What is the complete clinical approach to diagnosing and managing anemia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pendekatan Klinis Anemia Lengkap

Definisi dan Diagnosis Awal

Anemia didefinisikan sebagai hemoglobin <13.0 g/dL pada pria dewasa dan <12.0 g/dL pada wanita dewasa tidak hamil, dengan evaluasi laboratorium awal yang harus mencakup hitung darah lengkap (CBC) dengan indeks sel darah merah, hitung retikulosit, dan pemeriksaan apusan darah tepi. 1

  • Pada anak-anak, ambang batas hemoglobin bervariasi: 11.0 g/dL untuk usia 6 bulan-5 tahun, 11.5 g/dL untuk usia 5-11 tahun, dan 12.0 g/dL untuk usia 12-13 tahun 1
  • Evaluasi status besi dan faktor nutrisi harus dilakukan pada semua pasien sebelum dan selama pengobatan 2

Klasifikasi Berdasarkan Mean Corpuscular Volume (MCV)

Anemia Mikrositik (MCV <80 fL)

Anemia mikrositik paling sering disebabkan oleh defisiensi besi, talasemia, anemia penyakit kronis, atau anemia sideroblastik. 3, 1

Tes diagnostik kunci:

  • Feritin serum <30 μg/L mengkonfirmasi defisiensi besi tanpa inflamasi 1
  • Saturasi transferin (TSAT) <15% dan peningkatan total iron binding capacity (TIBC) menunjukkan defisiensi besi 1
  • Feritin normal atau meningkat dengan besi serum rendah dan TSAT rendah menunjukkan anemia penyakit kronis 1
  • Peringatan penting: Feritin adalah reaktan fase akut dan dapat meningkat pada kondisi inflamasi meskipun ada defisiensi besi 1

Untuk anemia mikrositik yang tidak dapat dijelaskan:

  • Pertimbangkan kelainan genetik metabolisme besi atau sintesis heme jika feritin meningkat dan/atau TSAT meningkat, atau TSAT rendah dengan feritin rendah-normal (>20 mg/L) 3
  • Riwayat keluarga, anemia yang refrakter terhadap suplementasi besi, dan fitur seperti penyakit neurologis atau fotosensitivitas kulit dapat mengindikasikan kelainan genetik 3

Anemia Normositik (MCV 80-100 fL)

Anemia normositik dapat disebabkan oleh perdarahan akut, hemolisis, kegagalan sumsum tulang, anemia inflamasi kronis, atau insufisiensi ginjal. 1, 4

Hitung retikulosit sangat penting untuk klasifikasi lebih lanjut:

  • Retikulosit rendah atau normal: Menunjukkan penurunan produksi sel darah merah, mengarah ke disfungsi sumsum tulang, defisiensi nutrisi, atau anemia penyakit kronis 1, 5
  • Retikulosit tinggi: Menunjukkan respons sumsum tulang yang adekuat, mengarah ke perdarahan atau hemolisis 1

Untuk hemolisis, periksa:

  • Hitung retikulosit meningkat, haptoglobin menurun, laktat dehidrogenase (LDH) meningkat, dan bilirubin indirek meningkat 1
  • Tes Coombs langsung positif pada hemolisis yang dimediasi imun 1

Anemia Makrositik (MCV >100 fL)

Anemia makrositik paling sering megaloblastik, menunjukkan defisiensi vitamin B12 atau folat. 3, 1

  • Memerlukan pengukuran kadar vitamin B12 dan folat 1
  • Asam metilmalonat dan homosistein meningkat pada defisiensi B12 1
  • Pertimbangkan agen toksik seperti alkohol, atau sindrom mielodisplastik 3

Evaluasi Anemia Berat

Pasien dengan anemia berat memerlukan CBC dengan hitung retikulosit, studi besi, kadar vitamin B12 dan folat, investigasi penyebab yang mendasari, dan pertimbangan transfusi darah untuk stabilisasi hemodinamik. 6

Tes tambahan berdasarkan konteks klinis:

  • Tes fungsi ginjal untuk mengevaluasi penyakit ginjal sebagai penyebab anemia 6
  • Tes fungsi hati jika dicurigai penyakit hati 6
  • Workup hemolisis termasuk tes Coombs langsung, LDH, dan apusan darah tepi jika dicurigai secara klinis 6

Evaluasi gastrointestinal:

  • Evaluasi endoskopi (endoskopi saluran cerna atas dan kolonoskopi) dilakukan pada pasien dengan anemia defisiensi besi berat, terutama pada pria dan wanita pascamenopause 6
  • Evaluasi usus halus mungkin diperlukan jika endoskopi bidireksional negatif tetapi anemia yang bergantung transfusi tetap ada 6

