Kriteria Parkinson Dini dan Hubungannya dengan Depresi
Kriteria Diagnostik Parkinson Dini
Diagnosis Parkinson terutama bersifat klinis, memerlukan bradikinesia (gerakan lambat) sebagai tanda esensial, ditambah minimal satu dari: tremor istirahat, rigiditas, atau keduanya. 1
Tanda Kardinal yang Harus Dicari:
Bradikinesia adalah fitur diagnostik esensial yang harus ada, mempengaruhi tugas motorik halus (mengancingkan baju, menulis), aktivitas motorik kasar (berjalan, berputar), ekspresi wajah, dan bicara 1
Tremor istirahat - tremor yang muncul saat anggota tubuh dalam keadaan istirahat 1
Rigiditas - dapat dideteksi dengan menggerakkan anggota tubuh pasien secara pasif melalui rentang gerak penuh, mencatat resistensi konstan sepanjang gerakan atau resistensi seperti roda gigi (cogwheel) 2
Instabilitas postural - biasanya muncul lebih lambat dalam perjalanan penyakit 1
Kapan Gejala Muncul:
- Gejala klinis biasanya muncul setelah sekitar 40-50% neuron dopaminergik di substantia nigra telah hilang, biasanya sekitar 5 tahun setelah neurodegenerasi awal dimulai 1, 3
Pemeriksaan Penunjang untuk Kasus yang Tidak Jelas:
MRI otak tanpa kontras adalah modalitas pencitraan optimal untuk menyingkirkan penyebab struktural, meskipun sering normal pada Parkinson dini 1
I-123 ioflupane SPECT/CT (DaTscan) berharga untuk membedakan Parkinson dari tremor esensial atau tremor akibat obat, menunjukkan penurunan uptake radiotracer di striatum 1, 2
DaTscan normal pada dasarnya menyingkirkan sindrom Parkinson 1, 2
Red Flags untuk Diagnosis Alternatif:
Palsi tatapan vertikal (terutama ke bawah) menunjukkan Progressive Supranuclear Palsy 1
Rigiditas asimetris dengan fenomena alien hand menunjukkan Corticobasal Syndrome 1
Disfungsi otonom berat dini, tanda serebelar, atau tanda piramidal menunjukkan Multiple System Atrophy 1
Perangkap Umum yang Harus Dihindari:
Gagal mendeteksi rigiditas halus karena tidak menggunakan manuver aktivasi (misalnya, meminta pasien membuka/menutup tangan kontralateral saat menguji rigiditas) 2
Tidak menyingkirkan parkinsonisme akibat obat melalui riwayat pengobatan, terutama antipsikotik dan antiemetik 2
Mengacaukan spastisitas (resistensi bergantung kecepatan) dengan rigiditas (resistensi konstan sepanjang gerakan) 1
Hubungan Parkinson dengan Depresi
Depresi adalah salah satu gejala non-motorik paling sering dan memberatkan pada Parkinson, dengan prevalensi 38% di semua stadium penyakit, dan sering muncul sejak stadium awal bahkan sebelum gangguan kognitif. 4
Karakteristik Depresi pada Parkinson Dini:
Lebih dari separuh pasien yang awalnya tidak mengalami gangguan kognitif menunjukkan gejala depresi atau iritabilitas sebelum gangguan kognitif muncul 5
Perubahan mood adalah gejala awal yang sangat umum pada Alzheimer atau gangguan terkait, termasuk Parkinson dengan demensia 5
Depresi pada Parkinson bukan hanya reaksi psikologis terhadap penyakit atau efek samping levodopa, tetapi merupakan manifestasi terkait dari perubahan neurokimia Parkinson itu sendiri 6
Faktor Risiko dan Karakteristik Klinis:
Pasien Parkinson dengan depresi memiliki usia onset lebih muda, tingkat pendidikan lebih rendah, durasi penyakit lebih lama, skor UPDRS-III lebih tinggi, stadium H&Y lebih tinggi, dan skor MMSE dan SE-ADL lebih rendah 4
Depresi terkait dengan pasien perempuan, pasien dengan mutasi GBA1, freezing of gait (FOG), apati, ansietas, dan kelelahan 4
Komorbiditas Depresi dan Ansietas:
Dari 12 pasien Parkinson dengan diagnosis gangguan ansietas, 11 (92%) memiliki diagnosis gangguan depresi komorbid 6
Dari 18 pasien dengan gangguan depresi, 12 (67%) juga memiliki diagnosis gangguan ansietas 6
Ukuran depresi menjelaskan 44% varians dalam ukuran ansietas, menunjukkan ansietas dan depresi adalah manifestasi terkait dari perubahan neurokimia Parkinson 6
Neurobiologi yang Mendasari:
Depresi Parkinson didukung oleh disfungsi jaringan limbik dan sistem monoaminergik, tergantung pada stadium Parkinson dan gejala terkait 7
Evolusi disfungsi serotonergik, noradrenergik, dan dopaminergik serta abnormalitas sirkuit limbik melibatkan korteks cingulate anterior dan orbitofrontal, amigdala, talamus, dan striatum ventral 7
Implikasi Klinis Penting:
Gejala inti depresi menurut DSM-5 termasuk kesulitan berpikir, berkonsentrasi, dan membuat keputusan, sehingga pasien dengan gejala tersebut harus selalu dievaluasi untuk gejala depresi lainnya 5
Diferensiasi antara tipe primer gangguan neurologis penyebab demensia dengan gangguan psikiatri primer bisa sangat sulit karena gejala psikiatri adalah fitur klinis awal yang umum 5
Penilaian neuropsikologis atau penilaian subspesialis demensia mungkin bermanfaat dalam kasus yang kompleks 5
Pendekatan Pengobatan:
Bukti mendukung penggunaan dual serotonin dan noradrenaline reuptake inhibitors (desipramine, nortriptyline, venlafaxine) pada pasien dengan Parkinson dan depresi sedang hingga berat 7
Selective serotonin reuptake inhibitors, repetitive transcranial magnetic stimulation, dan cognitive behavioral therapy juga dapat dipertimbangkan 7
Optimalisasi terapi penggantian dopamin dan evaluasi deep brain stimulation nucleus subtalamikus untuk memperbaiki gejala motorik merupakan langkah pertama yang penting, selain aktivitas fisik 7
Layanan kesehatan mental harus dilibatkan sejak awal sebagai komponen perawatan komprehensif berkelanjutan 8