Diagnosis dan Manajemen Acute Tubular Necrosis (ATN)
Prinsip Manajemen Utama
Penghentian segera semua agen nefrotoksik merupakan langkah paling kritis dalam manajemen ATN, karena obat-obatan menyebabkan 20-25% kasus AKI pada pasien rawat inap dan ICU. 1
Identifikasi dan Diferensiasi ATN
Membedakan ATN dari Penyebab AKI Lainnya
- ATN intrarenal harus dibedakan dari AKI prerenal (68% kasus pada pasien sirosis) dan hepatorenal syndrome (HRS-AKI), karena pendekatan terapeutik berbeda secara fundamental 1
- Biomarker urin NGAL dapat digunakan untuk membedakan ATN dari HRS-AKI, karena biopsi ginjal jarang dilakukan dalam setting AKI akut 1
- Evaluasi temporal hubungan kausal antara paparan nefrotoksin dan onset AKI sangat penting untuk mengidentifikasi ATN nefrotoksik 1
Klasifikasi Etiologi ATN
- ATN iskemik murni terjadi pada 39-51% kasus dan memiliki mortalitas 39-66% 2, 3
- ATN nefrotoksik murni hanya 7-11% kasus dengan mortalitas terendah (29-38%) dan pemulihan fungsi ginjal terbaik (100% pada survivors) 2, 3
- ATN campuran (iskemik + nefrotoksik) merupakan 38-55% kasus dengan mortalitas tertinggi (63%) dan pemulihan terburuk (hanya 30% recovery lengkap) 2, 3
Manajemen Segera ATN
Penghentian Nefrotoksin (Prioritas Tertinggi)
Hentikan segera semua obat nefrotoksik yang tidak esensial, terutama kombinasi "triple whammy" (NSAID + diuretik + ACE inhibitor/ARB) yang meningkatkan risiko AKI secara dramatis. 1
Obat yang Harus Dihentikan Segera:
- NSAID: Hentikan segera karena mengurangi perfusi ginjal melalui inhibisi prostaglandin 1, 4
- ACE inhibitor/ARB: Tahan sementara hingga GFR stabil dan status volume teroptimasi 1, 4
- Diuretik: Hentikan pada semua stadium AKI 1
- Aminoglikosida: Hentikan jika memungkinkan, karena berpotensi nefrotoksik dan ototoksik dengan risiko lebih tinggi pada gangguan fungsi ginjal 5
- Metformin: Hentikan jika GFR <30 ml/min/1.73m² 4
- Vasodilator sistemik: Hentikan karena memperburuk perfusi ginjal 1
Kriteria Penghentian Nefrotoksin:
- Evaluasi hubungan kausal menunjukkan nefrotoksin sebagai penyebab potensial AKI/AKD 1
- Tersedia alternatif obat yang kurang nefrotoksik 1
- Nefrotoksin dianggap tidak esensial untuk kondisi yang mengancam jiwa 1
Optimalisasi Status Volume
- Koreksi deplesi volume dengan kristaloid pada pasien dengan diare atau diuresis berlebihan 1
- Berikan packed red blood cells untuk perdarahan GI akut dengan target hemoglobin 7-9 g/dl 1
- Pada pasien dengan asites tegang dan AKI, lakukan parasentesis terapeutik dengan infus albumin karena memperbaiki fungsi ginjal 1
- Pastikan hidrasi adekuat untuk meminimalkan iritasi kimia tubulus ginjal, terutama pada pasien yang menerima aminoglikosida 5
Terapi Albumin untuk AKI Stadium Lanjut
- Jika tidak ada penyebab jelas dan AKI stadium >1A, berikan albumin 20% dengan dosis 1 g/kg berat badan (maksimal 100 g) selama dua hari berturut-turut 1
Monitoring Intensif
Pemantauan Fungsi Ginjal
- Monitor kreatinin serum dan eGFR harian selama fase akut 6
- Periksa elektrolit (terutama kalium) setiap hari hingga dua kali sehari 6
- Evaluasi urinalisis untuk penurunan berat jenis spesifik, peningkatan ekskresi protein, dan keberadaan sel atau cast 5
- Ukur BUN, kreatinin serum, atau creatinine clearance secara periodik 5
Pemantauan Khusus untuk Aminoglikosida
- Monitor konsentrasi serum aminoglikosida untuk memastikan level adekuat dan menghindari level toksik (peak >35 mcg/mL) 5
