Should a patient with DVT on warfarin (coumarin) 4mg once daily with an INR of 3.08 continue or reduce their current dose?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Warfarin pada Pasien DVT dengan INR 3.08

Turunkan dosis warfarin karena INR 3.08 berada di atas rentang terapeutik target 2.0-3.0, yang meningkatkan risiko perdarahan tanpa memberikan manfaat tambahan dalam pencegahan trombosis. 1

Rasional Penurunan Dosis

  • Target INR untuk DVT adalah 2.0-3.0 dengan nilai ideal sekitar 2.5, dan INR >3.0 tidak memberikan manfaat terapeutik tambahan tetapi secara signifikan meningkatkan risiko perdarahan 1, 2
  • Risiko perdarahan meningkat secara eksponensial ketika INR melebihi 3.0, dan menjadi tidak dapat diterima secara klinis ketika INR >5.0 2
  • Pada pasien usia ≥75 tahun dengan DVT, risiko perdarahan gastrointestinal dan intrakranial lebih tinggi, sehingga kontrol INR yang ketat sangat penting 3

Rekomendasi Penyesuaian Dosis

  • Turunkan dosis warfarin sebesar 5-15% dari dosis saat ini (dari 4mg menjadi sekitar 3.5mg atau 3mg) 1
  • Untuk pasien usia >62 tahun, pertimbangkan target INR yang lebih rendah dalam rentang 2.0-2.5 untuk mengurangi risiko perdarahan mayor 4
  • Periksa ulang INR dalam 4-7 hari setelah penyesuaian dosis untuk memastikan INR kembali ke rentang terapeutik 5, 1

Monitoring Lanjutan

  • Setelah INR stabil dalam rentang 2.0-3.0, lakukan pemeriksaan INR setiap 1-2 minggu selama 2-3 minggu pertama 5
  • Jika INR tetap stabil, interval monitoring dapat diperpanjang menjadi setiap 2-4 minggu 5
  • Pada pasien dengan INR yang konsisten stabil, interval dapat diperpanjang hingga 6-12 minggu 5

Pertimbangan Penting

Faktor yang Mempengaruhi INR

  • Evaluasi kepatuhan minum obat dan konsistensi asupan makanan yang mengandung vitamin K 6, 1
  • Periksa interaksi obat yang dapat meningkatkan efek warfarin, terutama pada pasien dengan penyakit komorbid atau yang menggunakan obat-obatan lain 3, 5
  • Pada pasien lansia atau dengan gangguan fungsi hati, dosis pemeliharaan yang lebih rendah sering diperlukan 1

Durasi Terapi

  • Untuk DVT episode pertama dengan faktor risiko reversibel: 3 bulan 1, 2
  • Untuk DVT idiopatik/unprovoked: minimal 6-12 bulan 1, 2
  • Untuk DVT rekuren: pertimbangkan terapi indefinit dengan evaluasi berkala risiko-manfaat 1, 2

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Jangan melanjutkan dosis yang sama ketika INR >3.0, karena ini meningkatkan risiko perdarahan mayor tanpa manfaat tambahan 1
  • Jangan menurunkan dosis terlalu drastis (>20-25%) karena dapat menyebabkan INR turun di bawah rentang terapeutik dan meningkatkan risiko trombosis rekuren 7
  • Jangan mengabaikan edukasi pasien tentang tanda-tanda perdarahan (perdarahan gusi, memar mudah, urin/feses berdarah) dan pentingnya konsistensi diet vitamin K 3, 6

Pemantauan Hasil Klinis

  • Nilai tanda dan gejala DVT rekuren pada setiap kunjungan: nyeri betis, pembengkakan, eritema 6
  • Evaluasi tanda-tanda perdarahan pada setiap kunjungan, terutama perdarahan gastrointestinal dan intrakranial pada pasien lansia 3, 2
  • Pertimbangkan penggunaan stoking kompresi bertingkat (30-40 mmHg) selama 2 tahun untuk mengurangi risiko sindrom post-trombotik 6

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Warfarin Dosing for Deep Vein Thrombosis (DVT)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of DVT with Subtherapeutic INR

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.