Konstipasi pada Bayi Sehat: Kemungkinan Intoleransi Susu Formula
Ya, konstipasi (BAB dempul/keras) pada bayi yang sehat dapat disebabkan oleh intoleransi terhadap susu formula yang sedang diminum, dan perubahan formula dapat menjadi solusi yang efektif.
Mekanisme Konstipasi Akibat Formula
Komposisi susu formula sangat mempengaruhi karakteristik feses bayi:
- Formula yang mengandung palm olein oil (minyak kelapa sawit) cenderung menyebabkan feses lebih keras dan frekuensi BAB lebih jarang karena asam palmitat dari palm olein diserap dengan buruk dan membentuk sabun kalsium yang tidak larut di usus 1
- Bayi yang mengonsumsi formula dengan palm olein mengalami feses yang secara signifikan lebih keras dibandingkan formula tanpa palm olein 1, 2
- Perbedaan rasio whey:casein dan komposisi lemak antar formula dapat mempengaruhi konsistensi feses 1, 2
Intoleransi Protein Susu Sapi sebagai Penyebab
Konstipasi kronis dapat menjadi manifestasi dari intoleransi protein susu sapi:
- Dalam satu studi, 68% anak dengan konstipasi kronis (BAB setiap 3-15 hari) merespons positif ketika susu sapi diganti dengan susu kedelai 3
- Anak-anak dengan respons positif lebih sering memiliki fisura ani dan eritema/edema perianal (40 dari 44 anak) 3
- Tanda-tanda hipersensitivitas seperti IgE spesifik terhadap antigen susu sapi ditemukan pada 31 dari 44 anak yang merespons 3
Algoritma Penanganan Konstipasi pada Bayi Sehat
Langkah 1: Evaluasi Karakteristik Feses
- Perhatikan konsistensi: keras/dempul, frekuensi BAB, ada/tidaknya nyeri saat defekasi
- Periksa ada/tidaknya fisura ani, eritema, atau edema perianal 3
- Tanyakan riwayat atopi (rhinitis, dermatitis, bronkospasme) yang meningkatkan kemungkinan intoleransi 3
Langkah 2: Intervensi Awal - Perubahan Formula
Untuk bayi dengan konstipasi ringan-sedang tanpa tanda intoleransi berat:
- Ganti ke formula tanpa palm olein oil yang terbukti menghasilkan feses lebih lunak dan frekuensi BAB lebih sering 1
- Formula dengan rasio whey:casein 48:52 dan campuran lemak dari high-oleic safflower, coconut, dan soy oils menunjukkan pola feses lebih mirip ASI 1
- Evaluasi respons setelah 2 minggu penggunaan formula baru 1, 2
Untuk bayi dengan tanda-tanda intoleransi protein susu sapi (fisura ani, eritema perianal, riwayat atopi):
- Extensively hydrolyzed formula (eHF) adalah pilihan lini pertama dengan efikasi 80-90% 4
- Jika gejala berat atau tidak membaik setelah 2-4 minggu dengan eHF, gunakan amino acid-based formula (AAF) 4
- Hindari susu kedelai sebagai alternatif lini pertama karena risiko reaksi silang 20-40% pada bayi dengan intoleransi protein susu sapi 4
Langkah 3: Intervensi Tambahan Jika Perubahan Formula Tidak Cukup
Jika konstipasi menetap setelah perubahan formula:
- Jus buah (prune, pear, apple) dapat membantu meningkatkan frekuensi dan kandungan air feses karena kandungan sorbitol dan karbohidrat lainnya 5
- Laktulosa atau polyethylene glycol 3350 menunjukkan resolusi konstipasi pada 92% bayi dan aman digunakan 6
- Perubahan diet dan corn syrup hanya efektif pada 25% kasus 6
Peringatan Penting
- Jangan menghentikan ASI jika bayi masih menyusu; pada ibu menyusui, eliminasi susu sapi dan telur dari diet ibu selama 2-4 minggu dapat mengatasi gejala 5, 4
- Jangan menggunakan susu kambing atau domba sebagai alternatif karena homologi protein yang tinggi dengan susu sapi 4
- Jangan menggunakan partially hydrolyzed formula untuk intoleransi protein susu sapi yang terkonfirmasi karena tidak adekuat 4
- Warna hijau pada feses lebih sering terjadi pada formula dengan kandungan zat besi 12 mg/L dan bukan indikasi masalah 2
Kapan Merujuk ke Spesialis
Rujuk ke gastroenterologi pediatrik jika: