What is the dosage of metronidazole for a patient?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 23, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Metronidazole untuk Pasien

Untuk trikomoniasis, gunakan metronidazole 500 mg oral dua kali sehari selama 7 hari sebagai regimen pilihan utama, karena mencapai tingkat kesembuhan 90-95% yang superior dibandingkan dosis tunggal. 1, 2

Dosis Berdasarkan Indikasi

Trikomoniasis (Infeksi Menular Seksual)

Regimen yang Direkomendasikan:

  • Pilihan pertama: Metronidazole 500 mg oral dua kali sehari selama 7 hari 1, 2
  • Alternatif: Metronidazole 2 gram oral dosis tunggal 3, 2

Regimen 7 hari menunjukkan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi (90-95%) dibandingkan dosis tunggal (86-93.8%) dalam uji klinis terkontrol 2, 4, 5. Studi terbaru tahun 2018 menunjukkan bahwa pasien yang menerima regimen 7 hari memiliki risiko 45% lebih rendah untuk tetap positif T. vaginalis pada follow-up (11% vs 19%, p<0.0001) 4.

Jika Terapi Gagal:

  • Kegagalan pertama: Ulangi metronidazole 500 mg dua kali sehari selama 7 hari 3, 1, 2
  • Kegagalan kedua: Metronidazole 2 gram sekali sehari selama 3-5 hari 3, 1

Amebiasis

Dewasa:

  • Amebiasis intestinal akut: 750 mg oral tiga kali sehari selama 5-10 hari 6
  • Abses hati amebik: 500-750 mg oral tiga kali sehari selama 5-10 hari 6

Anak-anak:

  • 35-50 mg/kg/24 jam, dibagi dalam 3 dosis, selama 10 hari 6
  • Untuk anak di bawah 12 tahun: 20-30 mg/kg berat badan per hari 7

Infeksi Bakteri Anaerob

  • Dosis dewasa: 7.5 mg/kg setiap 6 jam (sekitar 500 mg untuk dewasa 70 kg) 6
  • Maksimum: 4 gram per 24 jam 6
  • Durasi: 7-10 hari untuk sebagian besar infeksi; infeksi tulang, sendi, saluran pernapasan bawah, dan endokardium mungkin memerlukan terapi lebih lama 6

Clostridioides difficile Infection (CDI)

  • CDI non-berat (hanya jika vankomisin/fidaksomisin tidak tersedia): 500 mg oral tiga kali sehari selama 10 hari 1
  • CDI fulminan: 500 mg intravena setiap 8 jam, harus dikombinasikan dengan vankomisin oral/rektal dosis tinggi 1

Peringatan Penting: Metronidazole tidak boleh digunakan sendiri untuk CDI berat atau fulminan 1

Pertimbangan Populasi Khusus

Kehamilan

  • Trimester pertama: Metronidazole dikontraindikasikan 3, 2, 6
  • Setelah trimester pertama: Metronidazole 2 gram oral dosis tunggal 3, 1, 2
  • Pengobatan penting untuk mencegah persalinan prematur, ketuban pecah dini, dan berat badan lahir rendah 2
  • Jangan gunakan regimen 7 hari pada kehamilan karena menghasilkan kadar serum lebih tinggi yang dapat mencapai sirkulasi janin 6

Pasien Lansia

  • Farmakokinetik metronidazole dapat berubah pada pasien lansia 6
  • Pemantauan kadar serum mungkin diperlukan untuk menyesuaikan dosis 6

Penyakit Hati Berat

  • Pasien memetabolisme metronidazole secara lambat, menyebabkan akumulasi 6
  • Gunakan dosis di bawah yang biasa direkomendasikan dengan hati-hati 6
  • Pemantauan ketat kadar plasma dan toksisitas direkomendasikan 6

Pasien HIV

  • Gunakan regimen pengobatan yang sama seperti pasien tanpa HIV 3, 2

Pasien Anurik

  • Dosis tidak perlu dikurangi secara khusus karena metabolit terakumulasi dapat dihilangkan dengan cepat melalui dialisis 6

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Jangan Gunakan Sediaan Topikal untuk Trikomoniasis

  • Gel metronidazole vaginal tidak efektif untuk trikomoniasis 3, 2
  • Sediaan topikal mencapai kadar terapeutik yang tidak memadai di uretra dan kelenjar perivaginal 2
  • Gel vaginal hanya disetujui untuk vaginosis bakterial, bukan trikomoniasis 3

Selalu Obati Pasangan Seksual

  • Semua pasangan seksual harus diobati secara bersamaan, terlepas dari gejala 1, 2
  • Hingga 70% pasangan pria dapat terinfeksi meskipun asimtomatik 2
  • Pasien harus menghindari aktivitas seksual sampai kedua pasangan menyelesaikan pengobatan dan asimtomatik 3, 1, 2

Hindari Alkohol

  • Metronidazole menyebabkan reaksi seperti disulfiram dengan alkohol 1, 2
  • Efek samping termasuk mual, muntah, flushing, sakit kepala, dan kram perut 1, 2
  • Pasien harus menghindari alkohol selama pengobatan dan setidaknya 24 jam setelah selesai 1, 2

Pemantauan dan Follow-Up

  • Follow-up tidak diperlukan untuk pria dan wanita yang menjadi asimtomatik setelah pengobatan 3
  • Jika kegagalan berulang terjadi setelah regimen yang direkomendasikan, konsultasikan dengan ahli dan pertimbangkan uji kerentanan T. vaginalis terhadap metronidazole 3
  • Untuk kursus berulang, interval 4-6 minggu harus berlalu antara kursus, dengan konfirmasi ulang keberadaan trikomonad 6
  • Hitung leukosit total dan diferensial harus dilakukan sebelum dan setelah pengobatan ulang 6

References

Guideline

Metronidazole Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Metronidazole Administration Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.