Asesmen Nyeri dan Bengkak Testis pada Pria 25 Tahun dengan Leukositosis
Berdasarkan presentasi klinis dengan leukositosis 22.000 dan left shift, diagnosis paling mungkin adalah epididimitis/epididymo-orchitis, namun torsio testis HARUS disingkirkan terlebih dahulu karena merupakan emergensi bedah yang memerlukan intervensi dalam 6-8 jam untuk mencegah kehilangan testis. 1, 2
Pendekatan Diagnostik Segera
Evaluasi Klinis Kritis
Tentukan onset dan karakteristik nyeri:
- Onset mendadak dengan nyeri berat → sangat sugestif torsio testis 1, 2
- Onset bertahap dengan nyeri progresif → lebih mengarah ke epididimitis 1, 2
Pemeriksaan fisik spesifik:
- Tanda Prehn (elevasi testis): Nyeri berkurang = positif untuk epididimitis; nyeri tidak berkurang atau memburuk = negatif, sugestif torsio 1, 2
- Palpasi: Epididimis bengkak dan nyeri (dimulai dari kutub bawah) mengarah ke epididimitis 3
- Testis keras dan tegang → lebih mengarah ke torsio 4
Pencitraan Emergensi
Ultrasonografi Doppler adalah modalitas lini pertama yang WAJIB dilakukan segera dengan sensitivitas 69-96.8% dan spesifisitas 87-100% untuk torsio testis 1, 4
Temuan USG untuk Torsio Testis:
- Aliran darah menurun atau tidak ada ke testis yang terkena 1, 5
- "Whirlpool sign" dari korda spermatika yang terpelintir 1
- Testis membesar, heterogen, hipoekhoik 1
- Hidrokel ipsilateral dan penebalan kulit skrotum 1
Temuan USG untuk Epididimitis:
- Epididimis membesar dengan PENINGKATAN aliran darah pada Doppler 1, 5
- Penebalan dinding skrotum dan hidrokel 1
- Hingga 20% dapat disertai orchitis 1
Algoritma Manajemen Berdasarkan Diagnosis
Jika Kecurigaan Klinis Tinggi untuk Torsio (Meskipun Leukositosis)
KONSULTASI UROLOGI SEGERA dan eksplorasi bedah dalam 6-8 jam tanpa menunggu hasil pencitraan jika kecurigaan klinis sangat tinggi 1, 2, 4
- Viabilitas testis terganggu jika tidak ditangani dalam 6-8 jam 1, 2
- Hasil bedah lebih baik jika operasi dilakukan dalam 12 jam onset gejala 1
- JANGAN menunda dengan memulai antibiotik jika torsio dicurigai 4
Jika Diagnosis Epididimitis Dikonfirmasi (Paling Mungkin pada Kasus Ini)
Pada pria muda usia 25 tahun yang aktif secara seksual, terapi empiris:
- Ceftriaxone 250 mg IM dosis tunggal PLUS Doxycycline 100 mg oral 2x sehari selama 10 hari (untuk C. trachomatis dan N. gonorrhoeae) 2
Terapi suportif:
- Tirah baring, elevasi skrotum, dan analgesik 1
Reevaluasi dalam 3 hari:
- Jika tidak ada perbaikan dalam 3 hari, pertimbangkan kembali diagnosis dan terapi 2
- Pertimbangkan organisme enterik atau tuberkulosis epididimis jika tidak respons terhadap antibiotik spektrum luas 6
Peringatan Klinis Penting
Jebakan Diagnostik yang Harus Dihindari
Leukositosis dan left shift TIDAK menyingkirkan torsio testis:
- Torsio dapat menyebabkan respons inflamasi sistemik 7
- Overlap presentasi klinis antara torsio dan epididimitis sangat signifikan 1
Doppler negatif palsu terjadi pada 30% kasus:
- Torsio parsial atau detorsi spontan dapat menunjukkan aliran darah yang persisten 1
- Jika kecurigaan klinis tinggi, lanjutkan ke eksplorasi bedah meskipun Doppler normal 1, 2
Komplikasi epididimitis yang tidak tertangani:
- Infark testis dapat terjadi dari epididimitis berkepanjangan 6, 8
- Funiculitis dapat menghambat aliran darah testis, menyebabkan nekrosis testis 8
- Doppler serial mungkin diperlukan jika gejala memburuk meskipun terapi antibiotik 6
Pertimbangan Khusus Usia
Pada usia 25 tahun:
- Epididimitis adalah penyebab paling umum (85-90% kasus) 2, 4
- Torsio testis jarang tetapi MASIH MUNGKIN dan harus disingkirkan 1
- Etiologi STI (C. trachomatis, N. gonorrhoeae) paling mungkin pada kelompok usia ini 2, 3
Pemeriksaan tambahan yang direkomendasikan: