Diagnosis Anak dengan Hiponatremia dan Hipokalemia Berulang
Diagnosis yang paling mungkin adalah Sindrom Bartter atau Sindrom Gitelman, dengan Sindrom Bartter lebih sering muncul pada anak-anak yang lebih muda dan Sindrom Gitelman pada remaja. 1
Pendekatan Diagnostik Berdasarkan Usia Onset
Jika Onset Prenatal atau Masa Bayi (0-5 tahun)
Pikirkan Sindrom Bartter sebagai diagnosis utama, terutama jika ada riwayat:
- Polihidramnion selama kehamilan 2
- Kelahiran prematur 3
- Poliuria, polidipsia, dan kecenderungan dehidrasi pada masa bayi 3
- Gagal tumbuh atau tampak malnutrisi 4
Jika Onset Remaja atau Lebih Lambat (>6 tahun)
Pikirkan Sindrom Gitelman sebagai diagnosis utama, terutama jika ada:
Pemeriksaan Laboratorium Kunci untuk Membedakan
Trias Diagnostik yang Harus Dicari
Kedua kondisi menunjukkan:
Pemeriksaan Pembeda Paling Penting
Ekskresi Kalsium Urin adalah kunci pembeda utama:
- Sindrom Bartter: Rasio kalsium/kreatinin urin molar >0.20 (hiperkalsuria atau normokalsuria) 3
- Sindrom Gitelman: Rasio kalsium/kreatinin urin molar ≤0.20 (hipokalsuria) 1, 3
Magnesium Serum:
- Sindrom Bartter: Normal atau hipomagnesemia ringan 2
- Sindrom Gitelman: Hipomagnesemia (<0.75 mmol/L) adalah karakteristik 1, 3
Ekskresi Fraksional Klorida:
Pemeriksaan Penunjang Tambahan
Ultrasonografi Ginjal
Konfirmasi Genetik
- Sindrom Bartter: Mutasi pada gen SLC12A1, KCNJ1, CLCNKA, CLCNKB, BSND, MAGED2, atau CASR 5
- Sindrom Gitelman: Mutasi pada gen SLC12A3 1, 5
Diagnosis Banding yang Harus Disingkirkan
Penyebab Ekstrarenal
- Penyalahgunaan diuretik: Periksa riwayat penggunaan obat secara mendetail 1, 6
- Muntah atau penggunaan pipa nasogastrik: Tanyakan riwayat kehilangan cairan gastrointestinal 7
- Penyalahgunaan laksatif: Pertimbangkan pada remaja 2
Kondisi Lain yang Mirip
- Fibrosis kistik (pseudo-Bartter syndrome): Kehilangan garam melalui keringat 2
- Diare klorida kongenital: Diare berair dengan alkalosis metabolik 2
- Hiperaldosteronisme primer: Namun biasanya disertai hipertensi, bukan normotensi 6
Peringatan Klinis Penting
Jangan Lakukan Tes Fungsi Tubular dengan Diuretik
- Tes dengan loop diuretik atau tiazid tidak dianjurkan karena risiko deplesi volume berat, terutama pada bayi, dan telah digantikan oleh analisis genetik 2
Waspadai Komplikasi
- Gagal ginjal kronik dapat berkembang, terutama pada Sindrom Bartter tipe 3 2, 5
- Kalsifikasi sklerokoroidal okular dapat terjadi pada usia lanjut 5
- Retardasi mental dapat terjadi jika tidak ditangani 4
Hiponatremia Berat
- Meskipun jarang, hiponatremia berat (hingga 115 mmol/L) dapat terjadi pada Sindrom Gitelman, kemungkinan terkait sindrom sekresi hormon antidiuretik yang tidak sesuai 8
Langkah selanjutnya setelah diagnosis adalah memulai suplementasi magnesium sebagai terapi utama untuk Sindrom Gitelman, atau suplementasi natrium klorida (5-10 mmol/kg/hari) dan kalium klorida untuk Sindrom Bartter, dengan pertimbangan NSAID untuk mengurangi pembuangan garam yang dimediasi prostaglandin. 1, 6