Maltofer Tidak Meningkatkan Kalium Darah
Maltofer (suplemen zat besi) tidak meningkatkan kadar kalium darah dan aman digunakan pada bayi berusia 2 bulan dengan hiperkalemia yang mendapat ASI eksklusif. 1, 2
Mengapa Maltofer Aman dalam Konteks Hiperkalemia
Maltofer adalah suplemen zat besi berbasis iron polymaltose complex yang bekerja melalui mekanisme absorpsi besi di saluran pencernaan. Obat ini tidak mengandung kalium dan tidak mempengaruhi homeostasis kalium tubuh. 3
- Maltofer tidak termasuk dalam kategori obat yang menyebabkan hiperkalemia melalui mekanisme apapun (perpindahan transseluler, gangguan ekskresi ginjal, atau peningkatan asupan kalium). 3
- Suplemen zat besi seperti Maltofer tidak mempengaruhi sistem renin-angiotensin-aldosteron, yang merupakan mekanisme utama obat-obatan menyebabkan hiperkalemia. 3
Fokus pada Hiperkalemia pada Bayi 2 Bulan
Yang lebih penting adalah mengevaluasi dan menangani hiperkalemia pada bayi Anda. Hiperkalemia pada bayi usia 2 bulan yang mendapat ASI eksklusif adalah kondisi abnormal yang memerlukan investigasi segera. 1
Definisi dan Ambang Batas Kritis
- Hiperkalemia pada neonatus dan bayi didefinisikan sebagai kadar kalium serum >6.0 mmol/L. 1
- Hiperkalemia berat (K >7.0 mmol/L) memerlukan intervensi segera. 1
- Pada usia 2 bulan, bayi seharusnya sudah melewati fase transisi neonatal dan berada dalam fase pertumbuhan stabil dengan kebutuhan kalium normal 2-3 mmol/kg/hari. 1
Evaluasi yang Diperlukan
Segera lakukan pemeriksaan EKG untuk mendeteksi perubahan yang mengancam jiwa. 2
- Jika ada perubahan EKG atau gejala klinis (kelemahan otot, aritmia), stabilisasi membran jantung dengan kalsium glukonat harus dilakukan segera. 1, 2
- Periksa fungsi ginjal (kreatinin, ureum) untuk menyingkirkan gagal ginjal sebagai penyebab. 4
- Evaluasi kemungkinan hemolisis yang dapat menyebabkan peningkatan kalium palsu atau sebenarnya. 4
- Singkirkan sepsis awitan dini yang dapat menyebabkan hiperkalemia. 4
Penyebab Potensial pada Bayi ASI Eksklusif
- ASI mengandung sekitar 16-20 mmol/L kalium setelah hari ketiga kehidupan, dan bayi yang mendapat ASI eksklusif seharusnya memiliki kadar kalium normal. 1
- Hiperkalemia pada konteks ini menunjukkan kemungkinan gangguan ekskresi ginjal, asidosis, atau kondisi patologis lainnya. 3, 5
Manajemen Segera
Jika bayi stabil tanpa perubahan EKG:
- Hentikan semua sumber kalium eksternal (meskipun ASI adalah satu-satunya asupan). 1
- Pastikan hidrasi dan fungsi ginjal adekuat. 1
- Monitor kadar kalium serum setiap 4-6 jam. 1
Jika ada perubahan EKG atau gejala:
- Berikan kalsium glukonat 10% sebanyak 0.5-1 mL/kg IV selama 2-5 menit untuk stabilisasi membran jantung. 2
- Berikan insulin reguler 0.1 unit/kg dengan glukosa 10% sebanyak 2 mL/kg untuk menggeser kalium ke intraseluler. 2
- Periksa dan koreksi hipomagnesemia jika ada (target magnesium >0.6 mmol/L). 2
- Hindari penggunaan furosemide pada neonatus karena efikasi terbatas dan risiko efek samping. 2
Peringatan Penting
- Jangan abaikan hiperkalemia pada bayi, bahkan jika tampak sehat dan mendapat ASI eksklusif. Kadar kalium >6.0 mmol/L tetap abnormal dan memerlukan investigasi menyeluruh. 1
- Koreksi hiperkalemia harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari komplikasi. 1
- Pertimbangkan transfusi tukar jika hiperkalemia berat disertai perubahan EKG dan ketidakstabilan hemodinamik. 4
- Target kadar kalium serum untuk neonatus adalah 4.0-5.5 mmol/L. 2
Kesimpulan: Maltofer aman digunakan dan tidak akan memperburuk hiperkalemia, tetapi prioritas utama adalah mengevaluasi dan menangani penyebab hiperkalemia pada bayi Anda dengan segera.