Pola Khusus dalam Anemia Kronis

Anemia dengan Hitung Trombosit dan/atau Leukosit Abnormal

  • Menunjukkan kemungkinan patologi sumsum tulang yang memerlukan evaluasi lebih lanjut 5

Riwayat Anemia Seumur Hidup

  • Pertimbangkan hemoglobinopati, talasemia, atau kelainan membran sel darah merah 5
  • Elektroforesis hemoglobin dapat membantu diagnosis 7

Anemia dengan Retikulosit yang Tidak Sesuai Rendah

  • Menunjukkan apoptosis sel progenitor dan prekursor eritroid oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik 5
  • Pertimbangkan anemia penyakit kronis, defisiensi nutrisi, atau disfungsi sumsum tulang 5

Manajemen Berdasarkan Etiologi

Defisiensi Besi

  • Suplementasi besi dimulai jika defisiensi besi dikonfirmasi 6
  • Status besi harus dipantau untuk mendeteksi pembebanan besi toksik pada tahap awal 3

Defisiensi Vitamin B12

  • Vitamin B12 parenteral adalah pengobatan yang direkomendasikan dan akan diperlukan seumur hidup untuk anemia pernisiosa 8
  • Dosis 100 mcg setiap hari selama 6-7 hari melalui injeksi intramuskular atau subkutan dalam, kemudian pada hari alternatif selama tujuh dosis, kemudian setiap 3-4 hari selama 2-3 minggu 8
  • Diikuti dengan 100 mcg bulanan seumur hidup 8
  • Asam folat harus diberikan bersamaan jika diperlukan 8

Anemia Penyakit Kronis

  • Pengobatan harus diarahkan pada kondisi yang mendasari 3
  • Pada penyakit inflamasi usus aktif, langkah terpenting adalah menginduksi remisi lengkap 3

Anemia pada Penyakit Ginjal Kronis

  • Gunakan dosis terendah erythropoiesis-stimulating agents (ESA) yang cukup untuk mengurangi kebutuhan transfusi sel darah merah, karena menargetkan hemoglobin >11 g/dL meningkatkan risiko kematian, reaksi kardiovaskular serius, dan stroke 2
  • Untuk pasien pada dialisis: Mulai pengobatan ketika hemoglobin <10 g/dL dengan dosis awal 50-100 Unit/kg 3 kali seminggu 2
  • Untuk pasien tidak pada dialisis: Pertimbangkan memulai hanya ketika hemoglobin <10 g/dL 2
  • Pantau kadar hemoglobin setidaknya mingguan sampai stabil, kemudian setidaknya bulanan 2

Anemia Sideroblastik X-linked (XLSA)

  • Pengobatan awal dengan dosis farmakologis piridoksin (50-200 mg per hari) direkomendasikan 3
  • Jika responsif terhadap piridoksin, suplementasi seumur hidup dengan piridoksin 10-100 mg setiap hari direkomendasikan 3

Pertimbangan Khusus dan Perangkap Umum

  • Anemia campuran dapat menunjukkan MCV normal ketika mikrositosis dan makrositosis bersamaan 1
  • Definisi standar anemia mungkin tidak berlaku untuk wanita hamil, individu lanjut usia, perokok, mereka yang tinggal di ketinggian tinggi, atau pasien dengan kondisi kronis tertentu 1
  • Koreksi atau singkirkan penyebab anemia lain (misalnya, defisiensi vitamin, kondisi inflamasi metabolik atau kronis, perdarahan) sebelum memulai pengobatan spesifik 2
  • Evaluasi pasien dengan anemia yang tidak dapat dijelaskan atau karakteristik anemia penyakit kronis onset baru untuk kemungkinan infeksi yang mendasari 3
  • Kanker intestinal atau ekstraintestinal dengan anemia dapat mempersulit perjalanan penyakit inflamasi usus 3

Tindak Lanjut

  • Respons hemoglobin terhadap pengobatan harus dipantau secara teratur 6
  • Investigasi lebih lanjut diperlukan jika hemoglobin tidak dapat dipertahankan dengan terapi yang sesuai 6
  • Untuk pasien yang tidak merespons secara adekuat selama periode eskalasi 12 minggu, meningkatkan dosis lebih lanjut tidak mungkin meningkatkan respons dan dapat meningkatkan risiko 2

References

Guideline

Diagnosis of Anemia Based on Laboratory Values

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Normocytic anemia.

American family physician, 2000

Research

How to approach chronic anemia.

Hematology. American Society of Hematology. Education Program, 2012

Guideline

Investigation of Severe Anemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Laboratory evaluation of anemia.

The Western journal of medicine, 1987

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.