What are the indications for microbotox (botulinum toxin) in dermatology and aesthetics?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Indikasi Microbotox di Bidang Dermatologi dan Estetika

Microbotox adalah teknik injeksi intradermal dengan tetesan mikro toksin botulinum yang terdilusi, diindikasikan untuk rejuvenasi wajah, perbaikan tekstur kulit, pengurangan pori-pori besar, hiperhidrosis, dan kondisi dermatologis lainnya seperti rosacea, keloid, dan seborrhea. 1

Indikasi Utama Estetika

Rejuvenasi Wajah dan Pengurangan Kerutan Halus

  • Microbotox sangat efektif untuk mengurangi garis halus dan kerutan tanpa memberikan tampilan "wajah beku" yang tidak diinginkan, menjadikannya pilihan ideal untuk pasien yang menginginkan penampilan lebih natural. 1, 2
  • Teknik ini menargetkan serat superfisial otot wajah yang melekat pada permukaan bawah kulit, yang bertanggung jawab atas garis halus dan kerutan pada wajah. 3
  • Area yang paling responsif terhadap microbotox meliputi dahi, periorbital (crow's feet), pipi, dan area infraorbital. 2, 4

Perbaikan Tekstur Kulit dan Pengurangan Pori-pori

  • Microbotox secara signifikan memperbaiki tekstur kulit, mikrokasar, dan ukuran pori-pori yang membesar, dengan hasil terbaik pada pasien berusia 36,5-53 tahun. 3
  • Dalam studi kuantitatif pada 60 pasien, semua parameter menunjukkan perbaikan signifikan (p < 0.0001) pada 90 hari: tekstur kulit (-1,93 ± 0,51), mikrokasar (-2,48 ± 0,79), dan diameter pori (2,1 ± 0,43). 3
  • Satu sesi microbotox menghasilkan rata-rata 87,2% perbaikan ukuran pori dengan skor perbaikan 3,7 dari skala 0-4, dengan kepuasan pasien mencapai 4,7 dari skala 5. 5

Lifting Wajah Bagian Bawah dan Leher

  • Microbotox sangat efektif untuk rejuvenasi leher, pengurangan pita vertikal, dan rekonturing batas mandibula bawah, terutama pada pasien usia lanjut dengan laksitas kulit yang nyata. 2, 4
  • Teknik ini meningkatkan aposisi platysma ke garis rahang dan leher, memperbaiki kontur sudut servikomental. 4
  • Untuk wajah bagian bawah dan leher, biasanya diperlukan 1 mL larutan per sisi dengan 100-120 titik injeksi. 4

Indikasi Dermatologis Non-Estetika

Hiperhidrosis

  • Microbotox mengurangi aktivitas kelenjar keringat melalui injeksi intradermal, memberikan profil keamanan yang lebih baik dibanding teknik konvensional. 1

Kondisi Dermatologis Lainnya

  • Microbotox telah digunakan untuk manajemen rosacea, keloid, dan seborrhea dengan hasil yang menjanjikan. 1
  • Teknik ini juga mengurangi aktivitas kelenjar sebaceous, memperbaiki tekstur kulit dan kilau berlebih. 4

Protokol Teknik dan Dosis

Konsentrasi dan Dilusi

  • Konsentrasi yang paling umum digunakan adalah 10-20 unit/cc onabotulinum toxin A (OBA), dengan variasi tergantung area yang dirawat. 2
  • Larutan microbotox dapat dibuat dengan menambahkan volume kecil lidokain ke dosis onabotulinumtoxinA yang dihitung, menghasilkan 20-28 unit per mL larutan. 4
  • Anestesi topikal direkomendasikan untuk kenyamanan pasien selama injeksi, dengan lidokain sebagai pilihan aman termasuk untuk wanita hamil atau menyusui (meskipun prosedur elektif sebaiknya ditunda hingga setelah melahirkan). 6, 7

Teknik Injeksi

  • Injeksi dilakukan menggunakan jarum 30-32 gauge pada bidang intradermal, mengangkat wheal kecil yang memutih pada setiap titik. 3, 4
  • Jumlah titik injeksi bervariasi dari 4 (dahi dan area periorbital) hingga 999 (seluruh wajah) dengan jarak 2 mm hingga 2 cm. 2
  • Injeksi sistematis dilakukan pada grid reguler 1 cm dari dahi ke pipi hingga garis rahang. 3

