Diagnosis dan Tatalaksana Bayi dengan Batuk Terus Menerus, Ronki Bilateral, dan Pernapasan Abdominal
Bayi ini kemungkinan besar mengalami bronkiolitis akut, dan tatalaksana utamanya adalah suportif dengan oksigenasi dan hidrasi—tidak memerlukan bronkodilator, kortikosteroid, atau antibiotik secara rutin.
Diagnosis Klinis
Diagnosis bronkiolitis ditegakkan berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik saja, tanpa pemeriksaan laboratorium atau radiologi rutin 1. Bronkiolitis adalah infeksi saluran napas bawah paling umum pada bayi, ditandai dengan 1, 2:
Gejala prodromal saluran napas atas (pilek, kongesti) selama 1-3 hari, diikuti oleh 2, 3:
- Batuk yang meningkat
- Takipnea dan distres pernapasan
- Ronki atau wheezing pada auskultasi
- Penggunaan otot bantu napas (retraksi)
- Pernapasan abdominal (cuping hidung, grunting)
Respiratory syncytial virus (RSV) adalah penyebab paling umum bronkiolitis pada bayi 2, 3, 4.
Penilaian Keparahan Penyakit
Evaluasi faktor risiko penyakit berat sangat penting untuk menentukan rawat jalan atau rawat inap 1:
Tanda penyakit berat yang memerlukan rawat inap 1, 2:
- Takipnea dengan distres pernapasan
- Kesulitan makan/minum
- Hipoksemia (saturasi oksigen < 90%) 2
- Penggunaan otot bantu napas yang signifikan 1
Tatalaksana Suportif
Terapi Utama yang Direkomendasikan
- Berikan oksigen suplemen untuk mempertahankan saturasi oksigen > 90% 2
- Pemantauan pulse oximetry kontinyu tidak lagi diperlukan 3
- Pertahankan hidrasi melalui rute nasogastrik atau intravena jika bayi tidak dapat mempertahankan status hidrasi dengan asupan oral 2, 3
- Perhatikan kemampuan makan dan tanda dehidrasi 5
Suction Nasal 6:
- Lakukan suction nasal untuk membersihkan sekret 6
- Tetes saline nasal dapat membantu melegakan kongesti hidung 5, 7
Terapi yang TIDAK Direkomendasikan
Bronkodilator (salbutamol/albuterol, epinefrin) 2, 3, 6:
- Tidak direkomendasikan secara rutin pada bayi usia 1-23 bulan dengan bronkiolitis 2, 6
- Tidak memberikan manfaat klinis yang bermakna 3, 8
- Tidak direkomendasikan baik inhalasi maupun sistemik 2, 3
- Tidak terbukti memberikan efek menguntungkan 8
- Tidak direkomendasikan secara rutin karena bronkiolitis adalah infeksi virus 2, 3
- Hanya pertimbangkan jika ada bukti infeksi bakteri sekunder 8
Saline Hipertonik Nebulisasi 1:
- Tidak digunakan untuk batuk kronik pasca-bronkiolitis 1
- Bukti untuk fase akut masih memerlukan penelitian lebih lanjut 4, 8
Peringatan Penting (Red Flags)
Kembali segera jika terjadi 5, 7:
- Distres pernapasan yang memburuk (takipnea, retraksi, grunting) 5, 7
- Saturasi oksigen < 92% 7
- Demam tinggi (≥ 39°C) 5
- Ketidakmampuan makan atau tanda dehidrasi 7
- Perubahan status klinis yang memburuk 5
Perjalanan Klinis yang Diharapkan
- Gejala memburuk selama beberapa hari pertama, kemudian membaik secara bertahap 6
- Sebagian besar kasus self-limited dan sembuh dalam beberapa hari hingga minggu 4, 8, 6
- Batuk dapat menetap hingga 3-4 minggu pasca-bronkiolitis 1
Pertimbangan Khusus untuk Batuk Kronik (> 4 Minggu)
Jika batuk menetap > 4 minggu pasca-bronkiolitis 1:
- Tatalaksana sesuai guideline batuk kronik pediatrik 1
- Jangan gunakan obat asma kecuali ada bukti asma lainnya 1
- Jangan gunakan agen osmotik inhalasi 1
Jika batuk menjadi basah/produktif dan menetap > 4 minggu 1:
- Pertimbangkan protracted bacterial bronchitis (PBB) 1
- Berikan antibiotik 2 minggu yang menargetkan bakteri respirasi umum (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis) sesuai sensitivitas lokal 1
- Jika batuk basah menetap setelah 2 minggu antibiotik, perpanjang 2 minggu lagi 1
- Jika menetap setelah 4 minggu antibiotik, lakukan investigasi lebih lanjut (bronkoskopi fleksibel dengan kultur kuantitatif ± CT dada) 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan over-diagnosis asma pada bayi dengan batuk terisolasi 1, 7
- Jangan berikan obat asma empiris tanpa bukti obstruksi jalan napas 7
- Jangan gunakan obat batuk over-the-counter pada anak < 6 tahun karena tidak efektif dan berisiko efek samping 5, 7
- Jangan lakukan foto rontgen dada atau tes laboratorium rutin untuk diagnosis bronkiolitis 1, 2, 3