Diagnosis dan Tatalaksana Laki-laki 25 Tahun dengan Nyeri Testis, Bengkak, dan Leukositosis
Diagnosis paling mungkin adalah epididimitis akut yang disebabkan oleh infeksi menular seksual (Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae), dan harus segera diberikan terapi antibiotik empiris dengan Ceftriaxone 250 mg IM dosis tunggal PLUS Doxycycline 100 mg oral dua kali sehari selama 10 hari. 1
Pertimbangan Diagnosis Utama
Epididimitis Akut (Diagnosis Paling Mungkin)
Pada laki-laki usia 25 tahun dengan nyeri testis dan bengkak selama seminggu disertai leukositosis 22.000 dengan shift to the left, epididimitis akut adalah diagnosis yang paling mungkin. 1, 2
Karakteristik klinis yang mendukung:
- Onset nyeri bertahap selama beberapa hari (bukan onset mendadak) 3, 2
- Nyeri testis unilateral dengan pembengkakan epididimis yang dapat dipalpasi 1
- Leukositosis dengan shift to the left menunjukkan infeksi bakterial aktif 1
- Pada usia <35 tahun, penyebab tersering adalah C. trachomatis atau N. gonorrhoeae 1, 2
Torsio Testis (Harus Disingkirkan Segera)
Meskipun durasi gejala selama seminggu membuat torsio testis kurang mungkin, kondisi ini tetap harus disingkirkan karena merupakan kegawatdaruratan bedah yang memerlukan intervensi dalam 6-8 jam untuk mencegah kehilangan testis permanen. 3, 2
Poin pembeda penting:
- Torsio testis biasanya onset nyeri mendadak dan berat dengan mual/muntah 3, 2
- Lebih sering pada remaja dibanding dewasa muda 1, 3
- Tidak ada bukti inflamasi atau infeksi pada pemeriksaan laboratorium 1
- Nyeri berat yang tidak proporsional dengan temuan klinis 3
Evaluasi Diagnostik yang Diperlukan
Pemeriksaan Laboratorium Segera
Evaluasi untuk epididimitis harus mencakup: 1
- Gram stain dari eksudat uretra atau swab intraurethral (>5 PMN per lapangan pandang minyak imersi menunjukkan uretritis) 1
- Kultur atau nucleic acid amplification test (NAAT) untuk N. gonorrhoeae dan C. trachomatis dari swab intraurethral atau urin porsi pertama 1
- Urinalisis dan kultur urin untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih 1
- Serologi sifilis dan konseling/tes HIV 1
Pencitraan Ultrasonografi Doppler
Indikasi ultrasonografi Doppler skrotum: 3, 2
- Jika kecurigaan klinis torsio testis sedang hingga tinggi, lakukan Duplex Doppler ultrasound segera 3, 2
- Sensitivitas 96-100% untuk mendeteksi torsio testis 3, 2
- Pada epididimitis: epididimis membesar dengan peningkatan aliran darah pada color Doppler 1, 3
- Pada torsio: penurunan atau tidak ada aliran darah ke testis yang terkena 3, 2
Peringatan penting: Jika kecurigaan klinis untuk torsio testis sangat tinggi (onset mendadak, nyeri berat), jangan menunda konsultasi bedah urologi untuk menunggu hasil pencitraan. 3, 2
Tatalaksana Empiris
Terapi Antibiotik untuk Epididimitis
Untuk laki-laki <35 tahun dengan epididimitis yang kemungkinan disebabkan infeksi gonokokal atau klamidial: 1
Regimen yang direkomendasikan:
Regimen alternatif (untuk laki-laki >35 tahun atau jika dicurigai organisme enterik): 1
- Ofloxacin 300 mg oral dua kali sehari selama 10 hari 1
- ATAU Levofloxacin 500 mg oral sekali sehari selama 10 hari 1
Terapi Suportif
Terapi adjuvan yang direkomendasikan: 1
Indikasi Rawat Inap
Pertimbangkan hospitalisasi jika: 1
- Nyeri berat yang mengarah ke diagnosis lain (torsio, infark testis, atau abses) 1
- Pasien demam 1
- Kepatuhan terhadap regimen antimikroba diragukan 1
Evaluasi Ulang dan Follow-up
Kriteria Evaluasi Ulang
Kegagalan perbaikan dalam 3 hari setelah inisiasi terapi memerlukan reevaluasi diagnosis dan terapi. 1
Diagnosis diferensial jika tidak ada perbaikan: 1
Manajemen Pasangan Seksual
Jika epididimitis dikonfirmasi atau dicurigai disebabkan oleh N. gonorrhoeae atau C. trachomatis: 1
- Pasangan seksual harus dirujuk untuk evaluasi dan pengobatan jika kontak terjadi dalam 60 hari sebelum onset gejala 1
- Pasien harus menghindari hubungan seksual sampai pasien dan pasangannya sembuh (terapi selesai dan tidak ada gejala lagi) 1
Peringatan Klinis Penting
Jangan Terlewatkan Torsio Testis
Meskipun durasi gejala selama seminggu membuat torsio kurang mungkin, tetap waspada terhadap kemungkinan torsio intermiten atau torsio parsial yang dapat menunjukkan gejala yang lebih ringan dan berkepanjangan. 3, 4
Evaluasi Komprehensif Diperlukan
Pembengkakan dan nyeri tekan yang menetap setelah penyelesaian terapi antimikroba harus dievaluasi secara komprehensif untuk menyingkirkan tumor, abses, atau kondisi lain yang lebih serius. 1