Dosis Morfin untuk Manajemen Nyeri
Dosis Awal untuk Pasien Naif Opioid
Untuk pasien yang belum pernah menggunakan opioid dengan nyeri sedang hingga berat, mulai dengan morfin oral immediate-release 15-30 mg setiap 4 jam, ditambah dosis rescue (hingga setiap jam) untuk nyeri breakthrough. 1, 2
Titrasi Intravena untuk Nyeri Berat
Untuk pasien dengan nyeri berat yang memerlukan kontrol nyeri cepat:
- Berikan morfin IV 1,5 mg bolus setiap 10 menit hingga tercapai relief nyeri atau timbul efek samping yang tidak dapat ditoleransi 1
- Protokol ini mencapai kontrol nyeri yang memuaskan pada 84% pasien dalam 1 jam, dibandingkan hanya 25% dengan morfin oral 1
- Dosis median morfin IV yang dibutuhkan untuk mencapai relief nyeri adalah 4,5 mg (rentang 1,5-34,5 mg) 1
- Setelah titrasi IV, konversi ke morfin oral dengan rasio 1:3 (IV:oral) 1, 2
Dosis Maintenance dan Breakthrough
- Dosis breakthrough harus setara dengan 10-15% dari total dosis harian 1
- Jika pasien memerlukan lebih dari 4 dosis rescue per hari, tingkatkan dosis baseline morfin slow-release 1
- Setelah periode titrasi, beralih ke formulasi slow-release dengan dosis total yang sama 1
Rute Pemberian Alternatif
Subkutan vs Intravena
Rute subkutan adalah pilihan pertama untuk pemberian parenteral morfin ketika pasien tidak dapat menerima opioid oral atau transdermal. 1
- Rute subkutan dan intravena menunjukkan efikasi dan tolerabilitas yang serupa 1
- Relief nyeri lebih cepat dengan rute IV 1
- Rasio potensi oral:IV:subkutan morfin adalah 3:1:1 1
- Pemberian IV diindikasikan ketika subkutan kontraindikasi (edema perifer, gangguan koagulasi, sirkulasi perifer buruk, kebutuhan volume dan dosis tinggi) 1
Pertimbangan Khusus
Variasi Dosis Individual
- Dosis efektif morfin bervariasi dari 2,4 mg hingga lebih dari 100 mg oral setiap 4 jam 3
- Sebagian besar pasien tidak memerlukan lebih dari 30 mg per dosis 3
- Waktu titrasi rata-rata untuk mencapai analgesia adekuat adalah 2,3 hari dengan dosis harian rata-rata 97 mg (rentang 60-180 mg) 4
Manajemen Efek Samping
Efek samping yang umum terjadi selama titrasi morfin:
- Konstipasi terjadi pada hampir semua pasien - berikan laksatif stimulan secara profilaksis 1
- Mual dan muntah - pertimbangkan antiemetik profilaksis 1
- Sedasi sementara dapat menunda peningkatan dosis tetapi biasanya transien 4
- Depresi respirasi sangat jarang ketika kriteria pembatasan dosis diterapkan dengan ketat 5
Peringatan Penting
- Jangan menghentikan morfin secara tiba-tiba pada pasien yang mungkin bergantung secara fisik - dapat menyebabkan gejala withdrawal yang serius 2
- Monitor pasien dengan ketat untuk depresi respirasi, terutama dalam 24-72 jam pertama terapi dan setelah peningkatan dosis 2
- Lebih aman untuk underestimate daripada overestimate dosis morfin 24 jam 2
- Pada pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 4-5 (eGFR <30 ml/menit), buprenorfin adalah opioid pilihan yang lebih aman 1
Algoritma Praktis
- Evaluasi intensitas nyeri: Nyeri berat (NRS ≥7) → titrasi IV; Nyeri sedang (NRS 4-6) → morfin oral 1
- Tentukan status opioid: Naif opioid → mulai 15-30 mg oral atau 1,5 mg IV; Toleran opioid → hitung dosis ekuianalgesik 1, 2
- Titrasi hingga relief: Tingkatkan dosis hingga analgesia adekuat tanpa efek samping yang tidak dapat ditoleransi 1, 2
- Berikan dosis rescue: 10-15% dari total dosis harian, tersedia setiap jam untuk oral atau setiap 10 menit untuk IV 1
- Sesuaikan dosis baseline: Jika >4 dosis rescue/hari diperlukan, tingkatkan dosis scheduled 1
- Konversi ke slow-release: Setelah dosis stabil tercapai, beralih ke formulasi long-acting 1