Pengaturan Ventilator pada ARDS Berat dengan Infiltrat Unilateral
Strategi Ventilasi Protektif Paru Tetap Menjadi Dasar
Meskipun infiltrat dominan di satu sisi, tetap gunakan strategi ventilasi protektif paru standar dengan volume tidal 4-8 mL/kg berat badan prediksi (target 6 mL/kg), tekanan plateau ≤30 cmH₂O, dan PEEP tinggi (>10 cmH₂O), kemudian tambahkan prone positioning segera karena ini adalah ARDS berat. 1, 2
Infiltrat unilateral tidak mengubah prinsip dasar ventilasi protektif karena kedua paru tetap berisiko mengalami ventilator-induced lung injury, bahkan paru yang relatif sehat dapat mengalami overdistensi jika volume tidal terlalu besar. 3, 4
Pengaturan Ventilator Spesifik
Parameter Dasar Wajib
Volume tidal: 6 mL/kg berat badan prediksi (rentang 4-8 mL/kg PBW), jangan pernah melebihi 8 mL/kg meskipun tekanan plateau tampak dapat diterima 1, 2, 3
Hitung berat badan prediksi: Laki-laki = 50 + 0.91 × [tinggi badan (cm) - 152.4] kg; Perempuan = 45.5 + 0.91 × [tinggi badan (cm) - 152.4] kg 2, 5
Tekanan plateau: Pertahankan ≤30 cmH₂O sebagai batas mutlak 1, 2, 3
Driving pressure: Target ≤15 cmH₂O (tekanan plateau - PEEP), karena ini memprediksi mortalitas lebih baik daripada volume tidal atau tekanan plateau saja 2, 5
Strategi PEEP untuk ARDS Berat
Gunakan PEEP tinggi (>10 cmH₂O) karena ini adalah ARDS berat dengan PaO₂/FiO₂ <150 mmHg 1, 2
PEEP tinggi mengurangi mortalitas pada populasi ini dengan adjusted relative risk 0.90 2, 5
Hindari recruitment maneuver yang berkepanjangan - ini merupakan rekomendasi kuat karena berhubungan dengan bahaya 1, 2
Prone Positioning: Intervensi Krusial untuk Infiltrat Unilateral
Implementasikan prone positioning segera - ini adalah rekomendasi terkuat untuk ARDS berat dengan PaO₂/FiO₂ <150 mmHg dan mengurangi mortalitas (RR 0.74). 1, 2
Protokol Prone Positioning
Prone positioning sangat penting pada kasus infiltrat unilateral karena:
Terapi Adjuvan untuk ARDS Berat
Neuromuscular Blockade
Gunakan neuromuscular blocking agents hingga 48 jam untuk ARDS berat dini dengan PaO₂/FiO₂ <150 mmHg 1, 2
Ini meningkatkan suplai oksigen terutama pada ventilator-patient dyssynchrony 5
Kortikosteroid
Berikan kortikosteroid sistemik pada pasien ARDS yang diventilasi mekanik - ini merupakan rekomendasi guideline terbaru berkualitas tinggi 1, 2
Dosis tidak boleh melebihi ekuivalen 1-2 mg/kg metilprednisolon per hari untuk durasi pendek (3-5 hari) 5
Target Oksigenasi
Target SpO₂ 88-95% untuk menghindari hiperoksia sambil mempertahankan oksigenasi adekuat 2, 5
Target PaO₂ 70-90 mmHg 5
Titrasi FiO₂ dan PEEP untuk mencapai target ini 4
Manajemen Cairan
Gunakan strategi cairan konservatif pada ARDS yang sudah established tanpa hipoperfusi jaringan 2, 5
Manajemen cairan konservatif meningkatkan ventilator-free days tanpa meningkatkan kegagalan organ non-pulmoner 2, 5
Pertimbangan ECMO
Pertimbangkan venovenous ECMO untuk hipoksemia refrakter ketika PaO₂/FiO₂ tetap <80 mmHg selama minimal 3 jam meskipun ventilasi optimal, atau <100 mmHg selama minimal 6 jam 1, 5
ECMO hanya boleh dilakukan di pusat dengan pengalaman cukup (>20-25 kasus per tahun) 5
Inisiasi ECMO dalam 7 hari onset gagal napas untuk hasil optimal 5
Peringatan Penting: Hindari Intervensi Berbahaya
Jangan gunakan high-frequency oscillatory ventilation - ini sangat dikontraindikasikan dan berhubungan dengan bahaya 1, 2, 5, 7
Jangan lakukan recruitment maneuver yang berkepanjangan - ini berhubungan dengan bahaya 1, 2
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Jangan tergoda untuk meningkatkan volume tidal meskipun satu paru tampak relatif normal - paru yang sehat justru berisiko tinggi mengalami overdistensi 3, 4
Jangan menunda prone positioning pada ARDS berat - ini dapat melewatkan window of opportunity untuk intervensi efektif ini 2, 7
Jangan menggunakan PEEP rendah pada ARDS berat hanya karena khawatir tentang overdistensi paru yang sehat - bukti menunjukkan PEEP tinggi mengurangi mortalitas 1, 2, 4