What is the recommended approach for de-prescribing PPIs, such as pantoprazole, in patients over 60 years old with long-term use for GERD or peptic ulcer disease?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pendekatan De-prescribing PPI yang Terbukti Berhasil

Semua pasien yang menggunakan PPI harus menjalani evaluasi rutin terhadap indikasi berkelanjutan, dan pasien tanpa indikasi definitif untuk penggunaan kronis harus dipertimbangkan untuk percobaan de-prescribing. 1

Langkah 1: Dokumentasi dan Evaluasi Indikasi

Dokter perawatan primer harus bertanggung jawab untuk meninjau secara berkala indikasi penggunaan PPI yang sedang berlangsung dan mendokumentasikan indikasi tersebut. 1

  • Tanpa indikasi berkelanjutan atau bukti manfaat, PPI hanya dapat menimbulkan bahaya termasuk beban pil, biaya obat, dan efek samping potensial. 1
  • Evaluasi ini sangat penting karena sebagian besar PPI diresepkan oleh dokter perawatan primer, dan gastroenterolog umumnya tidak memberikan tindak lanjut jangka panjang untuk indikasi umum seperti GERD tanpa komplikasi. 1

Langkah 2: Identifikasi Kandidat yang Tepat untuk De-prescribing

Pasien yang HARUS Dipertimbangkan untuk De-prescribing:

  • Semua pasien tanpa indikasi definitif untuk PPI kronis harus dipertimbangkan untuk percobaan de-prescribing. 1
  • Sebagian besar pasien dengan GERD memiliki penyakit non-erosif, yang merupakan kandidat ideal untuk de-prescribing. 1
  • Pasien yang menggunakan dosis dua kali sehari harus dipertimbangkan untuk penurunan dosis menjadi sekali sehari. 1 Dosis ganda PPI tidak pernah dipelajari dalam RCT dan tidak disetujui FDA, namun hingga 15% pengguna PPI menggunakan dosis lebih tinggi dari standar. 1, 2

Pasien yang TIDAK BOLEH Di-deprescribe:

  • Pasien dengan GERD komplikasi seperti riwayat esofagitis erosif berat (LA grade C/D), ulkus esofagus, atau striktur peptik umumnya tidak boleh dipertimbangkan untuk penghentian PPI. 1
  • Pasien dengan Barrett's esophagus, esofagitis eosinofilik, atau fibrosis pulmonal idiopatik tidak boleh dipertimbangkan untuk percobaan de-prescribing. 1
  • Pasien dengan risiko tinggi perdarahan gastrointestinal bagian atas tidak boleh dipertimbangkan untuk de-prescribing PPI. 1
  • Pasien yang menggunakan aspirin/NSAID dengan risiko tinggi perdarahan GI memerlukan gastroproteksi berkelanjutan. 1

Langkah 3: Penilaian Risiko Perdarahan

Pengguna PPI harus dinilai risiko perdarahan gastrointestinal bagian atas menggunakan strategi berbasis bukti sebelum de-prescribing. 1

  • Evaluasi faktor risiko seperti penggunaan antikoagulan, antiplatelet, NSAID, riwayat ulkus peptikum, atau perdarahan GI sebelumnya. 1
  • Pasien dengan risiko tinggi untuk perdarahan GI tidak boleh di-deprescribe. 1

Langkah 4: Strategi De-prescribing

Pilihan Metode:

Baik tapering dosis maupun penghentian mendadak dapat dipertimbangkan saat de-prescribing PPI. 1

  • Penelitian menunjukkan bahwa kedua pendekatan dapat berhasil, meskipun bukti masih terbatas. 3, 4
  • Untuk pasien dengan penggunaan jangka panjang, pertimbangkan tapering untuk meminimalkan gejala rebound. 4

Edukasi Pasien yang Penting:

Pasien yang menghentikan terapi PPI jangka panjang harus diberitahu bahwa mereka mungkin mengalami gejala gastrointestinal bagian atas sementara akibat rebound acid hypersecretion. 1

  • Gejala rebound ini bersifat sementara dan biasanya mereda dalam beberapa minggu. 1
  • Edukasi ini penting untuk mencegah pasien kembali menggunakan PPI secara prematur. 5

Langkah 5: Pertimbangan Khusus untuk Pasien Usia >60 Tahun

  • Pantoprazole menunjukkan farmakokinetik yang tidak bergantung pada usia pasien dan ditoleransi dengan baik untuk terapi jangka panjang pada lansia. 6
  • Praktik klinis menyarankan bahwa dosis pemeliharaan rendah PPI harus digunakan pada pasien lansia dengan GERD. 6
  • Pada pasien lansia dengan penyakit ulkus peptikum atau penyakit refluks erosif yang telah sembuh, tingkat remisi dengan terapi pemeliharaan pantoprazole adalah 68% pada 5 tahun. 7

Peringatan Penting:

  • Keputusan untuk menghentikan PPI harus didasarkan semata-mata pada kurangnya indikasi untuk penggunaan PPI, bukan karena kekhawatiran tentang efek samping. 1
  • Kehadiran efek samping terkait PPI atau riwayat efek samping pada pengguna PPI saat ini bukan merupakan indikasi independen untuk penghentian PPI. 1
  • RCT yang membandingkan PPI dengan plasebo tidak menunjukkan tingkat kejadian buruk yang lebih tinggi di antara pengguna PPI, meskipun studi observasional menunjukkan asosiasi dengan berbagai efek samping. 1

Tindak Lanjut:

  • Evaluasi ulang gejala pasien setelah 4-8 minggu percobaan de-prescribing. 1
  • Jika gejala kambuh dan mengganggu, pertimbangkan untuk memulai kembali PPI pada dosis efektif terendah. 5
  • Untuk pasien dengan GERD yang tidak terbukti yang merespons terapi PPI empiris, pertimbangkan endoskopi dengan pemantauan refluks berkepanjangan tanpa PPI dalam 12 bulan untuk menetapkan penggunaan terapi PPI jangka panjang yang tepat. 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

High-Dose PPI Use in Clinical Practice

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Deprescribing versus continuation of chronic proton pump inhibitor use in adults.

The Cochrane database of systematic reviews, 2017

Research

The Use and Misuse of Proton Pump Inhibitors: An Opportunity for Deprescribing.

Journal of the American Medical Directors Association, 2021

Research

Long-term management of GERD in the elderly with pantoprazole.

Clinical interventions in aging, 2007

Research

Pantoprazole in severe acid-peptic disease: the effectiveness and safety of 5 years' continuous treatment.

Digestive and liver disease : official journal of the Italian Society of Gastroenterology and the Italian Association for the Study of the Liver, 2005

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.