Bahaya Fibula Shortening (Risiko dan Komplikasi Pemendekan Fibula)
Pemendekan fibula merupakan komplikasi serius yang menyebabkan deformitas valgus ankle progresif, osteoartritis post-trauma, dan gangguan fungsi sendi yang signifikan, dengan risiko tinggi memerlukan rekonstruksi bedah atau artrodesis dini.
Komplikasi Utama Pemendekan Fibula
Deformitas Struktural dan Mekanik
- Deformitas valgus ankle progresif terjadi akibat pemendekan fibula yang mengakibatkan pembukaan mortise ankle dan gangguan arsitektur sendi talocrural 1
- Pemendekan fibula secara signifikan berkorelasi dengan perkembangan osteoartritis (P < 0.01), terutama pada fraktur Weber tipe B (P < 0.01) 1
- Pelebaran mortise ankle (P < 0.01) merupakan konsekuensi langsung dari pemendekan fibula yang menyebabkan ketidakstabilan sendi 1
Konsekuensi Fungsional Jangka Panjang
- Nyeri ankle yang persisten dan keterbatasan gerakan yang signifikan terjadi pada pasien dengan malunion fibula yang mengalami pemendekan 2
- Stres berlebihan pada kartilago akibat ketidakseimbangan distribusi beban, yang mempercepat perkembangan artropati ankle 2
- Gangguan keseimbangan gaya pada physis fibula distal dapat menyebabkan pemendekan abnormal fibula dan deformitas valgus progresif 3
Faktor Risiko yang Memperburuk Prognosis
Kondisi Ortopedi yang Mendasari
- Kekuatan otot soleus dan kontinuitas anatomis fibula merupakan faktor penting dalam pertumbuhan fibula normal; gangguan pada faktor-faktor ini meningkatkan risiko pemendekan 3
- Pada ankle paralitik, pemendekan fibula abnormal merupakan temuan umum yang menyebabkan deformitas valgus 3
Komplikasi Post-Trauma
- Malunion fraktur ankle dengan pemendekan fibula akan menyebabkan osteoartritis berat ketika arsitektur dan mekanika sendi talocrural terganggu 4
- Cedera osteokondral intra-artikular minimal diperlukan untuk hasil rekonstruksi yang baik; cedera yang lebih ekstensif memperburuk prognosis 4
Implikasi untuk Rekonstruksi
Indikasi Intervensi Bedah
- Osteotomi pemanjangan fibula diindikasikan untuk pasien dengan malunion fraktur fibula distal yang mengalami pemendekan dan deformitas valgus progresif 2
- Rekonstruksi ankle melalui pemanjangan fibula dapat menjadi alternatif untuk artrodesis dini pada kasus deformitas dan nyeri 4
- Restorasi panjang fibula yang akurat, yang dapat diestimasi radiografis menggunakan sudut bimalleolar, diperlukan untuk hasil klinis yang baik 4
Komplikasi Rekonstruksi dengan Free Fibula Flap
- Pada defek traumatik tibia yang memerlukan rekonstruksi dengan free fibula flap, komplikasi termasuk delayed union dan fraktur graft (37.5% pasien memerlukan readmisi) 5
- Meskipun tingkat salvage ekstremitas mencapai 100%, risiko komplikasi terkait fiksasi eksternal dan kebutuhan untuk koreksi deformitas residual tetap signifikan 5
Peringatan Klinis Penting
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan mengabaikan pemendekan fibula minimal pada evaluasi awal fraktur ankle, karena dapat berkembang menjadi deformitas progresif 2
- Pemanjangan fibula (elongasi) tidak secara signifikan berkorelasi dengan osteoartritis (P > 0.05), berbeda dengan pemendekan 1
- Penyempitan mortise ankle juga tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan osteoartritis (P > 0.07) 1
Monitoring dan Follow-up
- Evaluasi radiografis serial diperlukan untuk mendeteksi pemendekan fibula progresif dan pelebaran mortise ankle 1, 2
- Nyeri yang tidak mereda selama follow-up memerlukan reevaluasi segera untuk kemungkinan fiksasi inadekuat atau komplikasi lain 2