Indikasi Microbotox di Bidang Dermatologi dan Estetika
Microbotox adalah teknik injeksi intradermal dengan tetesan mikro toksin botulinum yang terdilusi, diindikasikan untuk rejuvenasi wajah, perbaikan tekstur kulit, pengurangan pori-pori besar, hiperhidrosis, dan kondisi dermatologis lainnya seperti rosacea, keloid, dan seborrhea. 1
Indikasi Utama Estetika
Rejuvenasi Wajah dan Pengurangan Kerutan Halus
- Microbotox sangat efektif untuk mengurangi garis halus dan kerutan tanpa memberikan tampilan "wajah beku" yang tidak diinginkan, menjadikannya pilihan ideal untuk pasien yang menginginkan penampilan lebih natural. 1, 2
- Teknik ini menargetkan serat superfisial otot wajah yang melekat pada permukaan bawah kulit, yang bertanggung jawab atas garis halus dan kerutan pada wajah. 3
- Area yang paling responsif terhadap microbotox meliputi dahi, periorbital (crow's feet), pipi, dan area infraorbital. 2, 4
Perbaikan Tekstur Kulit dan Pengurangan Pori-pori
- Microbotox secara signifikan memperbaiki tekstur kulit, mikrokasar, dan ukuran pori-pori yang membesar, dengan hasil terbaik pada pasien berusia 36,5-53 tahun. 3
- Dalam studi kuantitatif pada 60 pasien, semua parameter menunjukkan perbaikan signifikan (p < 0.0001) pada 90 hari: tekstur kulit (-1,93 ± 0,51), mikrokasar (-2,48 ± 0,79), dan diameter pori (2,1 ± 0,43). 3
- Satu sesi microbotox menghasilkan rata-rata 87,2% perbaikan ukuran pori dengan skor perbaikan 3,7 dari skala 0-4, dengan kepuasan pasien mencapai 4,7 dari skala 5. 5
Lifting Wajah Bagian Bawah dan Leher
- Microbotox sangat efektif untuk rejuvenasi leher, pengurangan pita vertikal, dan rekonturing batas mandibula bawah, terutama pada pasien usia lanjut dengan laksitas kulit yang nyata. 2, 4
- Teknik ini meningkatkan aposisi platysma ke garis rahang dan leher, memperbaiki kontur sudut servikomental. 4
- Untuk wajah bagian bawah dan leher, biasanya diperlukan 1 mL larutan per sisi dengan 100-120 titik injeksi. 4
Indikasi Dermatologis Non-Estetika
Hiperhidrosis
- Microbotox mengurangi aktivitas kelenjar keringat melalui injeksi intradermal, memberikan profil keamanan yang lebih baik dibanding teknik konvensional. 1
Kondisi Dermatologis Lainnya
- Microbotox telah digunakan untuk manajemen rosacea, keloid, dan seborrhea dengan hasil yang menjanjikan. 1
- Teknik ini juga mengurangi aktivitas kelenjar sebaceous, memperbaiki tekstur kulit dan kilau berlebih. 4
Protokol Teknik dan Dosis
Konsentrasi dan Dilusi
- Konsentrasi yang paling umum digunakan adalah 10-20 unit/cc onabotulinum toxin A (OBA), dengan variasi tergantung area yang dirawat. 2
- Larutan microbotox dapat dibuat dengan menambahkan volume kecil lidokain ke dosis onabotulinumtoxinA yang dihitung, menghasilkan 20-28 unit per mL larutan. 4
- Anestesi topikal direkomendasikan untuk kenyamanan pasien selama injeksi, dengan lidokain sebagai pilihan aman termasuk untuk wanita hamil atau menyusui (meskipun prosedur elektif sebaiknya ditunda hingga setelah melahirkan). 6, 7
Teknik Injeksi
- Injeksi dilakukan menggunakan jarum 30-32 gauge pada bidang intradermal, mengangkat wheal kecil yang memutih pada setiap titik. 3, 4
- Jumlah titik injeksi bervariasi dari 4 (dahi dan area periorbital) hingga 999 (seluruh wajah) dengan jarak 2 mm hingga 2 cm. 2
- Injeksi sistematis dilakukan pada grid reguler 1 cm dari dahi ke pipi hingga garis rahang. 3
Onset dan Durasi
- Hasil awal muncul setelah 5-14 hari prosedur dan bertahan sekitar 3-6 bulan. 2
- Follow-up hingga 1 tahun menunjukkan tidak ada efek samping serius atau jangka panjang. 5
Pertimbangan Keamanan
Pencegahan Toksisitas
- Aspirasi jarum sebelum setiap injeksi wajib dilakukan untuk menghindari pemberian intravaskular. 6, 7
- Gunakan dosis efektif terendah dan injeksi inkremental untuk meminimalkan risiko toksisitas sistemik anestesi lokal. 6
- Monitor pasien secara kontinu untuk tanda-tanda awal toksisitas seperti mati rasa perioral, rasa metalik, tinnitus, konfusi, atau kejang. 8
Kontraindikasi dan Peringatan
- Hindari injeksi pada pasien dengan edema wajah aktif karena dapat mengaburkan landmark anatomi dan meningkatkan risiko efek samping seperti ptosis. 7
- Jika perawatan tidak dapat ditunda, pertimbangkan blok saraf daripada infiltrasi langsung untuk meminimalkan distorsi jaringan. 7
- Penilaian anatomi wajah yang tepat sebelum injeksi sangat penting untuk meminimalkan komplikasi dan memastikan hasil optimal. 7
Populasi Pasien Ideal
- Hasil terbaik diperoleh pada pasien berusia 42,7-46,8 tahun, dengan rekomendasi untuk pasien berusia 36,5-53 tahun. 3
- Microbotox sangat cocok untuk subjek usia muda yang menginginkan penampilan lebih natural. 2
- Untuk pasien usia lanjut dengan laksitas kulit nyata, teknik ini sangat sesuai untuk rejuvenasi leher dan rekonturing batas mandibula bawah. 2