Does Maltofer (iron supplement) increase potassium levels in a 2-month-old exclusively breastfed baby with hyperkalemia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Maltofer Tidak Meningkatkan Kalium Darah

Maltofer (suplemen zat besi) tidak meningkatkan kadar kalium darah dan aman digunakan pada bayi berusia 2 bulan dengan hiperkalemia yang mendapat ASI eksklusif. 1, 2

Mengapa Maltofer Aman dalam Konteks Hiperkalemia

Maltofer adalah suplemen zat besi berbasis iron polymaltose complex yang bekerja melalui mekanisme absorpsi besi di saluran pencernaan. Obat ini tidak mengandung kalium dan tidak mempengaruhi homeostasis kalium tubuh. 3

  • Maltofer tidak termasuk dalam kategori obat yang menyebabkan hiperkalemia melalui mekanisme apapun (perpindahan transseluler, gangguan ekskresi ginjal, atau peningkatan asupan kalium). 3
  • Suplemen zat besi seperti Maltofer tidak mempengaruhi sistem renin-angiotensin-aldosteron, yang merupakan mekanisme utama obat-obatan menyebabkan hiperkalemia. 3

Fokus pada Hiperkalemia pada Bayi 2 Bulan

Yang lebih penting adalah mengevaluasi dan menangani hiperkalemia pada bayi Anda. Hiperkalemia pada bayi usia 2 bulan yang mendapat ASI eksklusif adalah kondisi abnormal yang memerlukan investigasi segera. 1

Definisi dan Ambang Batas Kritis

  • Hiperkalemia pada neonatus dan bayi didefinisikan sebagai kadar kalium serum >6.0 mmol/L. 1
  • Hiperkalemia berat (K >7.0 mmol/L) memerlukan intervensi segera. 1
  • Pada usia 2 bulan, bayi seharusnya sudah melewati fase transisi neonatal dan berada dalam fase pertumbuhan stabil dengan kebutuhan kalium normal 2-3 mmol/kg/hari. 1

Evaluasi yang Diperlukan

Segera lakukan pemeriksaan EKG untuk mendeteksi perubahan yang mengancam jiwa. 2

  • Jika ada perubahan EKG atau gejala klinis (kelemahan otot, aritmia), stabilisasi membran jantung dengan kalsium glukonat harus dilakukan segera. 1, 2
  • Periksa fungsi ginjal (kreatinin, ureum) untuk menyingkirkan gagal ginjal sebagai penyebab. 4
  • Evaluasi kemungkinan hemolisis yang dapat menyebabkan peningkatan kalium palsu atau sebenarnya. 4
  • Singkirkan sepsis awitan dini yang dapat menyebabkan hiperkalemia. 4

Penyebab Potensial pada Bayi ASI Eksklusif

  • ASI mengandung sekitar 16-20 mmol/L kalium setelah hari ketiga kehidupan, dan bayi yang mendapat ASI eksklusif seharusnya memiliki kadar kalium normal. 1
  • Hiperkalemia pada konteks ini menunjukkan kemungkinan gangguan ekskresi ginjal, asidosis, atau kondisi patologis lainnya. 3, 5

Manajemen Segera

Jika bayi stabil tanpa perubahan EKG:

  • Hentikan semua sumber kalium eksternal (meskipun ASI adalah satu-satunya asupan). 1
  • Pastikan hidrasi dan fungsi ginjal adekuat. 1
  • Monitor kadar kalium serum setiap 4-6 jam. 1

Jika ada perubahan EKG atau gejala:

  • Berikan kalsium glukonat 10% sebanyak 0.5-1 mL/kg IV selama 2-5 menit untuk stabilisasi membran jantung. 2
  • Berikan insulin reguler 0.1 unit/kg dengan glukosa 10% sebanyak 2 mL/kg untuk menggeser kalium ke intraseluler. 2
  • Periksa dan koreksi hipomagnesemia jika ada (target magnesium >0.6 mmol/L). 2
  • Hindari penggunaan furosemide pada neonatus karena efikasi terbatas dan risiko efek samping. 2

Peringatan Penting

  • Jangan abaikan hiperkalemia pada bayi, bahkan jika tampak sehat dan mendapat ASI eksklusif. Kadar kalium >6.0 mmol/L tetap abnormal dan memerlukan investigasi menyeluruh. 1
  • Koreksi hiperkalemia harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari komplikasi. 1
  • Pertimbangkan transfusi tukar jika hiperkalemia berat disertai perubahan EKG dan ketidakstabilan hemodinamik. 4
  • Target kadar kalium serum untuk neonatus adalah 4.0-5.5 mmol/L. 2

Kesimpulan: Maltofer aman digunakan dan tidak akan memperburuk hiperkalemia, tetapi prioritas utama adalah mengevaluasi dan menangani penyebab hiperkalemia pada bayi Anda dengan segera.

References

Guideline

Hyperkalemia in 2-Month-Old Exclusively Breastfed Infants

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Emergency Management of Neonatal Hyperkalemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Drug-induced hyperkalemia.

Drug safety, 2014

Research

Severe Hyperkalemia Immediately After Birth.

The American journal of case reports, 2019

Research

Hyperkalemia in chronic kidney disease.

Revista da Associacao Medica Brasileira (1992), 2020

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.