- Lakukan audiogram serial pada pasien berisiko tinggi untuk mendeteksi ototoksitas 5
- Hentikan obat atau sesuaikan dosis jika ada bukti ototoksitas (pusing, vertigo, tinnitus, kehilangan pendengaran) atau nefrotoksitas 5
Pencegahan Komplikasi
Hindari Kombinasi Nefrotoksik
- Jangan pernah menggunakan multiple nefrotoksin secara bersamaan - setiap nefrotoksin tambahan meningkatkan odds AKI sebesar 53% 1, 6
- Hindari penggunaan bersamaan atau sekuensial aminoglikosida dengan bacitracin, cisplatin, amphotericin B, cephaloridine, paromomycin, viomycin, polymyxin B, colistin, vancomycin 5
- Hindari kombinasi aminoglikosida dengan diuretik poten (ethacrynic acid, furosemide) karena diuretik sendiri dapat menyebabkan ototoksitas 5
- Hindari kombinasi makrolid-statin karena risiko rhabdomyolysis dari inhibisi CYP3A4 6
Faktor Risiko yang Meningkatkan Toksisitas
- Usia lanjut dan dehidrasi meningkatkan risiko toksisitas aminoglikosida 5
- Pasien dengan gangguan fungsi ginjal preexisting memiliki risiko lebih tinggi untuk ototoksitas dan nefrotoksitas 5
- Dosis tinggi atau terapi berkepanjangan meningkatkan risiko nefrotoksisitas 5
Pertimbangan Khusus dalam Infeksi Berat
Kapan Nefrotoksin Dapat Dipertimbangkan
- Jangan tahan antibiotik esensial pada kondisi yang mengancam jiwa, bahkan jika nefrotoksik - pengobatan infeksi yang diperlukan untuk survival harus dimulai segera dan dapat mencegah atau memperbaiki AKI 1, 6
- Vancomycin dapat digunakan pada infeksi yang mengancam jiwa ketika tidak ada alternatif antibiotik yang kurang nefrotoksik 6
- Agen kontras iodinated tidak boleh ditahan pada kondisi yang mengancam jiwa karena kekhawatiran AKI 1
Strategi Mitigasi Risiko
- Gunakan dosis terendah efektif untuk durasi terpendek jika nefrotoksin mutlak diperlukan 1
- Ikuti pedoman dosis berbasis bukti dan sesuaikan berdasarkan GFR saat ini 1, 6
- Monitor level obat terapeutik untuk obat dengan jendela terapeutik sempit 6
Prognosis Berdasarkan Etiologi
Outcome Jangka Pendek
- Mortalitas in-hospital: ATN nefrotoksik murni (29%) < ATN iskemik murni (39%) < ATN campuran (55%) 2
- Recovery fungsi ginjal lengkap saat discharge: ATN nefrotoksik (100%) > ATN iskemik murni (74%) > ATN campuran (30%) 3
- Oliguria merupakan satu-satunya variabel yang secara universal terkait dengan kematian pada semua tipe ATN (OR 2.53,95% CI 1.60-3.76) 2
Outcome Jangka Panjang (Follow-up 7 Tahun)
- Survival 7 tahun: ATN murni (60%) vs ATN campuran (22%) 3
- Perkembangan CKD lanjut atau ESRD: ATN murni (6%) vs ATN campuran (38%) 3
- Bahkan episode AKI transien berdampak negatif pada survival jangka menengah 1
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan mengabaikan pentingnya diferensiasi tipe ATN - ketiga tipe ATN (iskemik, nefrotoksik, campuran) merepresentasikan populasi pasien yang berbeda dengan karakteristik klinis dan outcome yang berbeda 2, 3
- Jangan menunda penghentian nefrotoksin sambil menunggu konfirmasi diagnosis definitif - manajemen harus dimulai segera 1
- Jangan gagal mendokumentasikan rencana restart obat dan edukasi pasien untuk menghindari NSAID atau obat baru tanpa konsultasi 6
- Jangan mengekstrapolasi data CKD untuk dosis obat pada AKI/AKD - time course progresif penyakit berbeda dan AKI mempengaruhi aktivitas cytochrome P450 hepatik 1
- Jangan restart ACE inhibitor/ARB terlalu dini - tunggu hingga GFR stabil dan status volume teroptimasi untuk menghindari rebound hipertensi dan dekompensasi jantung akut 1