Kelebihan Cairan pada Neonatus dan Edema Labia serta Paha
Ya, kelebihan cairan pada neonatus dapat menyebabkan edema labia dan paha, terutama pada bayi prematur yang memiliki tekanan onkotik plasma lebih rendah dan permeabilitas dinding kapiler yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan perpindahan cairan dari ruang intravaskular ke ruang interstisial.
Mekanisme Patofisiologi pada Neonatus
Faktor Risiko Khusus pada Bayi Prematur
- Bayi prematur memiliki tekanan onkotik plasma yang lebih rendah dan permeabilitas dinding kapiler yang lebih tinggi, yang meningkatkan perpindahan air dari kompartemen intravaskular ke kompartemen interstisial 1.
- Kondisi ini menempatkan bayi prematur pada risiko edema yang lebih tinggi, terutama dalam kondisi patologis seperti sepsis 1.
- Bayi dengan berat lahir sangat rendah (VLBW, <1500 g) dan berat lahir sangat sangat rendah (ELBW, <1000 g) memiliki kandungan lemak tubuh yang rendah dan persentase massa tubuh tanpa lemak serta air tubuh yang lebih tinggi, yang berhubungan dengan turnover air yang tinggi 1.
Distribusi Cairan Tubuh Neonatal
- Air berkontribusi hampir 90% dari berat badan pada janin berusia 24 minggu, sekitar 75% pada bayi cukup bulan, dan sekitar 50% pada orang dewasa 1.
- Proporsi cairan ekstraseluler (ECF) juga menurun selama masa bayi hingga dewasa 1.
- Volume darah pada neonatus adalah 85-100 ml/kg berat badan dibandingkan dengan 60-70 ml volume darah/kg berat badan pada remaja dan dewasa 1.
Edema Perifer dari Pemberian Cairan
Bukti dari Pedoman Klinis
- Baik penggunaan koloid maupun kristaloid disertai dengan terjadinya edema perifer 1.
- Peningkatan kebocoran koloid ke ruang ekstravaskular dapat mengurangi perbedaan tekanan onkotik melintasi dinding kapiler, membuat edema lebih mungkin terjadi 1.
- Jika membran alveolo-kapiler rusak, infusi koloid yang bertujuan meningkatkan tekanan onkotik koloid menjadi sia-sia, karena koloid bocor ke interstisium dan bahkan dapat memperbesar edema paru dan perifer 1.
Lokasi Edema
- Edema perifer dapat terjadi di berbagai lokasi tubuh, termasuk area dengan jaringan subkutan yang longgar seperti labia dan paha 2, 3.
- Edema umum yang parah pada neonatus ditandai dengan edema jaringan subkutan yang luas dan akumulasi cairan di kompartemen cairan tubuh neonatal 2.
Pertimbangan Klinis Penting
Pemantauan Kelebihan Cairan
- Diuretik atau continuous renal replacement therapy (CRRT) direkomendasikan pada bayi baru lahir yang mengalami kelebihan cairan 10% dan tidak dapat mencapai keseimbangan cairan dengan output urin/kehilangan ekstrarental native 1.
- Pantau secara ketat perkembangan hepatomegali, yang menandakan kelebihan cairan dan harus mendorong penghentian bolus kristaloid lebih lanjut 4, 5.
Manajemen Cairan yang Tepat
- Volume dan kecepatan resusitasi cairan harus ditentukan secara individual berdasarkan tekanan mikrovaskular yang ada, compliance ruang interstisial, dan permeabilitas barier mikrovaskular 1.
- Pada bayi prematur yang sangat kecil dengan berat lahir 500-800 g, pemantauan intensif keseimbangan cairan sangat penting untuk mengontrol kehilangan cairan yang sangat tinggi akibat evaporasi 6.
Peringatan Khusus
- Pemberian cairan berlebihan dini dapat meningkatkan risiko displasia bronkopulmoner (BPD), patent ductus arteriosus yang signifikan secara hemodinamik, enterokolitis nekrotikans, dan kebocoran udara pulmoner 6.
- Edema pulmoner adalah masalah penting pada neonatus prematur dengan defisiensi surfaktan karena akumulasi cairan di interstisium paru dan penurunan output urin 6.
Diagnosis Diferensial
- Edema umum pada neonatus dapat menjadi gejala pertama dari kondisi yang mendasari seperti Noonan syndrome, sehingga diagnosis diferensial diperlukan untuk bayi yang mengalami edema umum 2.
- Etiologi dan patogenesis hidrops pada neonatus cukup kompleks dan dapat dibagi menjadi hidrops imun dan non-imun 2.