What is the diagnosis and treatment for a baby with continuous coughing, rhonchi in both lungs, and abdominal breathing?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 23, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis dan Tatalaksana Bayi dengan Batuk Terus Menerus, Ronki Bilateral, dan Pernapasan Abdominal

Bayi ini kemungkinan besar mengalami bronkiolitis akut, dan tatalaksana utamanya adalah suportif dengan oksigenasi dan hidrasi—tidak memerlukan bronkodilator, kortikosteroid, atau antibiotik secara rutin.

Diagnosis Klinis

Diagnosis bronkiolitis ditegakkan berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik saja, tanpa pemeriksaan laboratorium atau radiologi rutin 1. Bronkiolitis adalah infeksi saluran napas bawah paling umum pada bayi, ditandai dengan 1, 2:

  • Gejala prodromal saluran napas atas (pilek, kongesti) selama 1-3 hari, diikuti oleh 2, 3:

    • Batuk yang meningkat
    • Takipnea dan distres pernapasan
    • Ronki atau wheezing pada auskultasi
    • Penggunaan otot bantu napas (retraksi)
    • Pernapasan abdominal (cuping hidung, grunting)
  • Respiratory syncytial virus (RSV) adalah penyebab paling umum bronkiolitis pada bayi 2, 3, 4.

Penilaian Keparahan Penyakit

Evaluasi faktor risiko penyakit berat sangat penting untuk menentukan rawat jalan atau rawat inap 1:

  • Usia < 12 minggu 1
  • Riwayat prematuritas 1
  • Penyakit kardiopulmoner yang mendasari 1
  • Imunodefisiensi 1

Tanda penyakit berat yang memerlukan rawat inap 1, 2:

  • Takipnea dengan distres pernapasan
  • Kesulitan makan/minum
  • Hipoksemia (saturasi oksigen < 90%) 2
  • Penggunaan otot bantu napas yang signifikan 1

Tatalaksana Suportif

Terapi Utama yang Direkomendasikan

Oksigenasi 2, 3:

  • Berikan oksigen suplemen untuk mempertahankan saturasi oksigen > 90% 2
  • Pemantauan pulse oximetry kontinyu tidak lagi diperlukan 3

Hidrasi dan Nutrisi 2, 3:

  • Pertahankan hidrasi melalui rute nasogastrik atau intravena jika bayi tidak dapat mempertahankan status hidrasi dengan asupan oral 2, 3
  • Perhatikan kemampuan makan dan tanda dehidrasi 5

Suction Nasal 6:

  • Lakukan suction nasal untuk membersihkan sekret 6
  • Tetes saline nasal dapat membantu melegakan kongesti hidung 5, 7

Terapi yang TIDAK Direkomendasikan

Bronkodilator (salbutamol/albuterol, epinefrin) 2, 3, 6:

  • Tidak direkomendasikan secara rutin pada bayi usia 1-23 bulan dengan bronkiolitis 2, 6
  • Tidak memberikan manfaat klinis yang bermakna 3, 8

Kortikosteroid 2, 3, 8:

  • Tidak direkomendasikan baik inhalasi maupun sistemik 2, 3
  • Tidak terbukti memberikan efek menguntungkan 8

Antibiotik 2, 3, 8:

  • Tidak direkomendasikan secara rutin karena bronkiolitis adalah infeksi virus 2, 3
  • Hanya pertimbangkan jika ada bukti infeksi bakteri sekunder 8

Fisioterapi Dada 2, 3:

  • Tidak direkomendasikan 2, 3

Saline Hipertonik Nebulisasi 1:

  • Tidak digunakan untuk batuk kronik pasca-bronkiolitis 1
  • Bukti untuk fase akut masih memerlukan penelitian lebih lanjut 4, 8

Peringatan Penting (Red Flags)

Kembali segera jika terjadi 5, 7:

  • Distres pernapasan yang memburuk (takipnea, retraksi, grunting) 5, 7
  • Saturasi oksigen < 92% 7
  • Demam tinggi (≥ 39°C) 5
  • Ketidakmampuan makan atau tanda dehidrasi 7
  • Perubahan status klinis yang memburuk 5

Perjalanan Klinis yang Diharapkan

  • Gejala memburuk selama beberapa hari pertama, kemudian membaik secara bertahap 6
  • Sebagian besar kasus self-limited dan sembuh dalam beberapa hari hingga minggu 4, 8, 6
  • Batuk dapat menetap hingga 3-4 minggu pasca-bronkiolitis 1

Pertimbangan Khusus untuk Batuk Kronik (> 4 Minggu)

Jika batuk menetap > 4 minggu pasca-bronkiolitis 1:

  • Tatalaksana sesuai guideline batuk kronik pediatrik 1
  • Jangan gunakan obat asma kecuali ada bukti asma lainnya 1
  • Jangan gunakan agen osmotik inhalasi 1

Jika batuk menjadi basah/produktif dan menetap > 4 minggu 1:

  • Pertimbangkan protracted bacterial bronchitis (PBB) 1
  • Berikan antibiotik 2 minggu yang menargetkan bakteri respirasi umum (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis) sesuai sensitivitas lokal 1
  • Jika batuk basah menetap setelah 2 minggu antibiotik, perpanjang 2 minggu lagi 1
  • Jika menetap setelah 4 minggu antibiotik, lakukan investigasi lebih lanjut (bronkoskopi fleksibel dengan kultur kuantitatif ± CT dada) 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan over-diagnosis asma pada bayi dengan batuk terisolasi 1, 7
  • Jangan berikan obat asma empiris tanpa bukti obstruksi jalan napas 7
  • Jangan gunakan obat batuk over-the-counter pada anak < 6 tahun karena tidak efektif dan berisiko efek samping 5, 7
  • Jangan lakukan foto rontgen dada atau tes laboratorium rutin untuk diagnosis bronkiolitis 1, 2, 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Respiratory Syncytial Virus Bronchiolitis in Children.

American family physician, 2017

Guideline

Management of Viral Upper Respiratory Tract Infections in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Dry Hacking Cough in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Treatment of acute viral bronchiolitis.

The open microbiology journal, 2011

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.