Onset dan Durasi

  • Hasil awal muncul setelah 5-14 hari prosedur dan bertahan sekitar 3-6 bulan. 2
  • Follow-up hingga 1 tahun menunjukkan tidak ada efek samping serius atau jangka panjang. 5

Pertimbangan Keamanan

Pencegahan Toksisitas

  • Aspirasi jarum sebelum setiap injeksi wajib dilakukan untuk menghindari pemberian intravaskular. 6, 7
  • Gunakan dosis efektif terendah dan injeksi inkremental untuk meminimalkan risiko toksisitas sistemik anestesi lokal. 6
  • Monitor pasien secara kontinu untuk tanda-tanda awal toksisitas seperti mati rasa perioral, rasa metalik, tinnitus, konfusi, atau kejang. 8

Kontraindikasi dan Peringatan

  • Hindari injeksi pada pasien dengan edema wajah aktif karena dapat mengaburkan landmark anatomi dan meningkatkan risiko efek samping seperti ptosis. 7
  • Jika perawatan tidak dapat ditunda, pertimbangkan blok saraf daripada infiltrasi langsung untuk meminimalkan distorsi jaringan. 7
  • Penilaian anatomi wajah yang tepat sebelum injeksi sangat penting untuk meminimalkan komplikasi dan memastikan hasil optimal. 7

Populasi Pasien Ideal

  • Hasil terbaik diperoleh pada pasien berusia 42,7-46,8 tahun, dengan rekomendasi untuk pasien berusia 36,5-53 tahun. 3
  • Microbotox sangat cocok untuk subjek usia muda yang menginginkan penampilan lebih natural. 2
  • Untuk pasien usia lanjut dengan laksitas kulit nyata, teknik ini sangat sesuai untuk rejuvenasi leher dan rekonturing batas mandibula bawah. 2

Modalitas Adjuvan

  • Microbotox dapat dikombinasikan dengan hyaluronic acid cross-linked, intense pulsed laser, dan Fraxel laser untuk hasil optimal. 2
  • Kombinasi dengan PRP (platelet-rich plasma) dan microneedling juga menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk rejuvenasi periorbital dan perbaikan tekstur kulit. 6

References

Research

Microdroplet Botulinum Toxin: A Review.

Journal of cutaneous and aesthetic surgery, 2022

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Botulinum Toxin Treatment Considerations

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Continuous Local Anesthetic Wound Infiltration Protocol

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

Can Botox (onabotulinum toxin A) be used to reduce the appearance of large facial pores?
What is the onset and duration of action of Botox (Botulinum toxin) on facial wrinkles?
What is the recommended dose of Botox (Botulinum toxin) units per injection site for a Nefertiti neck lift?
How to reduce the appearance of large pores on the face?
Can Profhilo (hyaluronic acid) be used as an alternative to Botox (botulinum toxin) for reducing the appearance of facial pores in a patient who has already tried Botox?
What is the etiology of hearing loss in a child?
What is the most appropriate next step for a female patient with a long-standing history of pruritus and fatigue, presenting with jaundice, abdominal swelling, splenomegaly, ascites, and a 3 cm focal liver lesion, with lab results showing anemia (low Hemoglobin (Hb)), thrombocytopenia (low Platelets count), leukopenia (low White Blood Cell (WBC) count), coagulopathy (elevated International Normalized Ratio (INR)), and abnormal liver function tests (elevated Alkaline Phosphatase (ALP) and Transaminases (Alanine Aminotransferase (ALT) and Aspartate Aminotransferase (AST)))?
What is the diagnosis and management plan for a patient with impaired renal function, presenting with 73% obsolescent glomeruli, tubular atrophy, and interstitial fibrosis on renal biopsy, with a history of possible hypertension and/or diabetes?
What are the treatment options for a patient with Eustachian Tube Dysfunction (ETD)?
Can metoclopramide be administered in 500ml of normal saline (NS) to a pregnant patient for nausea and vomiting?
What is the next step in managing a patient with abdominal distension, a 10-year history of elevated aminotransferase (liver enzyme) levels, thrombocytopenia (low platelet count), abnormal alanine transaminase (ALT) and aspartate transaminase (AST) levels, and a body mass index (BMI) of 34?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.