What is the appropriate dose of morphine for a patient?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 22, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Morfin untuk Manajemen Nyeri

Dosis Awal untuk Pasien Naif Opioid

Untuk pasien yang belum pernah menggunakan opioid dengan nyeri sedang hingga berat, mulai dengan morfin oral immediate-release 15-30 mg setiap 4 jam, ditambah dosis rescue (hingga setiap jam) untuk nyeri breakthrough. 1, 2

Titrasi Intravena untuk Nyeri Berat

Untuk pasien dengan nyeri berat yang memerlukan kontrol nyeri cepat:

  • Berikan morfin IV 1,5 mg bolus setiap 10 menit hingga tercapai relief nyeri atau timbul efek samping yang tidak dapat ditoleransi 1
  • Protokol ini mencapai kontrol nyeri yang memuaskan pada 84% pasien dalam 1 jam, dibandingkan hanya 25% dengan morfin oral 1
  • Dosis median morfin IV yang dibutuhkan untuk mencapai relief nyeri adalah 4,5 mg (rentang 1,5-34,5 mg) 1
  • Setelah titrasi IV, konversi ke morfin oral dengan rasio 1:3 (IV:oral) 1, 2

Dosis Maintenance dan Breakthrough

  • Dosis breakthrough harus setara dengan 10-15% dari total dosis harian 1
  • Jika pasien memerlukan lebih dari 4 dosis rescue per hari, tingkatkan dosis baseline morfin slow-release 1
  • Setelah periode titrasi, beralih ke formulasi slow-release dengan dosis total yang sama 1

Rute Pemberian Alternatif

Subkutan vs Intravena

Rute subkutan adalah pilihan pertama untuk pemberian parenteral morfin ketika pasien tidak dapat menerima opioid oral atau transdermal. 1

  • Rute subkutan dan intravena menunjukkan efikasi dan tolerabilitas yang serupa 1
  • Relief nyeri lebih cepat dengan rute IV 1
  • Rasio potensi oral:IV:subkutan morfin adalah 3:1:1 1
  • Pemberian IV diindikasikan ketika subkutan kontraindikasi (edema perifer, gangguan koagulasi, sirkulasi perifer buruk, kebutuhan volume dan dosis tinggi) 1

Pertimbangan Khusus

Variasi Dosis Individual

  • Dosis efektif morfin bervariasi dari 2,4 mg hingga lebih dari 100 mg oral setiap 4 jam 3
  • Sebagian besar pasien tidak memerlukan lebih dari 30 mg per dosis 3
  • Waktu titrasi rata-rata untuk mencapai analgesia adekuat adalah 2,3 hari dengan dosis harian rata-rata 97 mg (rentang 60-180 mg) 4

Manajemen Efek Samping

Efek samping yang umum terjadi selama titrasi morfin:

  • Konstipasi terjadi pada hampir semua pasien - berikan laksatif stimulan secara profilaksis 1
  • Mual dan muntah - pertimbangkan antiemetik profilaksis 1
  • Sedasi sementara dapat menunda peningkatan dosis tetapi biasanya transien 4
  • Depresi respirasi sangat jarang ketika kriteria pembatasan dosis diterapkan dengan ketat 5

Peringatan Penting

  • Jangan menghentikan morfin secara tiba-tiba pada pasien yang mungkin bergantung secara fisik - dapat menyebabkan gejala withdrawal yang serius 2
  • Monitor pasien dengan ketat untuk depresi respirasi, terutama dalam 24-72 jam pertama terapi dan setelah peningkatan dosis 2
  • Lebih aman untuk underestimate daripada overestimate dosis morfin 24 jam 2
  • Pada pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 4-5 (eGFR <30 ml/menit), buprenorfin adalah opioid pilihan yang lebih aman 1

Algoritma Praktis

  1. Evaluasi intensitas nyeri: Nyeri berat (NRS ≥7) → titrasi IV; Nyeri sedang (NRS 4-6) → morfin oral 1
  2. Tentukan status opioid: Naif opioid → mulai 15-30 mg oral atau 1,5 mg IV; Toleran opioid → hitung dosis ekuianalgesik 1, 2
  3. Titrasi hingga relief: Tingkatkan dosis hingga analgesia adekuat tanpa efek samping yang tidak dapat ditoleransi 1, 2
  4. Berikan dosis rescue: 10-15% dari total dosis harian, tersedia setiap jam untuk oral atau setiap 10 menit untuk IV 1
  5. Sesuaikan dosis baseline: Jika >4 dosis rescue/hari diperlukan, tingkatkan dosis scheduled 1
  6. Konversi ke slow-release: Setelah dosis stabil tercapai, beralih ke formulasi long-acting 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Morphine and diamorphine in the terminally ill patient.

Acta anaesthesiologica Scandinavica. Supplementum, 1982

Research

Postoperative intravenous morphine titration.

British journal of anaesthesia, 2012

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.