those with a history of abdominal surgery, trauma, or underlying conditions such as inflammatory bowel disease?
Can an ineffectively treated streptococcal (Group A Streptococcus) throat infection in a kidney transplant recipient with immunosuppressive therapy cause problems with the new kidney, particularly with the appearance of Immunoglobulin G (IGG) antibodies?
What is the typical source of Brucella infection?
What are the prevention and management strategies for Hepatitis A in high-risk individuals, including young adults, travelers, and those with compromised immune systems or previous liver disease?
What is the initial management for a patient with temporomandibular (TM) joint arthritis?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.