Can a healthy infant's constipation be caused by an intolerance to their current formula?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 22, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Konstipasi pada Bayi Sehat: Kemungkinan Intoleransi Susu Formula

Ya, konstipasi (BAB dempul/keras) pada bayi yang sehat dapat disebabkan oleh intoleransi terhadap susu formula yang sedang diminum, dan perubahan formula dapat menjadi solusi yang efektif.

Mekanisme Konstipasi Akibat Formula

Komposisi susu formula sangat mempengaruhi karakteristik feses bayi:

  • Formula yang mengandung palm olein oil (minyak kelapa sawit) cenderung menyebabkan feses lebih keras dan frekuensi BAB lebih jarang karena asam palmitat dari palm olein diserap dengan buruk dan membentuk sabun kalsium yang tidak larut di usus 1
  • Bayi yang mengonsumsi formula dengan palm olein mengalami feses yang secara signifikan lebih keras dibandingkan formula tanpa palm olein 1, 2
  • Perbedaan rasio whey:casein dan komposisi lemak antar formula dapat mempengaruhi konsistensi feses 1, 2

Intoleransi Protein Susu Sapi sebagai Penyebab

Konstipasi kronis dapat menjadi manifestasi dari intoleransi protein susu sapi:

  • Dalam satu studi, 68% anak dengan konstipasi kronis (BAB setiap 3-15 hari) merespons positif ketika susu sapi diganti dengan susu kedelai 3
  • Anak-anak dengan respons positif lebih sering memiliki fisura ani dan eritema/edema perianal (40 dari 44 anak) 3
  • Tanda-tanda hipersensitivitas seperti IgE spesifik terhadap antigen susu sapi ditemukan pada 31 dari 44 anak yang merespons 3

Algoritma Penanganan Konstipasi pada Bayi Sehat

Langkah 1: Evaluasi Karakteristik Feses

  • Perhatikan konsistensi: keras/dempul, frekuensi BAB, ada/tidaknya nyeri saat defekasi
  • Periksa ada/tidaknya fisura ani, eritema, atau edema perianal 3
  • Tanyakan riwayat atopi (rhinitis, dermatitis, bronkospasme) yang meningkatkan kemungkinan intoleransi 3

Langkah 2: Intervensi Awal - Perubahan Formula

Untuk bayi dengan konstipasi ringan-sedang tanpa tanda intoleransi berat:

  • Ganti ke formula tanpa palm olein oil yang terbukti menghasilkan feses lebih lunak dan frekuensi BAB lebih sering 1
  • Formula dengan rasio whey:casein 48:52 dan campuran lemak dari high-oleic safflower, coconut, dan soy oils menunjukkan pola feses lebih mirip ASI 1
  • Evaluasi respons setelah 2 minggu penggunaan formula baru 1, 2

Untuk bayi dengan tanda-tanda intoleransi protein susu sapi (fisura ani, eritema perianal, riwayat atopi):

  • Extensively hydrolyzed formula (eHF) adalah pilihan lini pertama dengan efikasi 80-90% 4
  • Jika gejala berat atau tidak membaik setelah 2-4 minggu dengan eHF, gunakan amino acid-based formula (AAF) 4
  • Hindari susu kedelai sebagai alternatif lini pertama karena risiko reaksi silang 20-40% pada bayi dengan intoleransi protein susu sapi 4

Langkah 3: Intervensi Tambahan Jika Perubahan Formula Tidak Cukup

Jika konstipasi menetap setelah perubahan formula:

  • Jus buah (prune, pear, apple) dapat membantu meningkatkan frekuensi dan kandungan air feses karena kandungan sorbitol dan karbohidrat lainnya 5
  • Laktulosa atau polyethylene glycol 3350 menunjukkan resolusi konstipasi pada 92% bayi dan aman digunakan 6
  • Perubahan diet dan corn syrup hanya efektif pada 25% kasus 6

Peringatan Penting

  • Jangan menghentikan ASI jika bayi masih menyusu; pada ibu menyusui, eliminasi susu sapi dan telur dari diet ibu selama 2-4 minggu dapat mengatasi gejala 5, 4
  • Jangan menggunakan susu kambing atau domba sebagai alternatif karena homologi protein yang tinggi dengan susu sapi 4
  • Jangan menggunakan partially hydrolyzed formula untuk intoleransi protein susu sapi yang terkonfirmasi karena tidak adekuat 4
  • Warna hijau pada feses lebih sering terjadi pada formula dengan kandungan zat besi 12 mg/L dan bukan indikasi masalah 2

Kapan Merujuk ke Spesialis

Rujuk ke gastroenterologi pediatrik jika:

  • Konstipasi tidak membaik setelah 2-4 minggu perubahan formula 4
  • Terdapat failure to thrive atau gejala berat 4
  • Dicurigai penyebab organik (hanya 1.6% kasus) 6
  • Gejala menetap meskipun sudah menggunakan AAF 4

References

Research

Intolerance of cow's milk and chronic constipation in children.

The New England journal of medicine, 1998

Guideline

Cow's Milk Protein Allergy Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.