Tatalaksana Campak pada Dewasa dengan Vitamin A
Rekomendasi Utama
Semua pasien dewasa dengan campak harus menerima suplementasi vitamin A dosis 200.000 IU per oral pada hari pertama diagnosis, dengan dosis kedua 200.000 IU pada hari ke-2 jika terdapat komplikasi. 1
Protokol Vitamin A untuk Dewasa
Dosis Standar
- Pasien dewasa (≥12 bulan) menerima 200.000 IU vitamin A per oral sebagai dosis standar, asalkan belum menerima suplementasi vitamin A dalam bulan sebelumnya 1
- Dosis ini sama untuk semua pasien berusia ≥12 bulan termasuk dewasa 1
Dosis Kedua untuk Kasus Berkomplikasi
- Berikan dosis kedua 200.000 IU pada hari ke-2 jika pasien mengalami komplikasi seperti pneumonia, otitis media, croup, diare dengan dehidrasi, atau masalah neurologis 1
- Penelitian menunjukkan dua dosis vitamin A (total 400.000 IU) menurunkan risiko kematian sebesar 64% (RR 0.36; 95% CI 0.14-0.82) dibandingkan plasebo 2, 3
Dosis Ketiga untuk Gejala Mata
- Jika terdapat gejala defisiensi vitamin A pada mata (xerosis, bercak Bitot, keratomalasia, atau ulkus kornea), berikan dosis ketiga 200.000 IU pada 1-4 minggu setelah dua dosis awal 1
- Gejala mata ini menandakan defisiensi vitamin A yang lebih berat dan memerlukan terapi perpanjangan 1
Isolasi dan Kontrol Infeksi
- Isolasi pasien segera minimal 4 hari setelah onset ruam, karena pasien tetap menular dari 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah munculnya ruam 1
- Semua petugas kesehatan yang memasuki ruangan harus menggunakan respirator N95 atau perlindungan respirasi setara, terlepas dari status imunitas 1
- Hanya staf dengan bukti imunitas presumtif yang boleh memberikan perawatan 1
Perawatan Suportif
Manajemen Komplikasi
- Pantau status nutrisi dan daftarkan dalam program pemberian makan jika diperlukan 1
- Berikan terapi rehidrasi oral untuk diare dan antibiotik untuk infeksi saluran napas bawah akut serta superinfeksi bakteri lainnya 1
- Penelitian menunjukkan vitamin A mempercepat pemulihan dari pneumonia (rata-rata 6.3 vs 12.4 hari, P<0.001) dan diare (rata-rata 5.6 vs 8.5 hari, P<0.001) 4
Pemantauan Komplikasi
- Waspadai komplikasi yang sering terjadi: otitis media, laringotrakeobronkitis, pneumonia, stomatitis, dan diare 5
- Komplikasi neurologis jarang tetapi serius, dapat terjadi selama atau segera setelah penyakit akut (misalnya ensefalomielitis diseminata akut) atau bulan bahkan tahun kemudian (misalnya ensefalitis badan inklusi campak dan panensefalitis sklerosis subakut) 5
Populasi Khusus
Pasien Immunocompromised
- Pasien immunocompromised harus menerima immune globulin (IG) 0.5 mL/kg (maksimum 15 mL) jika terpapar, terlepas dari status vaksinasi 1
Wanita Hamil
- Wanita hamil harus menerima IG 0.25 mL/kg (maksimum 15 mL) dalam 6 hari setelah paparan 1
Dasar Bukti Ilmiah
Mengapa Vitamin A Efektif
- Vitamin A adalah satu-satunya intervensi berbasis bukti yang terbukti mengurangi mortalitas campak 1, 6
- Meskipun defisiensi vitamin A secara klinis jarang terlihat, 92% anak dengan campak mengalami hiporetinemia (kadar retinol serum <0.7 μmol/L) 4
- Studi menunjukkan risiko kematian atau komplikasi mayor berkurang setengahnya pada kelompok yang diobati dengan vitamin A (risiko relatif 0.51; 95% CI 0.35-0.74) 4
Keamanan Vitamin A
- Toksisitas bukan masalah dengan protokol suplementasi vitamin A standar, karena toksisitas akut memerlukan >300.000 IU pada dewasa dalam hitungan jam/hari 1
- Tidak ada efek samping yang diamati dalam studi retrospektif terhadap 651 anak yang menerima vitamin A dosis tinggi 7
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menggunakan masker bedah biasa—harus respirator N95 untuk perlindungan yang adekuat 1
- Jangan lupa memberikan suplementasi vitamin A, yang merupakan satu-satunya intervensi berbasis bukti untuk mengurangi mortalitas campak 1
- Jangan menunda pemberian vitamin A sambil menunggu konfirmasi laboratorium—pengobatan harus dimulai berdasarkan diagnosis klinis 8
- Jangan menghentikan isolasi terlalu dini—pertahankan isolasi penuh selama 4 hari setelah onset ruam 1